Kompas.com - 02/03/2022, 14:11 WIB
Editor Ihsanuddin

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang akhir masa jabatannya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memaparkan capaian penurunan kemacaetan di Jakarta.

Kali ini ia memamerkan pencapaian itu di acara Jakarta E-Mobility Event, Selasa (1/3/2022). Anies menyebut kemacetan Jakarta sudah jauh berkurang jika dibandingkan sebelum ia menjabat. 

Baca juga: Riwayat Normalisasi Ciliwung: Dikebut Jokowi-Ahok, Baru Dilanjutkan Anies Jelang Lengser

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menggunakan data dari TomTom Traffic Index dalam mengukur tingkat kemacetan di Jakarta dan perbandingannya dengan negara lain. 

"Jakarta merupakan salah satu kota paling macet di dunia. Berdasarkan TomTom Traffic Index, di tahun 2017 kita ada di nomor empat di seluruh dunia sebagai kota paling macet di dunia," kata Anies dalam acara yang disiarkan daring tersebut.

Baca juga: Anies Dapat Dua Jempol dari Ketua Umat Hindu Jakarta untuk Maju Jadi Calon Presiden 2024

Namun semenjak ada tranformasi transportasi publik yang berjalan sejak awal 2018, peringkat Jakarta turun menjadi nomor tujuh kota termacet di dunia. Lalu pada 2019, lanjut Anies, Jakarta berada di urutan sepuluh.

"Tapi kami tidak suka masih di dalam 10. Kami ingin keluar dari 10 besar, maka pada 2020, peringkat Jakarta turun ke 31," kata dia.

Baca juga: Dinilai Tak Efektif Cegah Banjir Jakarta, Sumur Resapan ala Anies Malah Akan Digunakan di IKN

Lalu di tahun 2021, peringkat Jakarta sebagai kota termacet di dunia terus menurun dengan berada di peringkat 46. 

Namun menurut Anies, terus menurunnya tingkat kemacetan di ibu  kota ini tidak hanya berkat kinerja pemerintah.

Warga Jakarta yang sudah beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum juga turut berkontribusi besar bagi penanganan kemacetan. 

Ini sejalan dengan visi Anies mengubah kota Jakarta yang didominasi kemacetan dan polusi menjadi salah satu kota unggul dengan transportasi publik yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.