Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 31/05/2022, 15:22 WIB

BEKASI, KOMPAS.com - Kepolisian sektor (Polsek) Cikarang Barat masih mencari tahu identitas jasad pria bertato yang ditemukan mengambang di kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) pada Minggu (29/5/2022) lalu.

Kapolsek Cikarang Barat Kompol Sutrisno mengatakan, hingga kini polisi belum mengetahui identitas pria tersebut.

"Belum ada data korban. Inafis juga tidak dapat data dari hasil cek sidik jarinya. Masih kita upayakan mencari data korban dulu," ungkap Sutrisno dalam keterangannya, Selasa (31/5/2022).

Baca juga: Jasad Pria Bertato Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Kali CBL

Melalui pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter di RSUD Kabupaten Bekasi, pria itu diduga sudah meninggal sekitar 2-3 hari sebelum ditemukan mengambang di kali CBL.

Sutrisno mengatakan bahwa hingga kini pihaknya juga belum menerima laporan terkait pencarian orang hilang yang memiliki ciri-ciri mirip dengan jasad pria tersebut.

"Belum ada keluarga yang mencari," imbuh dia.

Diberitakan sebelumnya, penemuan jasad tersebut bermula ketika seorang saksi bernama Nurlela (40) sedang berada di pinggir kali CBL pukul 15.00 WIB.

Ketika berada di pinggir kali, Nurlela melihat ada mayat yang mengambang dan terbawa oleh arus air dari arah Cikarang Asih.

Baca juga: Polisi Masih Kesulitan Ungkap Identitas Mayat yang Ditemukan di Seberang Istana Bogor

Setelah melihat jasad pria tersebut, Nurlela langsung memberi tahu seorang saksi lain bernama Sarwo. Selanjutnya kedua saksi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cikarang Barat.

"Polisi langsung melakukan pengecekan ke TKP begitu menerima laporan mengenai jasad tanpa identitas yang mengambang di sungai tersebut," tutur Sutrisno.

Sutrisno mengungkapan bahwa jasad tersebut diperkirakan berusia sekitar 30 tahun dan memiliki ciri-ciri di antara lain, terdapat tato bergambar radio dan angka 13 di kepalanya.

Selain itu, sekujur tubuh korban juga dipenuhi oleh gambar tato. Daun telinga sebelah kiri korban juga berlubang diduga bekas tindik aksesoris anting.

"Saat ditemukan, korban mengenakan jaket dan celana panjang berwarna hitam. Korban juga mengalami luka robek pada dahi sebelah kanan sepanjang 0,5 cm," terang Sutrisno.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria yang Aniaya Anak Kekasihnya hingga Tewas di Palmerah Residivis Kasus Narkoba

Pria yang Aniaya Anak Kekasihnya hingga Tewas di Palmerah Residivis Kasus Narkoba

Megapolitan
Rumah Wartawati Harian Kompas Disatroni Maling, Dua Ponsel dan Dua Laptop Senilai Rp 28 Juta Raib

Rumah Wartawati Harian Kompas Disatroni Maling, Dua Ponsel dan Dua Laptop Senilai Rp 28 Juta Raib

Megapolitan
Tempat Laundry di Tangerang Terbakar, 2 Orang Meninggal Dunia

Tempat Laundry di Tangerang Terbakar, 2 Orang Meninggal Dunia

Megapolitan
KCI Klaim Penumpukan Penumpang di Stasiun Manggarai Terurai Saat Kereta Tiba

KCI Klaim Penumpukan Penumpang di Stasiun Manggarai Terurai Saat Kereta Tiba

Megapolitan
Orangtua Hasya Dilarang Didampingi Kuasa Hukum Saat Diinterogasi Polisi, Ada Intimidasi?

Orangtua Hasya Dilarang Didampingi Kuasa Hukum Saat Diinterogasi Polisi, Ada Intimidasi?

Megapolitan
Penjelasan KCI soal Biang Kerok Terjadinya Penumpukan Penumpang KRL di Stasiun Manggarai

Penjelasan KCI soal Biang Kerok Terjadinya Penumpukan Penumpang KRL di Stasiun Manggarai

Megapolitan
Pemkot Tangerang Buka Pelatihan Gratis untuk Kurangi Pengangguran, Ada Kursus Jahit hingga Desain Grafis

Pemkot Tangerang Buka Pelatihan Gratis untuk Kurangi Pengangguran, Ada Kursus Jahit hingga Desain Grafis

Megapolitan
Pria di Palmerah Aniaya Anak Kekasihnya hingga Tewas

Pria di Palmerah Aniaya Anak Kekasihnya hingga Tewas

Megapolitan
Mengok Kampung Apung di Muara Baru yang Penuh Sampah dan Berbau Busuk

Mengok Kampung Apung di Muara Baru yang Penuh Sampah dan Berbau Busuk

Megapolitan
Mahasiswa UI Jadi Tersangka Usai Tewas Ditabrak Pensiunan Polri, SP3 Sudah Dikirim ke Orangtua Korban

Mahasiswa UI Jadi Tersangka Usai Tewas Ditabrak Pensiunan Polri, SP3 Sudah Dikirim ke Orangtua Korban

Megapolitan
Teror Sekarung Ular Kobra di Rumah Wahidin Halim, Pengamat: Kental dengan Unsur Politik

Teror Sekarung Ular Kobra di Rumah Wahidin Halim, Pengamat: Kental dengan Unsur Politik

Megapolitan
Gumar Si Penjual Tuak di Tangsel Berharap Bantuan Modal untuk Berdagang Jambu Kristal

Gumar Si Penjual Tuak di Tangsel Berharap Bantuan Modal untuk Berdagang Jambu Kristal

Megapolitan
Penuh Sesak di Stasiun Manggarai, Pengguna KRL: Sering Terjadi Saat Jam Pulang Kerja

Penuh Sesak di Stasiun Manggarai, Pengguna KRL: Sering Terjadi Saat Jam Pulang Kerja

Megapolitan
Skywalk Kebayoran Berguncang, Bina Marga DKI Sebut Jembatan Memang Harus Elastis

Skywalk Kebayoran Berguncang, Bina Marga DKI Sebut Jembatan Memang Harus Elastis

Megapolitan
Enggak Ada Obat! Penumpang Stasiun Manggarai Tetap Menumpuk Meski Diberlakukan Buka Tutup

Enggak Ada Obat! Penumpang Stasiun Manggarai Tetap Menumpuk Meski Diberlakukan Buka Tutup

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.