Kompas.com - 10/02/2022, 06:52 WIB
|

"Karena kan bicara itu (praktik jual beli kamar) dalam persidangan, itu kan terkait dengan kejadian sebelumnya kan (kebakaran Lapas Kelas I Tangerang)," sambung dia.

Baca juga: Ada Napi yang Ditempatkan di Kamar dan di Aula Lapas Tangerang, Apa Bedanya?

Asep mengaku pihaknya tak mengintimidasi Ryan setelah dugaan praktik jual beli kamar di Lapas Kelas I Tangerang mencuat.

Pihaknya mempersilakan Ryan untuk berbicara apa adanya.

"Kami tidak mengintimidasi yang bersangkutan (Ryan), silakan saja berbicara apa adanya," paparnya.

Beda kamar dan aula di lapas

Asep mengakui bahwa di Lapas Tangerang ada napi yang menghuni kamar dan aula.

Sebagai informasi, dalam persidangan, Ryan yang sebelumnya tidur di aula Blok C2 mengaku dimintai duit Rp 5.000 per minggu untuk uang kebersihan.

Asep mengaku tidak mengetahui hal tersebut karena baru menjabat kepala lapas belum lama ini.

"Saya kalapas baru di sini dan para pejabat yang lain pun baru semua. Perlu dilihat kondisi kamar di Lapas Kelas I Tangerang sangat berbeda dengan lapas pada umumnya," paparnya.

Baca juga: Soal Dugaan Jual Beli Kamar di Lapas Tangerang, Kalapas: Mungkin Dulu, ya...

Asep menyebutkan, para narapidana memang ditempatkan di aula dan kamar.

Kata dia, kamar-kamar itu sudah tersedia sejak lama. Namun, kamar di lapas itu hanya dihuni oleh tahanan pendamping (tamping) sejak Asep belum menjadi Kalapas Kelas I Tangerang.

"Adapun kamar-kamar yang kecil, yang tersedia itu, dari dulunya ya, saya tidak tahu, itu ditempati oleh orang-orang yang bekerja, dalam hal ini yang dikatakan tamping," sambung dia.

Tamping yang mengisi kamar adalah tamping yang bekerja di masjid, dapur, kebersihan, dan lainnya.

Baca juga: Napi Ungkap Dugaan Praktik Jual Beli Kamar di Lapas Tangerang, Kalapas: Itu Kata Temannya

Asep menduga, tamping ditempatkan di kamar lantaran khawatir tidur mereka terganggu jika disatukan dengan narapidana biasa.

Jika tidur mereka terganggu, tamping tak akan bekerja dengan maksimal.

"Mengingat kalau para pekerja (tamping) itu bergabung dengan yang banyak, maka dia mungkin tidur bisa terganggu, besok bekerjanya mungkin kurang maksimal. Itu mungkin ya (alasan pemisahan tamping dan yang lain) dari awal sudah seperti itu penempatannya," papar Asep.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aksi Nekat Pengendara Motor di JLNT Casablanca, Lawan Arus hingga Kebut-kebutan Berujung Petaka

Aksi Nekat Pengendara Motor di JLNT Casablanca, Lawan Arus hingga Kebut-kebutan Berujung Petaka

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Tanggapan Pesohor dan Warganet soal 'Prank' Laporan KDRT Baim Paula | Viral Video Pemotor Ngebut dan Terlindas di JLNT

[POPULER JABODETABEK] Tanggapan Pesohor dan Warganet soal "Prank" Laporan KDRT Baim Paula | Viral Video Pemotor Ngebut dan Terlindas di JLNT

Megapolitan
Saat Mikrofon Anies Baswedan Mati....

Saat Mikrofon Anies Baswedan Mati....

Megapolitan
Peringatan Cuaca Ekstrem 2-8 Oktober: Potensi Hujan Lebat Disertai Kilat dan Petir di Jakarta

Peringatan Cuaca Ekstrem 2-8 Oktober: Potensi Hujan Lebat Disertai Kilat dan Petir di Jakarta

Megapolitan
Saat Pesona Patung Selamat Datang Terhalang Halte Transjakarta, Anies Perintahkan Jalan Terus...

Saat Pesona Patung Selamat Datang Terhalang Halte Transjakarta, Anies Perintahkan Jalan Terus...

Megapolitan
Ini 14 Pelanggaran Lalu Lintas yang Disasar dalam Operasi Zebra 2022

Ini 14 Pelanggaran Lalu Lintas yang Disasar dalam Operasi Zebra 2022

Megapolitan
Ingat, Hari Ini Operasi Zebra 2022 Dimulai, Polisi Sasar 14 Pelanggaran

Ingat, Hari Ini Operasi Zebra 2022 Dimulai, Polisi Sasar 14 Pelanggaran

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diguyur Hujan Siang hingga Sore Ini, Potensi Petir Disertai Angin Kencang

BMKG: Jakarta Diguyur Hujan Siang hingga Sore Ini, Potensi Petir Disertai Angin Kencang

Megapolitan
Anies: Apa yang Sudah Ada di Jakarta Yuk Dijaga Sama-sama

Anies: Apa yang Sudah Ada di Jakarta Yuk Dijaga Sama-sama

Megapolitan
Berkaca dari Tragedi Kanjuruhan, Anies Baswedan Akan Tinjau Ulang Semua Stadion di Jakarta

Berkaca dari Tragedi Kanjuruhan, Anies Baswedan Akan Tinjau Ulang Semua Stadion di Jakarta

Megapolitan
Ridwan Kamil Berseloroh, Suara UGM Bisa Pecah Dua jika Anies dan Ganjar Maju Pilpres

Ridwan Kamil Berseloroh, Suara UGM Bisa Pecah Dua jika Anies dan Ganjar Maju Pilpres

Megapolitan
Jelang Lengser, Anies: Doakan Setelah Ini Saya Bisa Jalankan Amanat Apa Pun

Jelang Lengser, Anies: Doakan Setelah Ini Saya Bisa Jalankan Amanat Apa Pun

Megapolitan
Soal Revitalisasi Halte Bundaran HI, Anies: Semua Proyek Jalan Terus

Soal Revitalisasi Halte Bundaran HI, Anies: Semua Proyek Jalan Terus

Megapolitan
 Jadwal Pementasan Festival Teater Jakarta 1-9 Oktober 2022

Jadwal Pementasan Festival Teater Jakarta 1-9 Oktober 2022

Megapolitan
Suporter Persipasi Bekasi Gelar Aksi Kosongkan Tribun Utara

Suporter Persipasi Bekasi Gelar Aksi Kosongkan Tribun Utara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.