Kesaksian Kakak hingga Adik Nirina Zubir, Ungkap Tokoh Figuran dalam Penggelapan Aset Sang Ibu

Kompas.com - 18/05/2022, 09:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perkara dugaan penggelapan sertifikat aset milik mendiang Ibunda aktris Nirina Zubir memasuki babak baru.

Pada Selasa (17/5/2022), beberapa anggota keluarga Nirina Zubir dihadirkan dalam sidang perkara pemalsuan akta otentik sejumlah aset milik keluarganya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

"Akhirnya yang ditunggu datang juga, kita masuk ke persidangan," kata Nirina di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa.

Baca juga: Datangi PN Jakarta Barat Terkait Perkara Mafia Tanah, Nirina Zubir: Akhirnya Masuk Persidangan

Pada sidang kali ini, sebanyak tiga orang dihadirkan, yaitu Nirina Zubir, kakaknya Fadlan Karim, dan adik bungsunya Ramdan.

Sebelum sidang dimulai, ketiganya disumpah di bawah Al-quran.

Keluarga Nirina kehilangan aset

Dalam kesaksiannya, Fadlan menceritakan bagaimana awalnya ia mengetahui tentang sertifikat aset sang Ibu, Cut Indria.

Ia menyebutkan, sebelum meninggal, sang Ibu pernah bercerita bahwa sertifikatnya hilang. Namun, zaat ditanya di kemudian hari, diakuinya sudah diurus.

"Waktu orangtua saya mengunjungi saya di Shanghai, Cina, saya tanya tentang aset-aset keluarga, Mama bilang hilang. Lalu saat saya tanya di waktu kemudian, katanya sudah diurus oleh lawyer," kata Fadlan di persidangan.

Sementara, adik bungsu Nirina, Ramdan, juga mengatakan bahwa mendiang ibunya pernah mengabarkan tentang hilangnya satu set sertifikat aset yang berada di dalam koper.

Baca juga: Dugaan Kasus Permainan Mafia Tanah yang Dialami Nirina Zubir...

"Waktu pulang dari luar kota terus meriksa koper itu. Mama nanya ke saya apakah melihat sertifikat aset, katanya hilang. Saya enggak tahu. Memang itu jarang diperiksa dan tidak tahu kapan hilangnya," kata Ramdan.

Ramdan mengatakan, tak berapa lama setelah sertifikat itu diketahui hilang, terdakwa Riri Khasmita pernah mendatanginya untuk meminta tanda tangan surat kuasa.

"Ibu Riri meminta saya menandatangani surat kuasa yang isinya penyerahan kuasa pengurusan surat-surat yang hilang, tapi saya enggak tahu mama yang minta atau bagaimana," kenang Ramdan yang saat itu masih berusia 16 tahun.

Keluarga mulai curiga

Setelah sang ibunda meninggal dunia pada November 2019, Fadlan mulai menanyakan perihal utang piutang termasuk soal sertifikat aset kepada orang kepercayaan sang ibu, Riri Khasmita.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jakpro Sebut Revitalisasi Stadion Tugu Segera Diproses

Jakpro Sebut Revitalisasi Stadion Tugu Segera Diproses

Megapolitan
Bikin Cemburu, Asosiasi Hiburan: Holywings Bisa Jual Miras Murah

Bikin Cemburu, Asosiasi Hiburan: Holywings Bisa Jual Miras Murah

Megapolitan
Mahasiswa Demo di Gedung DPR, Polisi Tak Tutup atau Alihkan Arus Lalu Lintas

Mahasiswa Demo di Gedung DPR, Polisi Tak Tutup atau Alihkan Arus Lalu Lintas

Megapolitan
PD Pasar Kota Tangerang Tak Bakal Wajibkan Pembeli Migor Curah Pakai PeduliLindungi

PD Pasar Kota Tangerang Tak Bakal Wajibkan Pembeli Migor Curah Pakai PeduliLindungi

Megapolitan
Hendak Salip Mobil di Pinang Tangerang, Pengendara Motor Tertabrak Bus dan Meninggal Dunia

Hendak Salip Mobil di Pinang Tangerang, Pengendara Motor Tertabrak Bus dan Meninggal Dunia

Megapolitan
Curhat Pedagang Kambing Kurban di Ciputat, Tiga Hari Berjualan tapi Tak Satu Pun Laku

Curhat Pedagang Kambing Kurban di Ciputat, Tiga Hari Berjualan tapi Tak Satu Pun Laku

Megapolitan
Massa Aksi Minta Puan Maharani Temui Mereka, 'Hentikan Pembahasan RKUHP Laknat!'

Massa Aksi Minta Puan Maharani Temui Mereka, "Hentikan Pembahasan RKUHP Laknat!"

Megapolitan
Pemprov DKI Jemput Bola Layani Penggantian Alamat di KTP hingga KK Warga Terdampak Perubahan Nama Jalan

Pemprov DKI Jemput Bola Layani Penggantian Alamat di KTP hingga KK Warga Terdampak Perubahan Nama Jalan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Pastikan Panggil Pihak Holywings untuk Klarifikasi soal Promosi Miras Bernada Penistaan Agama

Pemkot Bekasi Pastikan Panggil Pihak Holywings untuk Klarifikasi soal Promosi Miras Bernada Penistaan Agama

Megapolitan
Pencuri Beraksi di Rumah kos di Depok, Dua Motor Raib dalam Semalam

Pencuri Beraksi di Rumah kos di Depok, Dua Motor Raib dalam Semalam

Megapolitan
Polisi Sebut DJ Joice Sudah Gunakan Sabu Sejak 2018

Polisi Sebut DJ Joice Sudah Gunakan Sabu Sejak 2018

Megapolitan
Persija Akan Dapat Harga Khusus Saat Sewa JIS

Persija Akan Dapat Harga Khusus Saat Sewa JIS

Megapolitan
Beli Migor Curah Pakai PeduliLindungi, Warga: Ribet, Sinyal Nge-'blank', Enggak Punya Aplikasinya

Beli Migor Curah Pakai PeduliLindungi, Warga: Ribet, Sinyal Nge-"blank", Enggak Punya Aplikasinya

Megapolitan
Ada Demo Mahasiswa di Depan Gedung DPR, Arus Lalu Lintas Terpantau Ramai Lancar

Ada Demo Mahasiswa di Depan Gedung DPR, Arus Lalu Lintas Terpantau Ramai Lancar

Megapolitan
DJ yang Ditangkap Polisi Terkait Narkoba adalah DJ Joice, Eks Model Majalah Dewasa

DJ yang Ditangkap Polisi Terkait Narkoba adalah DJ Joice, Eks Model Majalah Dewasa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.