Kompas.com - 12/04/2022, 13:47 WIB

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengaku patuh terhadap arahan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang memutuskan untuk menghentikan sementara peredaran produk cokelat bermerek Kinder.

"Prinsipnya kita semua peretail pasti patuh mengikuti arahan dari BPOM ketika saat ini masyarakat tidak boleh membeli dan konsumsi," ujar Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey saat dihubungi, Selasa (12/4/2022).

Baca juga: Kinder Joy Ditarik di Indonesia dan Sejumlah Negara, Ini Daftarnya

Karena itu, Aprindo saat ini sudah menyisihkan Kinder dari rak-rak toko agar tidak diperjualbelikan dulu ke masyarakat untuk sementara waktu.

Langkah ini akan dilakukan sampai ada pemberitahuan resmi lebih lanjut dari BPOM mengenai hasil uji sampling.

Baca juga: BPOM: Jangan Dulu Beli dan Makan Telur Cokelat Kinder Joy

Senada dengan BPOM, Aprindo juga mengimbau masyarakat agar menjadi konsumen cerdas dan tidak mudah terpengaruh dengan isu yang beredar dengan selalu melakukan Cek KLIK (cek kemasan, cek label, cek izin edar, dan cek kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan.

"Tentunya buat apa sediakan di rak toko, kita hold dulu sampai ada pemberitahuan jelas yang mana yang boleh, yang mana yang tidak. Yang mana yang harus ditarik, yang mana yang tidak harus ditarik," ungkap Roy.

Baca juga: BPOM: Kinder Joy Akan Ditarik oleh Pemilik Izin Edar

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memutuskan untuk menghentikan sementara peredaran produk telur cokelat merek Kinder.

BPOM mengatakan, langkah tersebut dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, meski cokelat merek Kinder yang ditarik di negara-negara Eropa berbeda dengan cokelat merek Kinder yang terdaftar di BPOM RI.

Produk merek Kinder yang terdaftar di BPOM berasal dari India dengan nama varian produk antara lain yaitu, Kinder Joy, Kinder Joy for Boys, dan Kinder Joy for Girls. Produk tersebut diproduksi oleh Ferrero India PVT, LTD.

"Badan POM akan menghentikan peredaran produk merek Kinder untuk sementara waktu, sampai dipastikan produk tersebut tidak mengandung cemaran bakteri Salmonella. BPOM juga mengawal dan memastikan penghentian peredaran tersebut dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku," demikian bunyi keterangan tertulis BPOM yang diterima Kompas.com, Senin (11/4/2022).

BPOM akan melakukan random sampling dan pengujian di seluruh wilayah Indonesia terhadap produk merek Kinder yang terdaftar.

Selain itu, masyarakat diminta untuk melaporkan ke BPOM apabila menemukan produk cokelat merek Kinder yang tidak terdaftar melalui Contact Center HALOBPOM atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai/Loka POM di seluruh Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.