Kompas.com - 22/03/2022, 10:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga di kawasan Rumah Susun (Rusun) Marunda, Jakarta Utara, masih merasakan dampak pencemaran lingkungan akibat debu batu bara.

Menurut warga, belum ada perubahan yang signifikan meski Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memberikan sanksi kepada PT Karya Citra Nusantara (KCN) atas pencemaran tersebut.

Sekolah satu atap di kompleks Rusun Marunda, yakni SDN 05 Marunda, SMPN 209 Jakarta, dan SLBN 8 Jakarta, merupakan salah satu lokasi yang masih terdampak abu batu bara.

Kepala SDN 05 Marunda Purwatiningsih mengatakan, dampak debu batu bara justru dirasakan makin parah.

"Belum ada (perubahan), ini makin parah. Ada sanksi, tapi kok belum ada perubahan. Bahkan debunya tadi pagi makin banyak. Kalau anginnya kencang, pasti debunya makin banyak," ujar Purwatiningsih saat ditemui, Senin (21/3/2022).

Baca juga: Polusi Debu Batu Bara Kian Mengganggu Aktivitas Sekolah di Marunda

Menurut Purwatiningsih, area sekolah harus dibersihkan lebih dari empat kali dalam sehari akibat debu batu bara.

Ia mengatakan, semula lokasi penimbunan batu bara PT KCN berada jauh dari lokasi sekolah.

Namun, kini timbunan batu bara makin menggunung dan letaknya kian dekat dengan area sekolah.

Bahkan, dari ruangannya di lantai 3, gunungan batu bara terlihat jelas dan cukup dekat. Jendela di ruangannya pun tampak kotor oleh debu yang berwarna hitam.

"Tadinya letaknya tidak dekat, agak jauh. Paling kalau angin yang benar-benar besar, kami baru kena. Sekarang ini di belakang persis, kelihatan banget dari jendela. Tumpukannya banyak dan semakin banyak," kata Purwatiningsih.

Baca juga: 2 Tahun PJJ, Kepala Sekolah SDN 05 Marunda Kaget Ada Debu Batu Bara Saat Mulai PTM

Sanksi untuk PT KCN tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Kepala Suku Dinas LH Jakarta Utara Nomor 12 Tahun 2022 tentang Penerapan Sanksi Administratif Paksaan Pemerintah kepada PT KCN yang diterbitkan 14 Maret 2022.

Dinas LH DKI Jakarta menemukan 11 pelanggaran di lapangan dan 31 pelanggaran dokumen dan peraturan lingkungan.

PT KCN diwajibkan melakukan perbaikan pengelolaan lingkungan hidup sebanyak 31 item sesuai ketentuan dalam dokumen lingkungan hidup Nomor 066/-1.774.152 September 2012.

Sanksi yang diberikan antara lain membangun tanggul setinggi empat meter pada area stockpile atau penimbunan batu bara.

PT KCN juga harus memfungsikan area pier 1 kade selatan untuk bongkar muat bahan jadi yang tidak berpotensi menimbulkan pencemaran selain kegiatan bongkar muat batu bara paling lambat 14 hari.

Sekolah dipenuhi debu batu bara setelah 2 tahun tak dipakai

Sekolah satu atap di Marunda, Jakarta Utara terpapar polusi debu batubara dari PT KCN. Terdapat tiga sekolah di sekolah ini, yaitu SDN 05 Marunda, SMPN 209 Jakarta, dan SLBN 08 Jakarta.KOMPAS.com/Deti Mega Purnamasari Sekolah satu atap di Marunda, Jakarta Utara terpapar polusi debu batubara dari PT KCN. Terdapat tiga sekolah di sekolah ini, yaitu SDN 05 Marunda, SMPN 209 Jakarta, dan SLBN 08 Jakarta.
Purwatiningsih mengaku terkejut ketika pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolahnya dibuka kembali pada Januari 2022.

Setelah tak digunakan sekitar dua tahun karena siswa melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ), area sekolah dipenuhi debu-debu berwarna hitam.

"Selama dua tahun PJJ, belajar di rumah, tidak tahu (ada polusi debu batu bara), begitu kemarin masuk bulan Januari kok ini (letak gunungan batu bara PT KCN) dekat banget. Di sini pinggir laut, angin pasti, enggak ada debu itu kalau hujan doang," kata Purwatiningsih.

Baca juga: Sekolah di Marunda Pernah Keluhkan Debu Batu Bara, tetapi Diabaikan PT KCN

Purwatiningsih berharap agar pencemaran lingkungan itu bisa segera diatasi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aturan Baru yang Diterapkan Saat PPKM di Jakarta Naik ke Level 2, Kapasitas WFO hingga Mal Dibatasi

Aturan Baru yang Diterapkan Saat PPKM di Jakarta Naik ke Level 2, Kapasitas WFO hingga Mal Dibatasi

Megapolitan
Ratapan Orangtua dari Murid yang Ditahan karena Keroyok Adik Kelas: 'Penjara Bukan Jawaban'

Ratapan Orangtua dari Murid yang Ditahan karena Keroyok Adik Kelas: "Penjara Bukan Jawaban"

Megapolitan
Jakarta Jadi Tuan Rumah Pameran Filateli Dunia pada 2-10 Agustus 2022

Jakarta Jadi Tuan Rumah Pameran Filateli Dunia pada 2-10 Agustus 2022

Megapolitan
Peluru Sasar Kaki Perempuan yang Tengah Bersantai di Rumahnya di Cilincing, Polisi Periksa 6 Saksi

Peluru Sasar Kaki Perempuan yang Tengah Bersantai di Rumahnya di Cilincing, Polisi Periksa 6 Saksi

Megapolitan
Asal-usul Remaja Citayam Nongkrong di Dukuh Atas, Imbas Pembebasan Lahan di Tanah Abang

Asal-usul Remaja Citayam Nongkrong di Dukuh Atas, Imbas Pembebasan Lahan di Tanah Abang

Megapolitan
Tahun Ini, PAM Jaya Fokus Sediakan Suplai Air dari Pesanggrahan-Ciliwung

Tahun Ini, PAM Jaya Fokus Sediakan Suplai Air dari Pesanggrahan-Ciliwung

Megapolitan
Pelaku Pembunuhan Perempuan yang Jasadnya Dibuang ke Kali Krukut Sempat Kabur dengan Motor Korban

Pelaku Pembunuhan Perempuan yang Jasadnya Dibuang ke Kali Krukut Sempat Kabur dengan Motor Korban

Megapolitan
UPDATE 5 Juli 2022: Bertambah 106, Total Kasus Covid-19 di Tangerang Tembus 75.435

UPDATE 5 Juli 2022: Bertambah 106, Total Kasus Covid-19 di Tangerang Tembus 75.435

Megapolitan
Masuk Mal Wajib Vaksin Booster, Pemeriksaan PeduliLindungi Diperketat

Masuk Mal Wajib Vaksin Booster, Pemeriksaan PeduliLindungi Diperketat

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Mahasiswi Aniaya Polisi Dibebaskan lewat 'Restorative Justice' dan PPKM di Jakarta Naik Level 2

[POPULER JABODETABEK] Mahasiswi Aniaya Polisi Dibebaskan lewat "Restorative Justice" dan PPKM di Jakarta Naik Level 2

Megapolitan
UPDATE 5 Juli 2022: Tambah 159, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Tembus 87.211

UPDATE 5 Juli 2022: Tambah 159, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Tembus 87.211

Megapolitan
Pemkot Depok Tunda Penertiban Lapak PKL di Sejajar Rel Pasar Kemiri Muka Usai Bermediasi dengan Pedagang

Pemkot Depok Tunda Penertiban Lapak PKL di Sejajar Rel Pasar Kemiri Muka Usai Bermediasi dengan Pedagang

Megapolitan
Pemkot Jakbar Gelar Uji Emisi Gratis di Sekitar Mall Taman Anggrek Hari Ini

Pemkot Jakbar Gelar Uji Emisi Gratis di Sekitar Mall Taman Anggrek Hari Ini

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jaksel dan Bodeta Hujan Siang hingga Sore

Prakiraan Cuaca BMKG: Jaksel dan Bodeta Hujan Siang hingga Sore

Megapolitan
Bentrok 2 Gangster di Pondok Gede, Polisi Tangkap 3 Pria Pengangguran

Bentrok 2 Gangster di Pondok Gede, Polisi Tangkap 3 Pria Pengangguran

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.