Kompas.com - 01/05/2022, 07:48 WIB

KOMPAS.com - Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Fadil Imran menginstruksikan personel gabungan TNI-Polri bersikap total dalam mencegah berbagai jenis kejahatan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah di DKI Jakarta.

Bahkan Fadil meminta personel gabungan tidak hanya berpatroli di jalan-jalan besar saja, melainkan juga di jalan-jalan kecil, gang dan lorong wilayah permukiman.

"Satu pesan saya, Anda masuk ke gang-gang, kampung-kampung, lorong-lorong. Tunjukkan kepada masyarakat bahwa kita hadir di tengah-tengah masyarakat yang sedang merayakan hari kemenangan, kata Fadil sebagaimana dikutip Antara, Sabtu (30/4/2022) malam.

Baca juga: Kapolda Metro Jaya Prediksi Angka Kriminalitas Mulai Naik di Hari Ke-10 Ramadhan

Fadil melanjutkan, saat ini sebagian warga telah meninggalkan Ibu Kota untuk merayakan Lebaran di kampung halamannya masing-masing.

Tetapi jumlah warga yang tak mudik juga tinggi. Dengan demikian, tugas personel gabungan dalam memberikan rasa aman dan nyaman otomatis menjadi berlapis.

Fadil pun tak lupa turut memberikan motivasi bagi personel gabungan yang mengemban tugas menjaga keamanan Ibu Kota selama periode Lebaran tahun ini.

"Marilah kita sebagai penjaga, pelayan pelindung masyarakat untuk terus memberikan pelayanan kepada masyarakat Jakarta, khususnya yang sedang mudik maupun masyarakat Jakarta yang masih merayakan Idul Fitri di Ibu Kota," ujar dia.

Dalam kesempatan yang sama, Fadil menyinggung kondusivitas yang terjadi di Ibu Kota selama bulan Ramadhan tahun ini.

Baca juga: Polda Metro: 7 Juta Warga DKI Jakarta dan Sekitarnya Sudah Berangkat Mudik

Menurut catatannya, nyaris tidak ada peristiwa atau tindak pidana yang menonjol selama sebulan terakhir. Ia berharap, aparat gabungan dapat menjaga tren baik tersebut hingga periode Lebaran berakhir.

Diketahui, 500-an personel gabungan TNI-Polri bersama Satpol PP dan Dinas Perhubungan akan menggelar patroli berskala besar dan rutin selama libur Lebaran 2022 ini.

Petugas patroli diinstruksikan untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat yang melaksanakan pengamanan lingkungan, seperti satuan pengamanan, hansip, karang taruna, remaja masjid, atau ormas yang sukarela melaksanakan pengamanan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Cilodong Depok Tangkap Maling Pakaian Dalam Ibu-ibu yang Dijemur

Warga Cilodong Depok Tangkap Maling Pakaian Dalam Ibu-ibu yang Dijemur

Megapolitan
Pemprov DKI Sebut Penghuni Rusunawa Harus Punya KTP Jakarta

Pemprov DKI Sebut Penghuni Rusunawa Harus Punya KTP Jakarta

Megapolitan
Mobil Tabrak Lapak Penjual Bakso di Bogor, Nenek dan Cucunya Terluka

Mobil Tabrak Lapak Penjual Bakso di Bogor, Nenek dan Cucunya Terluka

Megapolitan
Cerita Penghuni Indekos di Tambora saat Kebakaran, Dengar Teriakan yang Dikira Perayaan 17 Agustus

Cerita Penghuni Indekos di Tambora saat Kebakaran, Dengar Teriakan yang Dikira Perayaan 17 Agustus

Megapolitan
Guru Diduga Aniaya Murid di SMKN 1 Jakarta, DPRD DKI Bakal Panggil Dinas Pendidikan

Guru Diduga Aniaya Murid di SMKN 1 Jakarta, DPRD DKI Bakal Panggil Dinas Pendidikan

Megapolitan
Pengacara Keluarga hingga Refly Harun Hadiri Solidaritas 4.000 Lilin untuk Brigadir J di TIM

Pengacara Keluarga hingga Refly Harun Hadiri Solidaritas 4.000 Lilin untuk Brigadir J di TIM

Megapolitan
Ini Tanggapan Transjakarta Terkait Keberadaan Kedai Kopi di Halte Harmoni

Ini Tanggapan Transjakarta Terkait Keberadaan Kedai Kopi di Halte Harmoni

Megapolitan
Soal Penggantian Nama Jalan Cikarang-Cibarusah, Pemkab Bekasi Segera Surati Pemprov Jabar

Soal Penggantian Nama Jalan Cikarang-Cibarusah, Pemkab Bekasi Segera Surati Pemprov Jabar

Megapolitan
Wagub DKI soal Kedai Kopi di Halte Harmoni: Awalnya agar Warga Bisa Ngopi dan Internetan Saat Tunggu Bus

Wagub DKI soal Kedai Kopi di Halte Harmoni: Awalnya agar Warga Bisa Ngopi dan Internetan Saat Tunggu Bus

Megapolitan
Guru SMKN 1 Jakarta Diduga Aniaya Murid, Wagub DKI: Tak Dibenarkan Tenaga Pendidik Menganiaya

Guru SMKN 1 Jakarta Diduga Aniaya Murid, Wagub DKI: Tak Dibenarkan Tenaga Pendidik Menganiaya

Megapolitan
Putra Siregar dan Rico Valentino Divonis 6 Bulan Penjara, Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa

Putra Siregar dan Rico Valentino Divonis 6 Bulan Penjara, Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa

Megapolitan
6 Penghuni Indekos di Tambora Tewas Terbakar, Polisi Masih Identifikasi Korban

6 Penghuni Indekos di Tambora Tewas Terbakar, Polisi Masih Identifikasi Korban

Megapolitan
Ada Kedai Kopi di Halte Harmoni, Pembeli dan Penumpang Transjakarta Berdempetan, Antrean Mengular

Ada Kedai Kopi di Halte Harmoni, Pembeli dan Penumpang Transjakarta Berdempetan, Antrean Mengular

Megapolitan
Klaim Peminat Rusunawa Tinggi, Pemprov DKI: Waiting List-nya Banyak

Klaim Peminat Rusunawa Tinggi, Pemprov DKI: Waiting List-nya Banyak

Megapolitan
Wagub DKI Akan Minta PT Transjakarta Evaluasi Keberadaan Kedai Kopi di Halte Harmoni

Wagub DKI Akan Minta PT Transjakarta Evaluasi Keberadaan Kedai Kopi di Halte Harmoni

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.