Pemprov DKI Bangun RDF Plant untuk Olah Sampah di TPST Bantargebang Jadi Bahan Bakar

Kompas.com - 21/02/2022, 14:09 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap proyek refuse-derived fuel (RDF) plant yang mulai dibangun di Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, bisa menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah di Jakarta.

Hal tersebut diungkapkan Anies dalam acara peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan fasilitas RDF Plant untuk mengelola sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

"Hal ini diproyeksikan bisa sampai 2.000 ton, rinciannya 1.000 ton sampah baru dan 1.000 ton sampah yang sudah ada di kawasan Bantargebang ini. Project ini diharapkan bisa menjadi salah satu solusi di hilir tentang pengelolaan sampah, yang sudah dikirimkan ke kawasan Bantargebang," kata Anies dalam keterangan tertulis, Senin (21/2/2022).

Baca juga: Peringati Hari Peduli Sampah Nasional, Walhi Sebut Jakarta Darurat Sampah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, RDF Plant merupakan fasilitas pengolahan sampah yang akan mengubah endapan sampah di TPST Bantargebang menjadi bahan bakar.

Bahan bakar yang dihasilkan, kata Asep, setara dengan batu bara muda untuk bahan bakar industri.

"Nilai kalor RDF ini setara batu bara muda," ucap Asep.

Baca juga: Jakarta Darurat Sampah, Wagub DKI Sebut Sampah Jakarta dalam 3 Bulan Melebihi Tinggi Monas

Selain proyek RDF, Asep mengatakan, fasilitas pengolah sampah milik Pemprov DKI Jakarta di Bantargebang juga didukung oleh pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa).

PLTSa milik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bernama PLTSa Merah Putih tersebut resmi diserahkan kepada Pemprov DKI untuk dikelola.

"Hal ini menjadi pilot project antara BRIN dengan DKI Jakarta. Kami mengapresiasi ini, sebuah pembangkit listrik berbahan bakar sampah karya putra-putri terbaik bangsa," ucap Asep.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
NASIONAL
Dilema Karbon
Dilema Karbon
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terkait Pencabulan Anak di Kebayoran Lama, Kak Seto Ingatkan Polisi Jangan Lupakan Penanganan Korban

Terkait Pencabulan Anak di Kebayoran Lama, Kak Seto Ingatkan Polisi Jangan Lupakan Penanganan Korban

Megapolitan
PPKM di DKI Kembali ke Level 2, Wagub Minta Masyarakat Lebih Waspada

PPKM di DKI Kembali ke Level 2, Wagub Minta Masyarakat Lebih Waspada

Megapolitan
Warga Cilincing Jadi Korban Peluru Nyasar, Patah Tulang di Jari Kaki

Warga Cilincing Jadi Korban Peluru Nyasar, Patah Tulang di Jari Kaki

Megapolitan
Akhir 2022, Mobil di Jakarta yang Tak Lulus Uji Emisi Tidak Bisa Perpanjang STNK

Akhir 2022, Mobil di Jakarta yang Tak Lulus Uji Emisi Tidak Bisa Perpanjang STNK

Megapolitan
Tebet Eco Park Akan Dijadikan Kawasan Rendah Emisi, Pemprov DKI Benahi Sektor Transportasi

Tebet Eco Park Akan Dijadikan Kawasan Rendah Emisi, Pemprov DKI Benahi Sektor Transportasi

Megapolitan
Kak Seto Akan Datangi Polres Jaksel Terkait Kasus Pencabulan Bocah di Kebayoran Lama

Kak Seto Akan Datangi Polres Jaksel Terkait Kasus Pencabulan Bocah di Kebayoran Lama

Megapolitan
DKI Jakarta Kembali Terapkan PPKM Level 2, Penambahan Kasus Covid-19 Terpantau Tinggi

DKI Jakarta Kembali Terapkan PPKM Level 2, Penambahan Kasus Covid-19 Terpantau Tinggi

Megapolitan
PPKM di Tangsel Kembali ke Level 2, Berlaku 5 Juli hingga 1 Agustus 2022

PPKM di Tangsel Kembali ke Level 2, Berlaku 5 Juli hingga 1 Agustus 2022

Megapolitan
Warga Diminta Pakai Transportasi Umum saat Kunjungi Tebet Eco Park, Ini Alasannya

Warga Diminta Pakai Transportasi Umum saat Kunjungi Tebet Eco Park, Ini Alasannya

Megapolitan
Pemkot Bekasi Bantah soal Dugaan Pungli Program PTSL

Pemkot Bekasi Bantah soal Dugaan Pungli Program PTSL

Megapolitan
Polisi Buru Pemotor yang Kabur Tinggalkan Temannya Usai Kecelakaan di Cakung, Korban Tewas di Tempat

Polisi Buru Pemotor yang Kabur Tinggalkan Temannya Usai Kecelakaan di Cakung, Korban Tewas di Tempat

Megapolitan
PPKM di Jakarta Naik ke Level 2, Anies Bakal Komunikasi dengan Pemerintah Pusat

PPKM di Jakarta Naik ke Level 2, Anies Bakal Komunikasi dengan Pemerintah Pusat

Megapolitan
Bantah Keluarganya Didesak Keluar dari Rusun Jatinegara Barat, Amran: Tetangga Kaget dan Minta Kami Jangan Pindah

Bantah Keluarganya Didesak Keluar dari Rusun Jatinegara Barat, Amran: Tetangga Kaget dan Minta Kami Jangan Pindah

Megapolitan
Pelaku Penyekapan yang Ditangkap di Sunter Mengaku sebagai Polisi Saat Beraksi

Pelaku Penyekapan yang Ditangkap di Sunter Mengaku sebagai Polisi Saat Beraksi

Megapolitan
Kronologi Penyekap Ditangkap di Sunter, Kabur dan Tabrak Belasan Kendaraan, lalu Diamuk Warga

Kronologi Penyekap Ditangkap di Sunter, Kabur dan Tabrak Belasan Kendaraan, lalu Diamuk Warga

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.