Kompas.com - 11/03/2022, 13:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah aliansi buruh menggelar aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (11/3/2022) siang.

Berdasarkan pantauan Kompas.com pukul 13.02 WIB, lalu lintas bagi kendaraan dari arah timur ke barat di Jalan Gatot Subroto masih lancar.

Tampak beberapa polisi mengatur lalu lintas. Sebagian personel lain menjaga aksi unjuk rasa para buruh.

Aksi demo sebelumnya sempat terhenti karena sebagian buruh melaksanakan shalat Jumat. Kini, para buruh kembali berdatangan ke depan gerbang utama gedung DPR RI.

"Iya tadi jeda dulu, karena shalat Jumat. Ini kita lanjut lagi," kata salah satu buruh yang mengikuti demo.

Baca juga: Lokasi Vaksin di Jabodetabek 11 Maret 2022 dan Link Pendaftarannya

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal sebelumnya mengatakan, ada empat tuntutan yang disuarakan para buruh dalam aksi demo Jumat ini.

Pertama, para buruh menolak perpanjangan masa jabatan presiden. Buruh meminta kepada DPR untuk tidak menunda Pemilu dan Pilpres 2024.

"Bagaimana pun, perpanjangan masa jabatan presiden adalah sesuatu yang ilegal dan inkonstitusional," ujar Said Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/3/2022).

Said Iqbal menduga, alasan perpanjangan masa jabatan presiden karena faktor ekonomi merupakan hal yang mengada-ada.

"Tidak ada alasan ekonomi menjadi alasan untuk tidak menyelenggarakan Pemilu 14 Februari 2024 dan ingin memperpanjang masa jabatan Presiden. Ini bukan tentang hak berdemokrasi, ini tentang kudeta konstitusional," ucap Said Iqbal.

Baca juga: Mengenal Hotel 10.000, Gubuk Khusus Nyabu di Kampung Boncos Jakarta Barat

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pulau G Sudah Lama Terkena Abrasi, Bagian Tengah Pulau Dipenuhi Air Laut

Pulau G Sudah Lama Terkena Abrasi, Bagian Tengah Pulau Dipenuhi Air Laut

Megapolitan
Sejarah Panjang Pulau G yang Kini Dipenuhi Sampah dan Terkikis Air Laut

Sejarah Panjang Pulau G yang Kini Dipenuhi Sampah dan Terkikis Air Laut

Megapolitan
Curhat Pedagang Cendera Mata di Kota Tua, Banjir Rezeki Saat Ada Rombongan Bus Pariwisata

Curhat Pedagang Cendera Mata di Kota Tua, Banjir Rezeki Saat Ada Rombongan Bus Pariwisata

Megapolitan
Tas Pengunjung Kolam Renang di Ciracas Diduga Dicuri, Uang hingga Ponsel Raib

Tas Pengunjung Kolam Renang di Ciracas Diduga Dicuri, Uang hingga Ponsel Raib

Megapolitan
Wali Kota Benyamin Sebut Banjir di Tangsel Terjadi akibat Masalah Drainase

Wali Kota Benyamin Sebut Banjir di Tangsel Terjadi akibat Masalah Drainase

Megapolitan
BEM SI Bakal Kembali Demo di Gedung DPR, Suarakan Isu Petani dan Tolak Kenaikan BBM

BEM SI Bakal Kembali Demo di Gedung DPR, Suarakan Isu Petani dan Tolak Kenaikan BBM

Megapolitan
Antisipasi Longsor di Tanjung Barat, Pemkot Jaksel Pasang Potongan Kayu Dolken

Antisipasi Longsor di Tanjung Barat, Pemkot Jaksel Pasang Potongan Kayu Dolken

Megapolitan
Hakim Ceramahi Saksi dari Kuasa Hukum Indra Kenz: Anda Berhasil 1 Tahun, Tahun Ke-2 Bunuh Diri

Hakim Ceramahi Saksi dari Kuasa Hukum Indra Kenz: Anda Berhasil 1 Tahun, Tahun Ke-2 Bunuh Diri

Megapolitan
Ini Pengakuan Sopir Truk yang Diinjak dan Dipermalukan Wakil Ketua DPRD Depok

Ini Pengakuan Sopir Truk yang Diinjak dan Dipermalukan Wakil Ketua DPRD Depok

Megapolitan
Kondisi Terkini Pulau G: Dipenuhi Sampah, Ditumbuhi Rerumputan, dan Terkikis Air Laut

Kondisi Terkini Pulau G: Dipenuhi Sampah, Ditumbuhi Rerumputan, dan Terkikis Air Laut

Megapolitan
Ini Persoalan Mengapa Pemprov DKI Jakarta Belum Bisa Keluarkan HPL Pulau G

Ini Persoalan Mengapa Pemprov DKI Jakarta Belum Bisa Keluarkan HPL Pulau G

Megapolitan
Saringan Sampah Kali Ciliwung Dapat Saring hingga 52 Ton Sampah, Berikut Cara Kerjanya

Saringan Sampah Kali Ciliwung Dapat Saring hingga 52 Ton Sampah, Berikut Cara Kerjanya

Megapolitan
Anies Klaim Saringan Sampah di Ciliwung Jadi yang Pertama di Indonesia

Anies Klaim Saringan Sampah di Ciliwung Jadi yang Pertama di Indonesia

Megapolitan
Gudang Tiner di Teluknaga Terbakar, Satu Korban Luka-luka

Gudang Tiner di Teluknaga Terbakar, Satu Korban Luka-luka

Megapolitan
Terlibat Cekcok, Seorang Perempuan Ditusuk Temannya di Bagian Leher di Ratujaya Depok

Terlibat Cekcok, Seorang Perempuan Ditusuk Temannya di Bagian Leher di Ratujaya Depok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.