Kompas.com - 23/03/2022, 19:22 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com - Sidang kasus investasi emas yang menjerat Budi Hermanto yang seharusnya berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Kota Tangerang, pada Rabu (23/3/2022), terpaksa ditunda.

Budi kini berstatus terdakwa kasus penipuan dan kini tengah menjalani sidang pidana atas kasus penipuan di PN Tangerang dengan nomor perkara 1907/Pid.B/2021/PN Tangerang.

Namun, saat sidang kasus penipuan itu sedang berlangsung, eks pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rasamala Aritonang mewakili kliennya melayangkan gugatan terhadap Budi.

Baca juga: Saat 8 Warga Tergiur Investasi Emas, Berakhir Rugi Rp 53 Miliar, Ajukan Tuntutan Didampingi Eks Pegawai KPK...

Ada delapan orang klien Rasamala yang diduga menjadi korban penipuan investasi emas yang dilakukan oleh Budi.

Rasamala menyampaikan gugatannya kepada Budi di PN Tangerang pada 16 Maret 2022.

"Agenda hari ini kan kelanjutan sidang minggu lalu. Sudah disampaikan majelis hakim bahwa agenda sidang minggu ini adalah jawaban atau respons yang disampaikan oleh pihak tergugat atau terdakwa Budi Hermanto atas gugatan kami yang disampaikan minggu lalu," papar Rasamala, ditemui seusai sidang dibatalkan, Rabu.

Namun, penasihat hukum Budi tidak menyampaikan jawaban atas gugatan yang diajukan Rasamala pada sidang Rabu ini.

Dengan demikian, majelis hakim memutuskan untuk menunda agenda sidang hingga Senin (28/3/2022).

Baca juga: Terdakwa Kasus Penipuan Investasi Emas Dituntut Bayar Rp 53 Miliar oleh Eks Pegawai KPK

"Tetapi hari ini, dari pihak penasihat hukum menyampaikan (bahwa mereka) belum siap untuk jawaban itu," sebut Rasamala.

"Kita tetap hormati apa yang disampaikan atau diputuskan majelis hakim (berkait) agenda diundur sampai hari Senin depan," sambungnya.

Sebagai informasi, sejak 16 Maret 2022, gugatan yang dilayangkan Rasamala resmi digabungkan dengan perkara penipuan dengan nomor 1907/Pid.B/2021/PN Tng itu.

Dalam salah satu tuntutannya, Rasamala meminta Budi mengganti kerugian yang dialami delapan kliennya, yakni Rp 53.201.175.000 (Rp 53 miliar).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tarif Integrasi Berlaku, Cukup Bayar Sekali saat Naik Transjakarta, MRT dan LRT

Tarif Integrasi Berlaku, Cukup Bayar Sekali saat Naik Transjakarta, MRT dan LRT

Megapolitan
Putra Siregar dan Rico Valentino Akan Jalani Sidang Vonis Kasus Penganiayaan secara Virtual

Putra Siregar dan Rico Valentino Akan Jalani Sidang Vonis Kasus Penganiayaan secara Virtual

Megapolitan
Anies Terbitkan Kepgub, Tarif Integrasi Transportasi Rp 10.000 Resmi Berlaku

Anies Terbitkan Kepgub, Tarif Integrasi Transportasi Rp 10.000 Resmi Berlaku

Megapolitan
Motif Petugas PPSU Menganiaya Pacar, Cemburu karena Dibandingkan dengan Mantan Kekasih

Motif Petugas PPSU Menganiaya Pacar, Cemburu karena Dibandingkan dengan Mantan Kekasih

Megapolitan
Tarif Ojol Naik, Sebagian Warga Ibu Kota Beralih ke Kendaraan Pribadi

Tarif Ojol Naik, Sebagian Warga Ibu Kota Beralih ke Kendaraan Pribadi

Megapolitan
 Jembatan Antilope di Bekasi Diuji Coba, Akan Gantikan Jembatan 'Nunduk'

Jembatan Antilope di Bekasi Diuji Coba, Akan Gantikan Jembatan "Nunduk"

Megapolitan
Hadirkan Wahana Zombi 'Train to Apocalypse', LRT Akui untuk Genjot Jumlah Penumpang

Hadirkan Wahana Zombi "Train to Apocalypse", LRT Akui untuk Genjot Jumlah Penumpang

Megapolitan
UPDATE 10 Agustus: Tambah 226 Kasus Covid-19 di Tangerang, 243 Pasien Sembuh

UPDATE 10 Agustus: Tambah 226 Kasus Covid-19 di Tangerang, 243 Pasien Sembuh

Megapolitan
Kebakaran Bengkel di Tangerang yang Tewaskan Satu Orang Diduga akibat Korsleting

Kebakaran Bengkel di Tangerang yang Tewaskan Satu Orang Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
Riwayat Rusun 'Pengabdi Setan', Proyek 1.000 Tower SBY yang Mangkrak

Riwayat Rusun "Pengabdi Setan", Proyek 1.000 Tower SBY yang Mangkrak

Megapolitan
Kasus Kebakaran Gedung Kejagung yang Ditangani Ferdy Sambo, Berakhir dengan Vonis Penjara 5 Pekerja Bangunan

Kasus Kebakaran Gedung Kejagung yang Ditangani Ferdy Sambo, Berakhir dengan Vonis Penjara 5 Pekerja Bangunan

Megapolitan
Pidato Hidup atau Mati Soekarno soal Pangan dan Mural di Klender

Pidato Hidup atau Mati Soekarno soal Pangan dan Mural di Klender

Megapolitan
Sambut HUT Ke-77 RI, Sudin Parekraf Jakpus Akan Gelar Festival Seni di Kemayoran

Sambut HUT Ke-77 RI, Sudin Parekraf Jakpus Akan Gelar Festival Seni di Kemayoran

Megapolitan
Bengkel yang Juga Difungsikan sebagai Rumah Terbakar di Tangerang, Satu Orang Tewas

Bengkel yang Juga Difungsikan sebagai Rumah Terbakar di Tangerang, Satu Orang Tewas

Megapolitan
Pengakuan Terdakwa yang Keroyok Ade Armando Saat Demo di Gedung DPR

Pengakuan Terdakwa yang Keroyok Ade Armando Saat Demo di Gedung DPR

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.