Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/03/2022, 05:28 WIB
Editor Ihsanuddin

JAKATA, KOMPAS.com- Berita mengenai berpulnganya Penulis novel "Lupus" Hilman Hariwijaya menjadi berita yang paling banyak dibaca di kanal Megapolitan Kompas.com pada Kamis (11/3/2022) kemarin. 

Kabar lain yang menarik perhatian pembaca adalah sidang mediasi terkait investasi bodong dengan terdakwa ustaz Yusuf Mansur

Selain itu, berita mengenai gubuk khusus nyabu di Kampung Boncos juga turut menjadi salah satu berita yang paling banyak dibaca. 

Istri Penulis Hilman Hariwijaya: Walau Baru Sebulan Menikah, Mas Hilman Kasih Kenangan Luar Biasa

Penulis novel "Lupus" Hilman Hariwijaya meninggal dunia di usianya yang ke 57 Tahun.

"(Meninggal) usia 57 mau 58 tahun," ujar istri Hilman, Dewi Natalia, di lokasi pemakaman di TPU Jombang, Tangerang Selatan, pada Rabu (9/3/2022).

Hilman meninggalkan Dewi yang baru saja dinikahinya sebulan lalu. "Saya walaupun hanya sebulan, tapi kenangan yang luar biasa Mas Hilman kasih," ujar Dewi sambil menahan isak tangisnya.

Ia juga mengungkapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan berbagai pihak. Sebelum meninggal dunia, Hilman diketahui dirawat di rumah sakit karena komplikasi penyakit yang dideritanya. 

Baca artikel selengkapnya di sini.

Yusuf Mansur Diminta Kembalikan Pokok Investasi yang Dikonversi ke Harga Emas

Agenda mediasi pertama kasus ingkar janji (wanprestasi) yang menjerat Jama'an Nurchotib alias Ustaz Yusuf Mansur usai digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Kota Tangerang, Kamis (10/3/2022).

Perkara yang menjerat Yusuf kali ini berkait wanprestasi dana investasi hotel haji/umrah yang bernama Hotel Siti, Kota Tangerang. Ada 12 orang yang melayangkan gugatan kepada Yusuf dkk dalam kasus itu.

Kuasa hukum para penggugat yang bernama Ichwan Tony berujar, dalam mediasi, timnya mengajukan proposal perdamaian kepada kuasa hukum Yusuf Mansur dan dua tergugat lain dalam kasus yang sama.

"Kita menawarkan proposal perdamaian kepada tergugat 1, 2, dan 3. Yang mana, inti penawaran kami adalah mengembalikan pokok investasi dari para penggugat," paparnya saat ditemui usai mediasi, Kamis.

Baca artikel selengkapnya di sini. 

Mengenal Hotel 10.000, Gubuk Khusus Nyabu di Kampung Boncos Jakarta Barat

Pemandangan menarik terlihat saat petugas polisi menggerebek pesta narkoba di Kampung Boncos, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, pada Kamis (10/3/2022) sore.

Penggerebekan tersebut dilakukan di beberapa bangunan semi permanen yang terbuat dari kayu dan terpal.

Bangunan yang lebih cocok disebut gubuk itu berdiri di lahan kosong di Kampung Boncos. Gubuk-gubuk tersebut berukuran dua meter hingga enam meter persegi.

Ada satu gubuk yang berlokasi agak tinggi dan bentuknya seperti rumah panggung. Kapolsek Palmerah Dodi Abdulrohim menjelaskan, gubuk-gubuk itu dikenal dengan nama Hotel 10.000.

"Hotel 10.000 itu digunakan oleh para pembeli narkoba untuk mengonsumsi narkoba," kata Dodi di Palmerah, Kamis.

Dodi menjelaskan, para pengguna yang telah membeli narkoba di Kampung Boncos sengaja menyewa Hotel 10.000 itu untuk menggunakan barang haram tersebut.

 

Baca artikel selengkapnya di sini. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Motor Anggota Polisi Digondol Maling, Polsek Cakung Langsung Sisir TKP

Motor Anggota Polisi Digondol Maling, Polsek Cakung Langsung Sisir TKP

Megapolitan
Tidak Dikunci Setang, Motor Anggota Polisi Digondol Maling

Tidak Dikunci Setang, Motor Anggota Polisi Digondol Maling

Megapolitan
13 Pengedar Ganja Sintetis Diringkus, Polresta Bandara Sita 4,9 Kg Barang Bukti

13 Pengedar Ganja Sintetis Diringkus, Polresta Bandara Sita 4,9 Kg Barang Bukti

Megapolitan
Kronologi Pencurian Bermodus Ganjal Mesin ATM di Tangerang, Pura-pura Bantu Korban untuk Lihat PIN

Kronologi Pencurian Bermodus Ganjal Mesin ATM di Tangerang, Pura-pura Bantu Korban untuk Lihat PIN

Megapolitan
Pria Pengangguran di Bogor Ditangkap, Polisi Sita Ribuan Pil Obat Keras

Pria Pengangguran di Bogor Ditangkap, Polisi Sita Ribuan Pil Obat Keras

Megapolitan
Tempat Parkir Bertarif Tinggi di Jakarta Jadi 11 Titik, Berikut Lokasinya

Tempat Parkir Bertarif Tinggi di Jakarta Jadi 11 Titik, Berikut Lokasinya

Megapolitan
Lokasi Parkir Tarif Tinggi di Jakarta Jadi 11 Titik, Mobil Tak Lulus Uji Emisi Kena Rp 7.500 Per Jam

Lokasi Parkir Tarif Tinggi di Jakarta Jadi 11 Titik, Mobil Tak Lulus Uji Emisi Kena Rp 7.500 Per Jam

Megapolitan
Perbaikan Taman Margasatwa Ragunan Akan Berlangsung Lebih dari 2 Tahun

Perbaikan Taman Margasatwa Ragunan Akan Berlangsung Lebih dari 2 Tahun

Megapolitan
Berkenalan dengan Dua Anggota Baru Taman Margasatwa Ragunan, Tazoo dan Unggul

Berkenalan dengan Dua Anggota Baru Taman Margasatwa Ragunan, Tazoo dan Unggul

Megapolitan
Duloh Ungkap Kronologi Pembunuhan Terhadap Anak Kandung Wowon: Dicekik dan Dibekap

Duloh Ungkap Kronologi Pembunuhan Terhadap Anak Kandung Wowon: Dicekik dan Dibekap

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Dapat Rp 130 Miliar dari Pemprov DKI, Dipakai untuk Mempercantik Kandang

Taman Margasatwa Ragunan Dapat Rp 130 Miliar dari Pemprov DKI, Dipakai untuk Mempercantik Kandang

Megapolitan
Sopir Ikuti Google Maps, Truk Kontainer Tersasar ke Jalan Kecil di Perkampungan Tangerang

Sopir Ikuti Google Maps, Truk Kontainer Tersasar ke Jalan Kecil di Perkampungan Tangerang

Megapolitan
'Sebelum Ditutup Waduk Marunda, Air Suka Meluap ke Sini'

"Sebelum Ditutup Waduk Marunda, Air Suka Meluap ke Sini"

Megapolitan
Menengok Waduk Retensi Marunda, Andalan Warga Cilincing untuk Cegah Banjir

Menengok Waduk Retensi Marunda, Andalan Warga Cilincing untuk Cegah Banjir

Megapolitan
Stigma Nikah di KUA Masih Jelek, Sering Dicap Tak Punya Modal

Stigma Nikah di KUA Masih Jelek, Sering Dicap Tak Punya Modal

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.