Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sentra Kuliner Nasi Kapau Kramat Raya, Pilihan Tempat Berburu Menu Buka Puasa Khas Minang di Jakarta

Kompas.com - 21/04/2022, 06:49 WIB
Nirmala Maulana Achmad,
Nursita Sari

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa kios rumah makan kaki lima berjejer di seberang Flyover Senen, Jakarta Pusat.

Mereka menjual makanan senada, makanan khas Minang yaitu nasi kapau.

Lauk seperti gulai tambusu, ayam pop, rendang, hingga sop iga terhidang lengkap. Tidak lupa lamang tapai dan bubur kampiun.

"Food Street Kramat", tulisan besar terpampang di atas kios, dihiasi ijuk melengkung dan runcing ke atas khas atap Rumah Gadang.

Baca juga: Berburu Takjil di Jantung Kota Sektor 12 BSD, Cocok untuk Ngabuburit

Sore hari pada bulan Ramadhan, para pembeli tampak mulai berdatangan ke Sentra Nasi Kapau yang berada di Jalan Kramat Raya itu. Mereka membeli hidangan buka puasa.

Tidak ada sumber yang pasti kapan sentra masakan khas Sumatera Barat itu berdiri.

Namun, sentra itu diresmikan pada akhir Mei 2017 oleh Djarot Saiful Hidayat yang saat itu menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta.

Diyakini, sentra nasi kapau itu sudah ada di Kramat Raya pada medio 1970-an.

"Kalau penjual dulu sudah ada pada 1970-an," ujar salah satu penjual nasi kapau di Kramat Raya, Susi (49), saat ditemui di lokasi, Rabu (20/4/2022).

Rasa otentik minang

Menurut Susi, tidak ada sentra nasi kapau lain di Jakarta selain di Kramat Raya.

"Di Jakarta, sentra nasi kapau selain di sini di mana? Enggak ada kan? Di sini sudah lama berdiri," kata Susi.

Di kedainya, menu gulai tambusu, sop iga, hingga kikil menjadi yang favorit. Harga makanan mulai dari Rp 18.000 hingga Rp 45.000.

Baca juga: Ngabuburit Irit di Taman Kota Waduk Pluit...

Selama Ramadhan, Susi berjualan dari pukul 11.00 hingga azan subuh, sedangkan hari biasa buka pukul 09.00 sampai 23.00 WIB.

"Pokoknya kalau Sabtu atau Minggu itu ramai banget," ujar Susi.

Sentra Nasi Kapau di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat. Foto diambil pada Rabu (20/4/2022).KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMAD Sentra Nasi Kapau di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat. Foto diambil pada Rabu (20/4/2022).
Pada bulan puasa, para pembeli ramai pada jam menjelang buka hingga waktu tarawih. Sementara hari biasa ramai sewaktu jam makan siang.

Salah satu pembeli, Betty (28), sengaja membeli nasi kapau karena punya khas yang berbeda dibanding masakan minang pada umumnya.

"(Nasi kapau) lauknya lebih banyak, yang ikonik olahan usus sapi (tambusu). Kuahnya antara nasi kapau dengan nasi padang juga beda," kata Betty.

Baca juga: Berburu Kuliner Purba Khas Minangkabau di Pasar Takjil Bendungan Hilir...

Sementara menurut Susi, yang membedakan antara nasi kapau dengan nasi padang pada umumnya terletak pada sayurannya.

"Nasi kapau ada nangka, kol, kacang panjang, daun singkong, dicampur sama kentang rendang. Kalau nasi padang kan jarang ditemui, paling sama daun singkong sama sambal," kata Susi.

Cara ke sentra nasi kapau

Bagi Anda yang menuju ke sentra nasi kapau Kramat Raya menggunakan bus transjakarta, halte terdekat adalah Pal Putih.

Dari halte ke sentra nasi kapau hanya berjarak sekitar 500 hingga 700 meter.

Sementara itu, bagi Anda yang menggunakan kereta rel listrik (KRL), stasiun terdekat adalah Stasiun Pasar Senen atau Stasiun Kramat.

Bagi yang naik kendaraan pribadi, tempat parkir bisa di depan kios, tetapi terbatas karena di pinggir jalan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Rute Bus Tingkat Wisata Transjakarta BW2

Rute Bus Tingkat Wisata Transjakarta BW2

Megapolitan
Cara ke Mall Kelapa Gading Naik Kereta dan Transjakarta

Cara ke Mall Kelapa Gading Naik Kereta dan Transjakarta

Megapolitan
Ayah di Jaktim Setubuhi Anak Kandung sejak 2019, Korban Masih di Bawah Umur

Ayah di Jaktim Setubuhi Anak Kandung sejak 2019, Korban Masih di Bawah Umur

Megapolitan
Sempat Tersendat akibat Tumpahan Oli, Lalu Lintas Jalan Raya Bogor Kembali Lancar

Sempat Tersendat akibat Tumpahan Oli, Lalu Lintas Jalan Raya Bogor Kembali Lancar

Megapolitan
Ibu di Jaktim Rekam Putrinya Saat Disetubuhi Pacar, lalu Suruh Aborsi Ketika Hamil

Ibu di Jaktim Rekam Putrinya Saat Disetubuhi Pacar, lalu Suruh Aborsi Ketika Hamil

Megapolitan
Komnas PA Bakal Beri Pendampingan Siswa SMP di Jaksel yang Lompat dari Lantai 3 Gedung Sekolah

Komnas PA Bakal Beri Pendampingan Siswa SMP di Jaksel yang Lompat dari Lantai 3 Gedung Sekolah

Megapolitan
Penanganan Kasus Pemerkosaan Remaja di Tangsel Lambat, Pelaku Dikhawatirkan Ulangi Perbuatan

Penanganan Kasus Pemerkosaan Remaja di Tangsel Lambat, Pelaku Dikhawatirkan Ulangi Perbuatan

Megapolitan
Pendaftaran PPDB Jakarta Dibuka 10 Juni, Ini Jumlah Daya Tampung Siswa Baru SD hingga SMA

Pendaftaran PPDB Jakarta Dibuka 10 Juni, Ini Jumlah Daya Tampung Siswa Baru SD hingga SMA

Megapolitan
Kasus Perundungan Siswi SMP di Bogor, Polisi Upayakan Diversi

Kasus Perundungan Siswi SMP di Bogor, Polisi Upayakan Diversi

Megapolitan
Disdik DKI Akui Kuota Sekolah Negeri di Jakarta Masih Terbatas, Janji Bangun Sekolah Baru

Disdik DKI Akui Kuota Sekolah Negeri di Jakarta Masih Terbatas, Janji Bangun Sekolah Baru

Megapolitan
Polisi Gadungan yang Palak Warga di Jaktim dan Jaksel Positif Sabu

Polisi Gadungan yang Palak Warga di Jaktim dan Jaksel Positif Sabu

Megapolitan
Kondisi Siswa SMP di Jaksel yang Lompat dari Lantai 3 Gedung Sekolah Sudah Bisa Berkomunikasi

Kondisi Siswa SMP di Jaksel yang Lompat dari Lantai 3 Gedung Sekolah Sudah Bisa Berkomunikasi

Megapolitan
Polisi Gadungan di Jaktim Palak Pedagang dan Warga Selama 4 Tahun, Raup Rp 3 Juta per Bulan

Polisi Gadungan di Jaktim Palak Pedagang dan Warga Selama 4 Tahun, Raup Rp 3 Juta per Bulan

Megapolitan
Pelajar dari Keluarga Tak Mampu Bisa Masuk Sekolah Swasta Gratis Lewat PPDB Bersama

Pelajar dari Keluarga Tak Mampu Bisa Masuk Sekolah Swasta Gratis Lewat PPDB Bersama

Megapolitan
Dua Wilayah di Kota Bogor Jadi 'Pilot Project' Kawasan Tanpa Kabel Udara

Dua Wilayah di Kota Bogor Jadi "Pilot Project" Kawasan Tanpa Kabel Udara

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com