Kompas.com - 22/03/2022, 16:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Jaringan pengedar narkotika di kompleks Permata Kedaung Kaliangke atau dikenal Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, memanfaatkan teknologi informasi untuk menghindari penggerebekan polisi.

Kepala Kepolisian Sektor Cengkareng Kompol Ardhie Demastyo mengatakan, jaringan pengedar di Kampung Ambon memanfaatkan aplikasi WhatsApp.

"Di Kampung Ambon juga mereka pakai kode. Kemarin, salah satu pelaku, kami dapatkan telah melakukan komunikasi melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp," kata Ardhie saat dikonfirmasi, Selasa (22/3/2022).

Baca juga: Setelah Gerebek Jaringan Narkoba, 15 Personel Disiagakan di Kampung Ambon Cengkareng

Menurut Ardhie, para pengedar saling mengabarkan kedatangan polisi melalui pesan singkat. "Mereka itu berpesan 'awas ada polisi' atau 'awas ada pergerakan'," ungkap Ardhie.

Ardhie memastikan pihaknya akan mendalami jaringan pengedar narkotika melalui aplikasi WhatsApp yang digunakan.

Adapun dalam penggerebekan pada Kamis (17/3/2022) malam, Polsek Cengkareng dan Brimob Polda Metro Jaya berhasil mengamankan tujuh orang.

Dari tujuh orang yang diamankan, tiga orang telah dibebaskan karena berdasarkan hasil tes urine, ketiganya negatif narkoba.

Sedangkan empat orang lainnya masih dalam penanganan Polsek Cengkareng. "Satu dari empat orang ini kita duga ada yang sebagai bandar,” lanjut Ardhie.

Baca juga: Saat Polisi Ubrak-abrik Sarang Narkoba di Kampung Ambon, Bahari, dan Boncos...

Kode di Kampung Boncos dan Kampung Bahari

Berbeda dengan di Kampung Ambon, Kepala Kepolisian Sektor Palmerah AKP Dodi Abdulrohim mengatakan, kedatangan polisi tercium oleh jaringan narkoba di Kampung Boncos melalui sebuah kode.

Jaringan itu menggunakan kode "penyakit" untuk mengumumkan kedatangan polisi.

"Kodenya penyakit. Jadi kalau kita datang itu dibilangnya ada penyakit, 'Awas ada penyakit, awas penyakit', gitu kodenya," kata Dodi kepada wartawan, Jumat (11/3/2022).

Sedangkan di Kampung Bahari, para pengedar menggunakan isyarat petasan untuk menghindari petugas.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menjelaskan, para pengedar hingga pengguna narkoba akan langsung bertiarap dan bersembunyi jika mendengar suara petasan tersebut.

Selain itu, para pelaku juga memasang kamera pengawas atau CCTV di setiap gang untuk memantau pergerakan orang dan kedatangan polisi.

Baca juga: Kampung Ambon Langsung Digerebek Polsek Cengkareng Usai Disorot Kapolda Metro

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Covid-19, Masyarakat Diminta Perketat Prokes Saat Perayaan HUT Ke-77 RI

Cegah Covid-19, Masyarakat Diminta Perketat Prokes Saat Perayaan HUT Ke-77 RI

Megapolitan
Terobos Palang Pintu Kereta di Pesing, Pengendara Motor Terserempet KA Bandara dan Meninggal di TKP

Terobos Palang Pintu Kereta di Pesing, Pengendara Motor Terserempet KA Bandara dan Meninggal di TKP

Megapolitan
Polisi Tangkap Pencuri Motor di Menteng, Pelaku Kerap Jual Hasil Kejahatan lewat Media Sosial

Polisi Tangkap Pencuri Motor di Menteng, Pelaku Kerap Jual Hasil Kejahatan lewat Media Sosial

Megapolitan
Bukan Roboh, Jembatan 'Indiana Jones' di RT 11 Srengseng Sawah Sedang Diperbaiki

Bukan Roboh, Jembatan "Indiana Jones" di RT 11 Srengseng Sawah Sedang Diperbaiki

Megapolitan
Anies Kukuhkan Paskibraka DKI untuk Upacara HUT Ke-77 RI di Monas

Anies Kukuhkan Paskibraka DKI untuk Upacara HUT Ke-77 RI di Monas

Megapolitan
'Depok Open Space' Akan Hadir sebagai Ruang Ekspresi Anak Muda, Begini Konsepnya...

"Depok Open Space" Akan Hadir sebagai Ruang Ekspresi Anak Muda, Begini Konsepnya...

Megapolitan
Tiga Kader Gerindra di DPRD Minta Bentuk Pansus JIS, Ini Respons Riza Patria

Tiga Kader Gerindra di DPRD Minta Bentuk Pansus JIS, Ini Respons Riza Patria

Megapolitan
Pelajaran dari Kasus Alfamart Vs Pencuri Cokelat, Jangan Gampang Salah Gunakan UU ITE

Pelajaran dari Kasus Alfamart Vs Pencuri Cokelat, Jangan Gampang Salah Gunakan UU ITE

Megapolitan
Rekayasa Lalu Lintas Upacara HUT Ke-77 RI, Kawasan Patung Kuda, Harmoni, dan Gambir Ditutup

Rekayasa Lalu Lintas Upacara HUT Ke-77 RI, Kawasan Patung Kuda, Harmoni, dan Gambir Ditutup

Megapolitan
Steril Hari Ini, Besok Kawasan Monas Dibuka Saat Kirab Bendera

Steril Hari Ini, Besok Kawasan Monas Dibuka Saat Kirab Bendera

Megapolitan
Jaksa Sebut Eksepsi Indra Kenz Tidak Berdasar

Jaksa Sebut Eksepsi Indra Kenz Tidak Berdasar

Megapolitan
Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi yang Diajukan Indra Kenz

Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi yang Diajukan Indra Kenz

Megapolitan
Animo Layanan Bus Tingkat Tinggi, Transjakarta Perpanjang Operasional Bus Wisata Jadi Selasa-Minggu

Animo Layanan Bus Tingkat Tinggi, Transjakarta Perpanjang Operasional Bus Wisata Jadi Selasa-Minggu

Megapolitan
Mobil Tabrak Truk Tangki hingga Tewaskan 3 Orang di Tol Jagorawi, Sopir Diduga Mengantuk

Mobil Tabrak Truk Tangki hingga Tewaskan 3 Orang di Tol Jagorawi, Sopir Diduga Mengantuk

Megapolitan
Mobil Tabrak Truk Tangki di Tol Jagorawi, 3 Orang Tewas di Tempat

Mobil Tabrak Truk Tangki di Tol Jagorawi, 3 Orang Tewas di Tempat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.