Kompas.com - 19/04/2022, 10:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli melaporkan dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) Karna Wijaya ke Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya atas dugaan pengancaman dan hasutan.

Romli mengaku merasa terancam karena unggahan di media sosial. Karna mengunggah foto Romli dan istri di jejaring sosial Facebook dengan keterangan "satu per satu dicicil massa".

Dalam unggahan itu, wajah Romli disejajarkan dengan foto pegiat media sosial Deni Siregar hingga Ade Armando yang diberi tanda silang.

Baca juga: Guntur Romli Laporkan Dosen UGM Karna Wijaya ke Polisi Atas Dugaan Pengancaman

"Saya merasa diancam dan dihasut karena ada postingan dia di Facebook yang memuat foto saya dan istri saya yang isinya itu satu per satu dicicil massa," ungkap Romli, di Mapolda Metro Jaya, Senin (18/4/2022).

Romli menilai bahwa unggahan tersebut merupakan bentuk ancaman dan bisa berujung pada tindakan yang membahayakan dia dan keluarganya.

"Jadi artinya kalau saya pahami ini kan kayak target mau dihakimi seperti Ade Armando selanjutnya. Itu juga diperkuat komentar yang dilakukan oleh Karna Wijaya dengan kata-kata disembelih dan dibedil. Itu saya lihat ancaman yang serius," katanya.

Baca juga: Dua Tersangka Pengeroyok Ade Armando Belum Tertangkap, Polisi: Masih Pengejaran

Laporan yang dilayangkan Guntur Romli teregistrasi dengan nomor LP/B/1983/IV/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Dalam laporannya, Romli menggunakan Pasal 160 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Pasal 28 dan 29 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Asyik Ngobrol dengan Tetangga, Bayinya Tewas Mengambang di Bak Mandi

Ibu Asyik Ngobrol dengan Tetangga, Bayinya Tewas Mengambang di Bak Mandi

Megapolitan
Polisi Tegur Rombongan Road Bike yang 'Gowes' di Luar Jalur Sepeda Sudirman

Polisi Tegur Rombongan Road Bike yang "Gowes" di Luar Jalur Sepeda Sudirman

Megapolitan
BPBD DKI: 9 Wilayah Pesisir Jakarta Berpotensi Banjir Rob pada 6-13 Desember 2022

BPBD DKI: 9 Wilayah Pesisir Jakarta Berpotensi Banjir Rob pada 6-13 Desember 2022

Megapolitan
Rumah dan Ruko di Pesanggrahan Terbakar, 1 Balita Alami Luka Bakar

Rumah dan Ruko di Pesanggrahan Terbakar, 1 Balita Alami Luka Bakar

Megapolitan
Peringatan Dini Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Kota Tangerang Siang Ini

Peringatan Dini Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Kota Tangerang Siang Ini

Megapolitan
Gas Kompor Tukang Nasi Goreng Bocor, Rumah dan Ruko di Pesanggrahan Terbakar

Gas Kompor Tukang Nasi Goreng Bocor, Rumah dan Ruko di Pesanggrahan Terbakar

Megapolitan
PPKM Level 1 Jabodetabek Diperpanjang, Bioskop Boleh Tampung 100 Persen Kapasitas

PPKM Level 1 Jabodetabek Diperpanjang, Bioskop Boleh Tampung 100 Persen Kapasitas

Megapolitan
Ada 308 Kasus HIV/AIDS di Tangsel sejak Januari 2022, Lokasi Perawatan Ditambah

Ada 308 Kasus HIV/AIDS di Tangsel sejak Januari 2022, Lokasi Perawatan Ditambah

Megapolitan
Temuan 'Buli-buli' dalam Rumah Memperkuat Dugaan Tewasnya Satu Keluarga di Kalideres karena Ritual

Temuan "Buli-buli" dalam Rumah Memperkuat Dugaan Tewasnya Satu Keluarga di Kalideres karena Ritual

Megapolitan
Cek Bahan Pokok di Pasar Induk Kramat Jati, Heru Budi: Pasokan Aman hingga Maret 2023

Cek Bahan Pokok di Pasar Induk Kramat Jati, Heru Budi: Pasokan Aman hingga Maret 2023

Megapolitan
Tanggul Pulau Pramuka Roboh, Petugas Gunakan Alat Sederhana untuk Perbaiki

Tanggul Pulau Pramuka Roboh, Petugas Gunakan Alat Sederhana untuk Perbaiki

Megapolitan
Anggota Dewan Kabupaten Kepulauan Seribu Gunakan Narkoba, Bupati Sebut Akan Diganti

Anggota Dewan Kabupaten Kepulauan Seribu Gunakan Narkoba, Bupati Sebut Akan Diganti

Megapolitan
Sambangi Pasar Induk Kramat Jati, Heru Budi Cek Harga Bahan Pokok Jelang Natal

Sambangi Pasar Induk Kramat Jati, Heru Budi Cek Harga Bahan Pokok Jelang Natal

Megapolitan
Polisi Langsung Tutup Kasus Kematian Sekeluarga di Kalideres jika Tak Ada Unsur Pidana

Polisi Langsung Tutup Kasus Kematian Sekeluarga di Kalideres jika Tak Ada Unsur Pidana

Megapolitan
Nasib Malang Balita Tewas di Tangan Pacar Ibunya karena Menangis dan BAB Sembarangan

Nasib Malang Balita Tewas di Tangan Pacar Ibunya karena Menangis dan BAB Sembarangan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.