Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pesan M Taufik ke Penggantinya di Kursi Pimpinan DPRD: Jawab Semua Pertanyaan Wartawan, Itu Keterbukaan

Kompas.com - 02/06/2022, 11:18 WIB
Singgih Wiryono,
Nursita Sari

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra M Taufik memberikan pesan kepada penggantinya, Rani Mauliani, untuk tetap mempertahankan keterbukaan informasi di DPRD DKI.

Dia berpesan agar Rani mau menjawab semua pertanyaan wartawan terkait kegiatan Dewan agar keterbukaan informasi bisa tercapai.

"Ini harus dipertahankan, jawab semua pertanyaan wartawan itu harus dipertahankan, sikap keterbukaan. Jadi pimpinan DPRD itu enggak boleh takut sama wartawan, justru harus bisa sampaikan itu, supaya masyarakat paham," ujar Taufik saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (2/6/2022).

Baca juga: Mantap Tinggalkan Gerindra, M Taufik Pilih Nasdem agar Bisa Dukung Anies Jadi Capres

Taufik juga mengatakan, selama kurang lebih delapan tahun duduk di kursi pimpinan DPRD, dia merasakan keterbukaan informasi di DPRD.

Beragam pembahasan, termasuk pembahasan anggaran, selalu dilakukan dalam rapat terbuka dan bisa disaksikan oleh masyarakat luas.

"DPRD DKI ini menarik buat saya, DPRD DKI ini terbuka dengan berbagai hal. Apalagi soal pembahasan-pembahasan terbuka, termasuk pembahasan anggaran terbuka," ucap dia.

Baca juga: Akhir Kisah M Taufik di Jajaran Pimpinan DPRD DKI, Putuskan Berlabuh di Partai Lain Setelah Jabatannya Dicopot Gerindra

Selain meminta untuk selalu terbuka, Taufik juga berharap pergantian kursi pimpinan di DPRD DKI bisa memberikan aura yang lebih baik untuk pembangunan Ibu Kota.

"Ya, saya kira mudah-mudahan jauh lebih baik. Mudah-mudahan ke depan DPRD jadi lebih baik," pungkas dia.

Sebagai informasi, hari ini, Rani Mauliani dijadwalkan mengucapkan sumpah jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, menggantikan Taufik.

Selain Rani, ada juga Khoiruddin dari Fraksi PKS yang akan menduduki kursi Wakil Ketua DPRD DKI menggantikan Suhaimi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polisi Amankan 8 Orang Hendak Tawuran di Kota Bekasi, 7 Orang di Bawah Umur

Polisi Amankan 8 Orang Hendak Tawuran di Kota Bekasi, 7 Orang di Bawah Umur

Megapolitan
2 Remaja Hanyut Terseret Arus Saat Main Hujan di Kali Mampang

2 Remaja Hanyut Terseret Arus Saat Main Hujan di Kali Mampang

Megapolitan
Perjuangan Nurul Syaifudin, Usaha Tutup Akibat Covid-19 dan Kini Kembali Bangkit

Perjuangan Nurul Syaifudin, Usaha Tutup Akibat Covid-19 dan Kini Kembali Bangkit

Megapolitan
Jokowi Sulit Dimakzulkan karena Kepuasan Masyarakat Tinggi, Pengamat: Salah Satunya karena Bansos

Jokowi Sulit Dimakzulkan karena Kepuasan Masyarakat Tinggi, Pengamat: Salah Satunya karena Bansos

Megapolitan
Ramai Gelombang Demonstrasi Kecurangan Pemilu, ke Mana Akan Bermuara?

Ramai Gelombang Demonstrasi Kecurangan Pemilu, ke Mana Akan Bermuara?

Megapolitan
'Real Count' Pileg DPR Kota Depok 54,78 persen: PKS Ungguli Golkar dan Gerindra

"Real Count" Pileg DPR Kota Depok 54,78 persen: PKS Ungguli Golkar dan Gerindra

Megapolitan
'Real Count' Pilpres 2024 di Depok 76,68 Persen: Prabowo-Gibran Unggul 45,55 Persen

"Real Count" Pilpres 2024 di Depok 76,68 Persen: Prabowo-Gibran Unggul 45,55 Persen

Megapolitan
Rute Mikrotrans JAK 72 Kampung Rambutan-Ciracas

Rute Mikrotrans JAK 72 Kampung Rambutan-Ciracas

Megapolitan
Kronologi Pengendara Motor yang Tewas Dihantam Bus di Depok

Kronologi Pengendara Motor yang Tewas Dihantam Bus di Depok

Megapolitan
Belum Dapat Izin BPTJ, Pembukaan Rute Transjakarta Pondok Cabe-Lebak Bulus Ditunda

Belum Dapat Izin BPTJ, Pembukaan Rute Transjakarta Pondok Cabe-Lebak Bulus Ditunda

Megapolitan
Perlu Proses, Bawaslu Belum Putuskan Hasil Laporan Politik Uang Caleg Golkar di Bekasi

Perlu Proses, Bawaslu Belum Putuskan Hasil Laporan Politik Uang Caleg Golkar di Bekasi

Megapolitan
Warga Jakarta Terdampak Penonaktifan NIK Bisa Aktivitasi Ulang, tapi Rumah Tinggalnya Harus Disurvei

Warga Jakarta Terdampak Penonaktifan NIK Bisa Aktivitasi Ulang, tapi Rumah Tinggalnya Harus Disurvei

Megapolitan
Warga Jakarta yang Tinggal di Luar Daerah Diimbau Cek Status NIK di Situs Dukcapil, Begini Caranya...

Warga Jakarta yang Tinggal di Luar Daerah Diimbau Cek Status NIK di Situs Dukcapil, Begini Caranya...

Megapolitan
Warga Kampung Gembira Gembrong Masih Berupaya Bangkit dari Keterpurukan Ekonomi

Warga Kampung Gembira Gembrong Masih Berupaya Bangkit dari Keterpurukan Ekonomi

Megapolitan
Tawuran Pecah di Flyover Pondok Kopi, Satu Remaja Kena Sabet Sajam

Tawuran Pecah di Flyover Pondok Kopi, Satu Remaja Kena Sabet Sajam

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com