Kompas.com - 08/02/2022, 12:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah keterangan disampaikan saksi dalam sidang dugaan tindak pidana terorisme dengan terdakwa Munarman di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Senin (7/2/2022).

Ada empat saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang kemarin, yakni RS, J, A, dan H.

Semua saksi memiliki keterlibatan dalam acara baiat ISIS di UIN, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, 5 April 2015.

Munarman disebut figur publik

Saksi RS yang hadir sebagai peserta dalam acara baiat itu mengatakan bahwa Munarman merupakan sosok figur publik gerakan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang terafiliasi dengan ISIS.

"Bahwasanya Munarman adalah seorang aktivis nasional, sehingga tentunya melekat pada dirinya itu sisi publik figur pada dirinya," kata RS.

Baca juga: Cerita Saksi Saat Satu Seminar soal ISIS dengan Munarman

RS pun menganggap ucapan Munarman dalam acara itu sebagai dukungan berdirinya kekhalifahan di Suriah yang dideklarasikan Syekh Abu Bakar Al Baghdadi, pimpinan ISIS.

"Sehingga orang-orang yang tadinya masih ragu itu akhirnya menjadi yakin. Apalagi dinyatakan tidak ada aspek hukum yang melarangnya," tutur RS.

"Orang-orang yang tadinya khawatir untuk mendukung Daulah Islamiyah mendukung tegaknya khilafah di Suriah itu, akhirnya menjadi teguh pendiriannya. Dan itu juga yang menjadi motivasi kepada kita, hal itu tidak terlarang di indonesia. Seperti itu," ucap RS.

Munarman pun menanggapi pernyataan RS.

"Soal kontribusi tadi itu, saudara berani menyatakan bahwa saya memiliki kontribusi cukup besar ya dalam perkembangan Daulah Islamiyah di Indonesia, apa saja kontribusi saya?" tanya Munarman kepada RS.

Baca juga: Munarman kepada Saksi: Apa Kontribusi Saya terhadap ISIS?

RS menjawab bahwa Munarman seorang figur publik yang banyak dikenal, sehingga orang-orang umum dan masyarakat awam Indonesia akan tertarik dan ikut mendukung ISIS.

Munarman pun tak puas dengan jawaban RS. Munarman kembali mempertanyakan kontribusinya terhadap perkembangan ISIS di Indonesia.

Munarman juga mengatakan, dia dikenal sebagai figur publik bukan atas kehendaknya.

"Pertanyaan saya dalam sidang ini, apa saja bentuk kontribusi besar itu? Bukan soal public figure, kalau public figure bukan salah saya, Pak, saya tidak ingin jadi public figure," ucap Munarman.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditinggal Pemilik Makan di Warkop, Motor Terparkir di Ciputat Raib Dibobol Maling

Ditinggal Pemilik Makan di Warkop, Motor Terparkir di Ciputat Raib Dibobol Maling

Megapolitan
Revitalisasi Halte Transjakarta Kwitang Rampung, Ada Fasilitas Toilet hingga Wifi

Revitalisasi Halte Transjakarta Kwitang Rampung, Ada Fasilitas Toilet hingga Wifi

Megapolitan
Tarif Integrasi Rp 10.000 Hanya Berlaku di Halte dan Stasiun yang Sudah Terintegrasi

Tarif Integrasi Rp 10.000 Hanya Berlaku di Halte dan Stasiun yang Sudah Terintegrasi

Megapolitan
Update Covid-19 Kota Bekasi: Ada 429 Kasus Baru, Total Kasus Aktif Capai 2.641 Pasien

Update Covid-19 Kota Bekasi: Ada 429 Kasus Baru, Total Kasus Aktif Capai 2.641 Pasien

Megapolitan
LRT Jakarta Masih Sepi Penumpang, Pengamat: Pemilihan Rute Tak Didukung Kajian

LRT Jakarta Masih Sepi Penumpang, Pengamat: Pemilihan Rute Tak Didukung Kajian

Megapolitan
'Citayam Fashion Week' Mulai Sepi, Ini Penjelasan Pengamat Sosial

"Citayam Fashion Week" Mulai Sepi, Ini Penjelasan Pengamat Sosial

Megapolitan
Panggung Apung Situ Rawa Kalong Masih Ditutup, Pemkot Depok: Karena Pengunjung Membeludak

Panggung Apung Situ Rawa Kalong Masih Ditutup, Pemkot Depok: Karena Pengunjung Membeludak

Megapolitan
Ini Alasan Kejari Belum Tahan 2 Tersangka Korupsi Belanja Seragam Dinas Damkar Depok

Ini Alasan Kejari Belum Tahan 2 Tersangka Korupsi Belanja Seragam Dinas Damkar Depok

Megapolitan
Tarif Integrasi Transportasi Rp 10.000 di Jakarta Berlaku untuk Perjalanan Maksimal 3 Jam

Tarif Integrasi Transportasi Rp 10.000 di Jakarta Berlaku untuk Perjalanan Maksimal 3 Jam

Megapolitan
Tarif Integrasi Berlaku, Cukup Bayar Sekali saat Naik Transjakarta, MRT dan LRT

Tarif Integrasi Berlaku, Cukup Bayar Sekali saat Naik Transjakarta, MRT dan LRT

Megapolitan
Putra Siregar dan Rico Valentino Akan Jalani Sidang Vonis Kasus Penganiayaan secara Virtual

Putra Siregar dan Rico Valentino Akan Jalani Sidang Vonis Kasus Penganiayaan secara Virtual

Megapolitan
Anies Terbitkan Kepgub, Tarif Integrasi Transportasi Rp 10.000 Resmi Berlaku

Anies Terbitkan Kepgub, Tarif Integrasi Transportasi Rp 10.000 Resmi Berlaku

Megapolitan
Motif Petugas PPSU Menganiaya Pacar, Cemburu karena Dibandingkan dengan Mantan Kekasih

Motif Petugas PPSU Menganiaya Pacar, Cemburu karena Dibandingkan dengan Mantan Kekasih

Megapolitan
Tarif Ojol Naik, Sebagian Warga Ibu Kota Beralih ke Kendaraan Pribadi

Tarif Ojol Naik, Sebagian Warga Ibu Kota Beralih ke Kendaraan Pribadi

Megapolitan
 Jembatan Antilope di Bekasi Diuji Coba, Akan Gantikan Jembatan 'Nunduk'

Jembatan Antilope di Bekasi Diuji Coba, Akan Gantikan Jembatan "Nunduk"

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.