Kompas.com - 10/05/2022, 21:50 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com - Kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi pembangunan pasar lingkungan di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten, mencapai Rp 640 juta.

Pembangunan pasar dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang tahun anggaran 2017.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Erich Folanda mengatakan, pembangunan pasar menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan pagu senilai Rp 5.063.479.000.

Baca juga: Kronologi Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar yang Libatkan Pegawai Disperindag Kota Tangerang

"Perbuatan diduga dilakukan para tersangka secara bersama-sama sehingga mengakibatkan kerugian negara senilai Rp 640.673.987," ujar Erich, saat konferensi pers, di Kejari Kota Tangerang, Selasa (10/5/2022).

Dalam kasus ini, kejaksaan telah menetapkan empat tersangka. Salah satu tersangka merupakan pegawai Disperindag Kota Tangerang berinisial OSS.

Tiga tersangka lain yakni AA sebagai Direktur PT Nisara Karya Nusantara, AR sebagai site manager PT Nisara Karya Nusantara, dan DI sebagai penerima kuasa dari Direktur PT Nisara Karya Nusantara.

Erich menuturkan, OSS selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) menandatangani kontrak pembangunan pasar bersama AA.

Kemudian, DI bersama AR melaksanakan pembangunan pasar pada 2017.

"Selanjutnya AA selaku direktur memberi kuasa kepada DI. Sehingga, dalam pelaksanaan pekerjaan, AA tidak pernah terlibat aktif," paparnya.

Erich menuturkan, kasus korupsi ini bermula dari laporan masyarakat pada 2021. Lantas, kejaksaan melakukan penyelidikan bersama tim ahli dari salah satu universitas swasta di Kota Tangerang.

Baca juga: Pegawai Disperindag Tangerang dan 3 Orang Swasta Jadi Tersangka Korupsi Pembangunan Pasar Lingkungan

Selama penyelidikan, mereka menemukan bahwa kuantitas pasar lingkungan itu tidak sesuai spesifikasi. Banyak juga barang atau item yang tak terpasang sesuai kontrak.

Erich menuturkan, kejaksaan mendapatkan barang bukti berupa beberapa dokumen dan surat dari ahli. "(Barang bukti berupa) dokumen-dokumen dengan ada surat dari ahli," tutur Erich.

Para tersangka disangkakan Pasal 2 Ayat 1 juncto Pasal 18 Ayat 1 UU Nomor 31 tahun 2019 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Sebagaimana Telah Diubah UU tahun 2001 tentang Perubahan atas UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Ayat 1 UU Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terungkapnya Motif Kematian Prada Indra dan Tindak Kekerasan oleh Senior

Terungkapnya Motif Kematian Prada Indra dan Tindak Kekerasan oleh Senior

Megapolitan
Riwayat Bajaj, Hampir 50 Tahun Melintasi Jalanan Ibu Kota...

Riwayat Bajaj, Hampir 50 Tahun Melintasi Jalanan Ibu Kota...

Megapolitan
Habis Polemik Korban Gusuran JIS, Terbitlah Perombakan Direksi Jakpro

Habis Polemik Korban Gusuran JIS, Terbitlah Perombakan Direksi Jakpro

Megapolitan
Tersangka Penganiaya Prada Indra Terancam 15 Tahun Penjara

Tersangka Penganiaya Prada Indra Terancam 15 Tahun Penjara

Megapolitan
Ketika Angin Kencang Obrak-abrik Belasan Kontrakan Bermaterial Styrofoam di Jelambar

Ketika Angin Kencang Obrak-abrik Belasan Kontrakan Bermaterial Styrofoam di Jelambar

Megapolitan
Mempertanyakan Nasib “Bike Sharing” Warisan Anies yang Terbengkalai, Akankah Berlanjut?

Mempertanyakan Nasib “Bike Sharing” Warisan Anies yang Terbengkalai, Akankah Berlanjut?

Megapolitan
Heru Budi Bongkar Jajaran Direksi Jakpro, Direktur Utama dan Direktur Bisnis Dicopot

Heru Budi Bongkar Jajaran Direksi Jakpro, Direktur Utama dan Direktur Bisnis Dicopot

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kematian Keluarga di Kalideres, Dian Hidup Bersama Jasad Keluarga | UMP DKI Naik Jadi Rp 4,9 Juta

[POPULER JABODETABEK] Kematian Keluarga di Kalideres, Dian Hidup Bersama Jasad Keluarga | UMP DKI Naik Jadi Rp 4,9 Juta

Megapolitan
Warga Bintaro Jaksel Tewas Tersetrum Saat Cabut Colokan yang Terendam Banjir

Warga Bintaro Jaksel Tewas Tersetrum Saat Cabut Colokan yang Terendam Banjir

Megapolitan
BERITA FOTO: Melihat Ancaman Nyata Tenggelamnya Pesisir Utara Jakarta

BERITA FOTO: Melihat Ancaman Nyata Tenggelamnya Pesisir Utara Jakarta

Megapolitan
UMP DKI 2023 Rp 4,9 Juta Tinggal Diteken Heru Budi, tetapi Ditolak Pengusaha dan Buruh

UMP DKI 2023 Rp 4,9 Juta Tinggal Diteken Heru Budi, tetapi Ditolak Pengusaha dan Buruh

Megapolitan
BMKG: DKI Jakarta Hujan pada Malam Hari, Potensi Petir di Jakbar dan Jaksel

BMKG: DKI Jakarta Hujan pada Malam Hari, Potensi Petir di Jakbar dan Jaksel

Megapolitan
Kisah Prada Indra, Dianiaya Senior hingga Pulang Tinggal Nama...

Kisah Prada Indra, Dianiaya Senior hingga Pulang Tinggal Nama...

Megapolitan
Menengok Pesisir Utara Jakarta yang Sejatinya Sudah Tenggelam..

Menengok Pesisir Utara Jakarta yang Sejatinya Sudah Tenggelam..

Megapolitan
Warga Khawatir Tanggul Muara Baru Jebol meski Telah Ditinggikan

Warga Khawatir Tanggul Muara Baru Jebol meski Telah Ditinggikan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.