Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polemik Awal Tahun Kota Tangerang, Banjir 4 Meter di Periuk dan One Way Jalan Daan Mogot

Kompas.com - 28/02/2022, 06:33 WIB
Muhammad Naufal,
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Tim Redaksi

Katanya, luapan dari sungai tersebut menjadi penyebab sejumlah titik di Periuk terendam banjir.

“Ada laporan ke saya bahwa di sepanjang Sungai Ciracab itu banyak tanaman yang menghambat aliran sungai itu,” tutur Arief, 23 Februari 2021.

Usai mengetahui mengapa butuh waktu yang lama agar banjir surut, BPBD dan Dinas PUPR Kota Tangerang saat itu membersihkan sejumlah sampah tanaman yang menghambat aliran sungai Ciracab.

Sungai Sarakan yang menyambung ke Sungai Cirarab juga ditemukan banyak endapan lumpur.

Baca juga: Pengamat Sebut Pengerukan Kali Mampang Tidak Efektif Cegah Banjir, Harus Ada Pelebaran

Penanganan banjir

Guna menangani banjir yang kerap muncul, Dinas PUPR Kota Tangerang menggarap 32 program untuk menanggulangi banjr pada pertengahan sampai akhir tahun 2021.

Kabid Tata Air Dinas PUPR Kota Tangerang Iwan Setiawan berujar, dari 32 program, 18 di antaranya adalah pembangunan tanggul sungai.

Saat itu, proses pembangunan 18 tanggul sungai bervariasi, mulai dari 50-80 persen.

"Tanggul sungai masih on progress, bobotnya sudah 50-80 persen," ujar Iwan, 21 Oktober 2021.

Program penanggulangan banjir berikutnya, yakni pembangunan tiga kolam retensi di beberapa wilayah di Kota Tangerang.

Baca juga: Wagub DKI: Tumpukkan Sampah di Jakarta Jadi Salah Sebab Terjadinya Banjir

Adapun kolam retensi adalah kolam yang berfungsi menampung air hujan untuk sementara waktu.

"Program lainnya itu pembangunan satu tanggul di Kali Ledug sepanjang 500 meter di Periuk dan pemasangan pompa listrik dan mechanical electric ada 10 titik," papar Iwan.

Pembangunan 32 program itu menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni 2021.

Kepala UPT Periuk BPBD Kota Tangerang, Syahrial memperkirakan, dengan adanya tanggul di Kali Ledug, kawasan di sekitar kali itu tak akan terendam banjir.

Biasanya, kata dia, kawasan permukiman di Kali Ledug terendam banjir imbas dari luapan kali tersebut.

Baca juga: Anggota DPRD DKI: Jangan Sampai Semua Korban Banjir Harus Menuntut Dulu, Baru Bebas Banjir

"Itu (turap di Kali Leduk) kan sedang dibangun, artinya air dari Kali Leduk enggak akan muntah lagi," ujar Syahrial, 21 Oktober 2021.

One way Jalan Daan Mogot

Polemik lain yang juga muncul pada awal tahun adalah penerapan one way di Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang.

Bedanya, polemik ini terjadi pada awal 2022.

Sistem itu menimbulkan polemik lantaran penerapannya justru menimbulkan kemacetan di jalur lain.

One way itu padahal diterapkan dengan tujuan mengurai kemacetan di Jalan Daan Mogot, berdasar pernyataan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Wahyudi Iskandar.

Sebelum memutuskan skema tersebut, Dishub Kota Tangerang telah mencoba beberapa upaya untuk mengurai kemacetan di sana.

Baca juga: Fakta One Way Daan Mogot, Diduga Timbulkan Kemacetan di Jalan Lain hingga Disorot Pengamat

Menurut Wahyudi, skema yang tepat untuk mengurai kemacetan adalah penerapan one way.

"Skema satu arah untuk menyelesaikan persoalan kemacetan di jalan Daan Mogot. Sekarang Pemerintah Kota Tangerang mau menyelesaikan itu," ucapnya, 13 Februari 2022.

Dia mengatakan, salah satu penyebab kemacetan itu adalah keberadaan pintu keluar masuk jalan Tol Daan Mogot.

One way akhirnya diujicobakan pada 20 Februari 2022. Usai diujicobakan, kemacetan justru timbul di Jalan Bouraq pada 21 Februari 2022.

Sebelum diterapkan, pengendara dari arah jalan Raya Pantura dapat langsung lurus ke Jalan Daan Mogot.

Baca juga: Bantah Macet di Benteng Betawi Imbas One Way Daan Mogot, Dishub: Penyebabnya Kereta Api

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Penemuan Mayat Dalam Toren di Pondok Aren, Pemilik Rumah Buka Penutup 3 Kali Putaran

Penemuan Mayat Dalam Toren di Pondok Aren, Pemilik Rumah Buka Penutup 3 Kali Putaran

Megapolitan
Polisi: 11 Anak di Bogor Dicabuli Saat Sewa Sepeda Listrik

Polisi: 11 Anak di Bogor Dicabuli Saat Sewa Sepeda Listrik

Megapolitan
Polisi Tangkap Pengedar Sabu Berkedok Jual Nasi di Bojonggede

Polisi Tangkap Pengedar Sabu Berkedok Jual Nasi di Bojonggede

Megapolitan
Pria di Bogor Cabuli 11 Anak di Bawah Umur, Korban Diiming-imingi Tambahan Waktu Sewa Sepeda Listrik

Pria di Bogor Cabuli 11 Anak di Bawah Umur, Korban Diiming-imingi Tambahan Waktu Sewa Sepeda Listrik

Megapolitan
Polisi Tangkap Pria Paruh Baya yang Cabuli 11 Anak di Bogor

Polisi Tangkap Pria Paruh Baya yang Cabuli 11 Anak di Bogor

Megapolitan
Ahok, PDI-P, dan Jalan Terjal Menuju Pilkada 2024 di DKI serta Sumut

Ahok, PDI-P, dan Jalan Terjal Menuju Pilkada 2024 di DKI serta Sumut

Megapolitan
Bejatnya Pemilik Warung di Kemayoran, Perkosa Anak Disabilitas sampai Tiga Kali

Bejatnya Pemilik Warung di Kemayoran, Perkosa Anak Disabilitas sampai Tiga Kali

Megapolitan
Ada Mayat Pria Dalam Toren di Pondok Aren, Pemilik Rumah Sempat Pakai Air untuk Mandi

Ada Mayat Pria Dalam Toren di Pondok Aren, Pemilik Rumah Sempat Pakai Air untuk Mandi

Megapolitan
Polisi Tangkap 4 Penadah HP Hasil Curian di Jakarta Pusat

Polisi Tangkap 4 Penadah HP Hasil Curian di Jakarta Pusat

Megapolitan
Identitas Mayat Dalam Toren di Pondok Aren, Ternyata Tetangga Pemilik Rumah

Identitas Mayat Dalam Toren di Pondok Aren, Ternyata Tetangga Pemilik Rumah

Megapolitan
Pria di Jakpus 12 Kali Jambret HP, Hasilnya untuk Kebutuhan Sehari-hari

Pria di Jakpus 12 Kali Jambret HP, Hasilnya untuk Kebutuhan Sehari-hari

Megapolitan
Pengemudi Motor Korban Tabrakan Beruntun di Jalan Kartini Depok Meninggal Dunia

Pengemudi Motor Korban Tabrakan Beruntun di Jalan Kartini Depok Meninggal Dunia

Megapolitan
Terkejutnya Sutrisno Temukan Mayat Laki-laki Bertato di Dalam Toren Air Rumahnya

Terkejutnya Sutrisno Temukan Mayat Laki-laki Bertato di Dalam Toren Air Rumahnya

Megapolitan
Jakarta Jadi Barometer Politik Nasional, Bawaslu Sebut Beban Pengawasan Pilkada DKI Lebih Berat

Jakarta Jadi Barometer Politik Nasional, Bawaslu Sebut Beban Pengawasan Pilkada DKI Lebih Berat

Megapolitan
Temukan Mayat Dalam Toren, Warga Pondok Aren Awalnya Keluhkan Air Bau Bangkai

Temukan Mayat Dalam Toren, Warga Pondok Aren Awalnya Keluhkan Air Bau Bangkai

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com