Kompas.com - 27/04/2022, 06:15 WIB
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Ihsanuddin

"Memang sebelumnya (isi kapal) dirasa lebih padat, karena saat ini (pengawasan dari petugas) lebih ketat," kata Handjar.

Baca juga: ASDP Siapkan Mudik Gratis Rute Jakarta-Bandar Lampung, Simak Cara Daftarnya

Kini, setiap kapal harus mematuhi ketentuan terkait kapasitas jumlah penumpang yang teknisnya sudah diatur oleh ahli dari Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

Handjar menegaskan, pengetatan pengawasan ini dilakukan semata-mata untuk menjaga keselamatan penumpang kapal. Jumlah penumpang harus disesuaikan dengan kapasitas muatan kapal, jumlah baju pelampung, lifeboat, dan sekoci.

"Jika jumlah penumpang melebihi ketentuan, otomatis Syahbandar yang mengeluarkan SPB (Surat Persetujuan Berlayar) tidak berani menandatanganinya demi menjaga keselamatan," kata Handjar.

Meski demikian, Handjar memastikan pihaknya terus berupaya mencegah penumpukan penumpang dengan memperbanyak jumlah kapal hingga menambah petugas di akses gerbang masuk ke pelabuhan.

Pengecekan atau clearance terhadap kapal yang hendak berangkat, kata dia, juga diupayakan rampung secepat mungkin.

"Sekitar 18-20 menit, kalau sudah clear, bisa jalan jika semua sudah terpenuhi," ujarnya.

Baca juga: Menhub Imbau Pemudik dari Merak ke Bakauheni Berangkat pada Siang Hari

Andjar juga menyatakan, pihaknya terus berupaya membenahi agar sistem antrean masuk ke kapal bisa tertib sesuai kedatangan tiap penumpang.

"Kalau terkait antrean masuk kapal itu dari PT ASDP (Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan) selaku operator. Nanti saya akan menegur mereka kalau memang antreannya berantakan," kata Andjar.

Penambahan Kapal Tak Sebanding Kenaikan Jumlah Penumpang

Penumpukan kendaraan yang hendak naik kapal di Pelabuhan Merak sampai mengular ke jalan di luar kawasan pelabuhan, Selasa (26/4/2022). Ihsanuddin Penumpukan kendaraan yang hendak naik kapal di Pelabuhan Merak sampai mengular ke jalan di luar kawasan pelabuhan, Selasa (26/4/2022).

Sampai Senin (25/4/2022), PT ASDP mencatat terdapat kenaikan jumlah penumpang di Pelabuhan Merak sebesar 33 persen dibanding mudik Lebaran sebelum pandemi Covid-19.

Antusiasme warga untuk mudik meningkat setelah dua tahun terakhir tak bisa pulang ke kampung halaman.

General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Lutfi Pratama mengatakan, pada mudik Lebaran 2022 ini sudah ada 118.000 penumpang di atas kendaraan, sedangkan pada mudik Lebaran 2019 hanya ada 89.000.

"Di sini ada kenaikan penumpang di atas kendaraan yang pada 2019 sejumlah 89.000, pada 2022 ini naik menjadi 118.000 atau naik sekitar 33 persen," ujarnya saat laporan secara virtual Posko Angkutan Lebaran Terpadu, Senin (25/4/2022).

Baca juga: ASDP Catat Kenaikan Penumpang di Pelabuhan Merak Sebesar 33 Persen

Dari sisi kendaraan roda empat yang diangkut di Pelabuhan Merak, tercatat ada kenaikan hingga 42 persen menjadi 14.000 kendaraan dari 9.900 kendaraan di 2019.

Kemudian, terdapat kenaikan yang cukup signifikan untuk kendaraan truk atau logistik yang mencapai 95 persen menjadi 10.486 kendaraan dari tahun 2019 yang hanya 5.300 kendaraan.

ASDP sebenarnya telah menambah jumlah kapal untuk mengantisipasi penumpukan, tetapi jumlahnya masih belum sebanding dengan kenaikan jumlah penumpang.

ASDP menyiapkan 68 kapal untuk periode mudik Lebaran 2022, tetapi sampai Senin lalu baru dioperasikan 27 kapal.

Jumlah itu hanya naik 17 persen dibanding periode mudik Lebaran 2019.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Oknum Tukang Parkir yang Disebut Lecehkan Perempuan di Kafe Wilayah Melawai Akhirnya Ditahan

Oknum Tukang Parkir yang Disebut Lecehkan Perempuan di Kafe Wilayah Melawai Akhirnya Ditahan

Megapolitan
UPDATE 17 Agustus 2022: Bertambah 200 Kasus Covid-19, Pasien Dirawat di Tangerang Kini 1.636

UPDATE 17 Agustus 2022: Bertambah 200 Kasus Covid-19, Pasien Dirawat di Tangerang Kini 1.636

Megapolitan
Ada Pembebasan Pajak, Pemprov DKI Jakarta Tak Lagi Terima Rp 2,7 Triliun dari PBB-P2

Ada Pembebasan Pajak, Pemprov DKI Jakarta Tak Lagi Terima Rp 2,7 Triliun dari PBB-P2

Megapolitan
869 Warga Binaan di Lapas Cikarang Terima Remisi Hari Kemerdekaan Indonesia

869 Warga Binaan di Lapas Cikarang Terima Remisi Hari Kemerdekaan Indonesia

Megapolitan
Polisi Tangkap 20 Remaja Hendak Tawuran di Depok, 4 Sajam Disita

Polisi Tangkap 20 Remaja Hendak Tawuran di Depok, 4 Sajam Disita

Megapolitan
Oknum Tukang Parkir Disebut sebagai Pelaku Pelecehan di Toilet Kafe Kawasan Melawai

Oknum Tukang Parkir Disebut sebagai Pelaku Pelecehan di Toilet Kafe Kawasan Melawai

Megapolitan
UPDATE 17 Agustus 2022: Bertambah 2.404 Kasus, Kumulatif Kasus Covid -19 Tembus 19.822 Orang di Jakarta

UPDATE 17 Agustus 2022: Bertambah 2.404 Kasus, Kumulatif Kasus Covid -19 Tembus 19.822 Orang di Jakarta

Megapolitan
UPDATE 17 Agustus 2022: Tambah 331, Kumulatif Kasus Covid-19 di Tangsel Tembus 99.110

UPDATE 17 Agustus 2022: Tambah 331, Kumulatif Kasus Covid-19 di Tangsel Tembus 99.110

Megapolitan
Lomba HUT Ke-77 RI Bikin Penghuni Apartemen Lebih Cair dan Melupakan Sejenak Kesibukan Kerja

Lomba HUT Ke-77 RI Bikin Penghuni Apartemen Lebih Cair dan Melupakan Sejenak Kesibukan Kerja

Megapolitan
Pemprov DKI Terbitkan Pergub Gratis PBB, Ini Cara Mendapatkan Keringanan Pajaknya

Pemprov DKI Terbitkan Pergub Gratis PBB, Ini Cara Mendapatkan Keringanan Pajaknya

Megapolitan
3 Alasan Deolipa Yumara Laporkan Pengacara Baru Bharada E ke Polres Jaksel

3 Alasan Deolipa Yumara Laporkan Pengacara Baru Bharada E ke Polres Jaksel

Megapolitan
Selain Bebaskan Pajak Rumah di Bawah Rp 2 Miliar, Pemprov DKI Masih Berlakukan Insentif PBB untuk Guru hingga RS Swasta

Selain Bebaskan Pajak Rumah di Bawah Rp 2 Miliar, Pemprov DKI Masih Berlakukan Insentif PBB untuk Guru hingga RS Swasta

Megapolitan
Mempertanyakan Nasib Sumur Resapan Jakarta yang Digaungkan Anies Saat Kampanye...

Mempertanyakan Nasib Sumur Resapan Jakarta yang Digaungkan Anies Saat Kampanye...

Megapolitan
Proyek MRT Fase 2A Mulai Memasuki Konstruksi Pintu Masuk Stasiun Monas

Proyek MRT Fase 2A Mulai Memasuki Konstruksi Pintu Masuk Stasiun Monas

Megapolitan
Cerita Pejuang Kemerdekaan di Garis Belakang, Terpaksa Curi Buah untuk Perbekalan Tentara hingga Tukar Beras dengan Senjata Jepang

Cerita Pejuang Kemerdekaan di Garis Belakang, Terpaksa Curi Buah untuk Perbekalan Tentara hingga Tukar Beras dengan Senjata Jepang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.