Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ungkap Pemalsuan Meterai, Negara Diperkirakan Rugi Rp 762 Juta

Kompas.com - 26/03/2022, 18:42 WIB
Deti Mega Purnamasari,
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana mengatakan, pihaknya menemukan adanya aktivitas pemalsuan meterai sebanyak 76.000 lembar.

Pemalsuan meterai tersebut ditaksir merugikan negara akibat hingga Rp 762 juta.

"Kami menemukan adanya aktivitas pemalsuan meterai yang jumlahnya cukup banyak, yaitu 76.600 lembar yang berhasil kami sita dan amankan dari pelaku," ujar Putu, Sabtu (26/3/2022).

Baca juga: Pembuat KTP hingga Ijazah Palsu Ditangkap, Mengaku Raup Rp 14 Juta Seminggu

Putu mengatakan, temuan tersebut berdasarkan patroli cyber yang dilakukan Anggota Unit Ill Krimsus Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok pada 25 Februari 2011.

Tim tersebut mendapati adanya jual-beli meterai palsu di Facebook dengan akun bernama NAYLA dengan judul "Meterai 10.000 Setengah Harga".

Setelah itu, kata dia, tim melakukan penyamaran dengan memesan barang tersebut pada 17 Maret 2022 kepada tersangka berinisial Y.

Tersangka menjual sebanyak 2 lembar atau 100 buah meterai seharga Rp 500.000 kepada penerima berinisial J dengan alamat PT Energi Pelabuhan Indonesia Jalan Panaitan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Selasa (22/3/2022).

"Tersangka Y menggunakan jasa ojek online untuk pengirimannya, sedangkan pembayarannya sesual kesepakatan barang diterima kemudian ditransfer," kata Putu.

Baca juga: Polisi Sebut Tukang Siomay Pemerkosa Bocah di Jagakarsa Sempat Disembunyikan Istrinya

Tersangka juga menjual dengan harga Rp 5 juta untuk 100 lembar pada Januari 2022, Rp 3,5 juta untuk 70 lembar pada Februari 2022, dan meterai Rp 6.000 awal tahun 2017 sebanyak 100 lembar dengan harga per lembar Rp 25.000.

"Meterai 10.000 per lembar dijual dengan harga Rp 100.000-Rp 250.000, keuntungan yang tersangka Y peroleh antara Rp 50.000 sampai Rp 200.000," kata Putu

"Sedangkan untuk meterai 6.000 per lembar, tersangka Y jual antara Rp 50.000 sampai Rp 150.000, keuntungan yang tersangka Y raih antara Rp 50.000 sampai Rp 100.000," lanjut dia.

Putu mengatakan, seluruh keuntungan digunakan tersangka Y untuk kebutuhan sehari-hari.

Meskipun demikian, saat ini polisi masih memburu R yang juga merupakan pelaku pemalsuan yang berdomisili di Jatibening, Bekasi, Jawa Barat.

Baca juga: Masuk DPO, Tukang Siomay Pemerkosa Bocah di Jagakarsa Sempat Sembunyi di Rumah Kakaknya di Garut

Pelaku akan dikenakan Pasal 253 dan 257 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

Adapun bukti yang disita polisi dari tersangka antara lain adalah 157 lembar meterai Rp 10.000 yang diduga palsu dan 14 lembar meterai Rp 6.000 yang diduga palsu.

Polisi juga menemukan satu unit mesin alat pres pencetak meterai Rp 10.000 di rumah DPO R alias W, kemudian 1 unit printer HP, 1 unit mesin jahit, mesin bor, 1 papan pembuat pita hologram meterai Rp 10.000, 1 pcs kertas A4 warna putih, dan 791 lembar meterai Rp 10.000 yang diduga palsu siap jual.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Belasan Motor Mogok akibat Nekat Menerobos Banjir di Jalan Raya Jambore Cibubur

Belasan Motor Mogok akibat Nekat Menerobos Banjir di Jalan Raya Jambore Cibubur

Megapolitan
Jalan Raya Jambore Cibubur Banjir 30 Cm, Arus Lalin Sempat Dialihkan

Jalan Raya Jambore Cibubur Banjir 30 Cm, Arus Lalin Sempat Dialihkan

Megapolitan
Saksi Sebut Kamar Tempat Wanita Ditemukan Tewas di Kelapa Gading Dikunci dari Dalam

Saksi Sebut Kamar Tempat Wanita Ditemukan Tewas di Kelapa Gading Dikunci dari Dalam

Megapolitan
Ibu Korban Kebakaran Toko Bingkai di Mampang Sempat Merasa Lemas dan Kepanasan Sebelum Anaknya Tewas

Ibu Korban Kebakaran Toko Bingkai di Mampang Sempat Merasa Lemas dan Kepanasan Sebelum Anaknya Tewas

Megapolitan
Wanita yang Ditemukan Tewas di Ruko Kelapa Gading Tinggal Bersama Pacarnya

Wanita yang Ditemukan Tewas di Ruko Kelapa Gading Tinggal Bersama Pacarnya

Megapolitan
MK Sudah Terima 52 'Amicus Curiae', Hanya 14 yang Didalami

MK Sudah Terima 52 "Amicus Curiae", Hanya 14 yang Didalami

Megapolitan
Sosok Sella Korban Kebakaran Toko Bingkai di Mampang, Dikenal Bertanggung Jawab

Sosok Sella Korban Kebakaran Toko Bingkai di Mampang, Dikenal Bertanggung Jawab

Megapolitan
Wanita Hamil yang Tewas di Ruko Kelapa Gading Baru Bekerja Dua Hari

Wanita Hamil yang Tewas di Ruko Kelapa Gading Baru Bekerja Dua Hari

Megapolitan
Sebelum Toko Bingkai Saudara Frame Terbakar, Ibunda Sella Sempat Tak Beri Izin Anaknya Bekerja di Sana

Sebelum Toko Bingkai Saudara Frame Terbakar, Ibunda Sella Sempat Tak Beri Izin Anaknya Bekerja di Sana

Megapolitan
Satu Korban Kebakaran Toko Bingkai Saudara Frame adalah Warga Bogor, Baru Bekerja 5 Hari

Satu Korban Kebakaran Toko Bingkai Saudara Frame adalah Warga Bogor, Baru Bekerja 5 Hari

Megapolitan
Tabrak Trotoar di Dekat Stasiun MRT Blok A, Pengendara Motor Tewas

Tabrak Trotoar di Dekat Stasiun MRT Blok A, Pengendara Motor Tewas

Megapolitan
Suasana Ruko Tempat Tewasnya Wanita Hamil di Kelapa Gading, Kosong dan Tak Ada Garis Polisi

Suasana Ruko Tempat Tewasnya Wanita Hamil di Kelapa Gading, Kosong dan Tak Ada Garis Polisi

Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas Diduga Pembunuh Wanita Hamil di Kelapa Gading

Polisi Kantongi Identitas Diduga Pembunuh Wanita Hamil di Kelapa Gading

Megapolitan
Pendaftaran Ditutup, Berikut Daftar 13 Bakal Calon Wali Kota Bogor dari PDIP

Pendaftaran Ditutup, Berikut Daftar 13 Bakal Calon Wali Kota Bogor dari PDIP

Megapolitan
Perempuan Diduga Hamil Ditemukan Tewas di Ruko Kelapa Gading

Perempuan Diduga Hamil Ditemukan Tewas di Ruko Kelapa Gading

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com