Kompas.com - 28/05/2022, 14:40 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya memeriksa sejumlah kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi tabrak lari seorang wartawan radio ternama, Eddy Suroso di Fly Over Kuningan, Jakarta Selatan.

Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Penegakan Hukum (Gakkum) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya AKBP Jamal Alam mengatakan, pihaknya sudah mendatangi lokasi kejadian dan memeriksa sejumlah CCTV yang terpasang di area sekitar.

Hal itu dilakukan untuk mengetahui apakah ada CCTV yang merekam insiden dugaan tabrak lari tersebut.

"Itu juga bukti petunjuk tambahan yang kami cari di lokasi," ujar Jamal, Sabtu (28/5/2022).

Baca juga: Polda Metro Kantongi Identitas Terduga Pelaku Tabrak Lari Wartawan di Kuningan

Di sisi lain, lanjut Jamal, penyidik juga tengah menggali keterangan dari para saksi dan korban terkait kejadian tersebut.

Petugas juga mengidentifikasi terduga pelaku berdasarkan pelat nomor kendaraan yang ditemukan saksi dan korban di lokasi kejadian.

"Dari barang bukti pelat nomor yang tertinggal di TKP, untuk data kendaraan registrasinya, nomor polisi (nopol) yang tertinggal itu kami sudah punya," ujar Jamal saat dikonfirmasi, Sabtu (28/5/2022).

Kendati demikian, Jamal belum dapat mengungkapkan siapa sosok pemilik pelat nomor kendaraan tersebut.

Baca juga: Kurang Antisipasi, Tiga Minibus Terlibat Tabrakan Beruntun di Tol Jakarta-Cikampek Km 20

Hal itu karena penyidik masih harus menyesuaikan keterangan saksi dan korban dengan data yang didapatkan dari identifikasi pelat nomor kendaraan tersebut.

"Masih dalam proses penyelidikan. Sekarang kami harus sinkronisasi dengan keterangan saksi maupun korban. Kami cari saksi-saksi dan keterangan korban," ungkap Jamal.

"Di situ nanti benar enggak mengarah ke orang yang sama dengan database nopol itu? Kalau sudah klop baru kami panggil. Itu pun kami panggil klarifikasi dulu," sambungnya.

Baca juga: Seorang Wartawan Jadi Korban Tabrak Lari di Kuningan, Korban Alami Luka-luka

Untuk diketahui, peristiwa kecelakaan tersebut terjadi pada Kamis (26/5/2022) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Saat itu, korban bernama Eddy Suroso sedang berjalan pulang usai menjalani tugas liputan di Polda Metro Jaya.

"Saya balik dari Polda jam 02.30 WIB. Kemungkinan kan kejadian jam 3 di situ, di Fly Over Kuningan," ujar Eddy, Kamis.

Saat Eddy hendak mendahului kendaraaan yang berada di depannya, seketika ia ditabrak pengemudi mobil yang berjalan di belakangnya. Sopir mobil tersebut langsung melarikan diri.

"Kejadian pas saya ingin menyalip mobil. Saya sendiri. Saya ditolong sama pengguna jalan di bawa ke rumah," ucap Eddy.

Baca juga: Kronologi Tabrakan Maut di Dekat Menara Saidah, Pengemudi Pajero Ngebut hingga Tabrak 7 Motor

Di tengah proses evakuasi, pengguna jalan lain yang membantu Eddy menemukan sebuah pelat nomor.

Diduga pelat kendaraan itu milik mobil yang menabrak Eddy.

"Yang nabrak saya kabur. Iya ada diduga pelat nomor itu milik penabrak. Kondisi (luka) tapi rawat jalan saja, alhamdulillah," ucap Eddy.

Eddy sendiri telah melaporkan peristiwa kecelakaan yang dialami ke polisi untuk proses lebih lanjut.

"Sudah. Laporan sudah diterima," ucap Eddy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kala Kecelakaan Kecil di Kamar Mandi Berujung Petaka, Santri di Tangerang Serang Teman Membabi-buta hingga Berakhir Tewas

Kala Kecelakaan Kecil di Kamar Mandi Berujung Petaka, Santri di Tangerang Serang Teman Membabi-buta hingga Berakhir Tewas

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Mediasi Warga yang Bangun Tembok di Pulogadung Gagal | Santri Tewas Dianiaya Temannya

[POPULER JABODETABEK] Mediasi Warga yang Bangun Tembok di Pulogadung Gagal | Santri Tewas Dianiaya Temannya

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jaksel dan Jaktim Berpotensi Hujan Petir pada Sore Jelang Malam

Prakiraan Cuaca BMKG: Jaksel dan Jaktim Berpotensi Hujan Petir pada Sore Jelang Malam

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Jabodetabek 8-14 Agustus 2022

Lokasi Vaksin Booster di Jabodetabek 8-14 Agustus 2022

Megapolitan
Penjenamaan Rumah Sehat Dinilai untuk Bikin Warga Kunjungi RS Saat Bugar

Penjenamaan Rumah Sehat Dinilai untuk Bikin Warga Kunjungi RS Saat Bugar

Megapolitan
LPSK Sebut Tidak Ada Ancaman Serius terhadap Istri Ferdy Sambo untuk Syarat Dapat Perlindungan

LPSK Sebut Tidak Ada Ancaman Serius terhadap Istri Ferdy Sambo untuk Syarat Dapat Perlindungan

Megapolitan
Mengenang 30 Hari Kematian Brigadir J, Warga Gelar Aksi 3.000 Lilin di Taman Ismail Marzuki

Mengenang 30 Hari Kematian Brigadir J, Warga Gelar Aksi 3.000 Lilin di Taman Ismail Marzuki

Megapolitan
Santri Tewas Dianiaya Teman, Korban Mengeluh Sakit Kepala lalu Tidak Sadarkan Diri

Santri Tewas Dianiaya Teman, Korban Mengeluh Sakit Kepala lalu Tidak Sadarkan Diri

Megapolitan
Bengkel Motor di Kebon Jeruk Terbakar, 65 Personel Dikerahkan untuk Padamkan Api

Bengkel Motor di Kebon Jeruk Terbakar, 65 Personel Dikerahkan untuk Padamkan Api

Megapolitan
Penyidik KPK Tinggalkan Plaza Summarecon Bekasi Usai Penggeledahan Berkait Kasus Suap Haryadi Suyuti

Penyidik KPK Tinggalkan Plaza Summarecon Bekasi Usai Penggeledahan Berkait Kasus Suap Haryadi Suyuti

Megapolitan
Komplotan Begal Bersajam di Jakarta Barat Tertangkap, Tak Segan Bacok Korban yang Melawan

Komplotan Begal Bersajam di Jakarta Barat Tertangkap, Tak Segan Bacok Korban yang Melawan

Megapolitan
Kondisi Air Tanah di Jakarta Kritis, PAM Jaya Targetkan Layanan SPAM 100 Persen pada 2030

Kondisi Air Tanah di Jakarta Kritis, PAM Jaya Targetkan Layanan SPAM 100 Persen pada 2030

Megapolitan
Urai Kepadatan Jalan Daan Mogot, Pengalihan Arus Lalu Lintas akan Diberlakukan di Simpang Casa Jardin

Urai Kepadatan Jalan Daan Mogot, Pengalihan Arus Lalu Lintas akan Diberlakukan di Simpang Casa Jardin

Megapolitan
Komplotan Begal Bersenjata Tajam di Tanjung Duren Tertangkap, Kerap Beraksi di Jakarta Barat

Komplotan Begal Bersenjata Tajam di Tanjung Duren Tertangkap, Kerap Beraksi di Jakarta Barat

Megapolitan
Babak Baru Penjenamaan Rumah Sehat, Komisi E DPRD DKI Akan Panggil Dinkes

Babak Baru Penjenamaan Rumah Sehat, Komisi E DPRD DKI Akan Panggil Dinkes

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.