Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/06/2022, 21:40 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com - Pendaftar pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2022/2023 jenjang sekolah dasar negeri (SDN) di Kota Tangerang diminta melampirkan bukti atau keterangan vaksinasi. Adapun PPDB jenjang SDN bakal dimulai pada Senin (13/6/2022).

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, keterangan vaksinasi yang dilampirkan tak hanya terkait Covid-19, tetapi juga vaksinasi lainnya, antara lain polio dan DPT (difteri, pertusis, dan tetanus).

Baca juga: PPDB Jenjang SMPN di Kota Tangerang Dimulai 27 Juni, Berikut Ketentuan Memilih Sekolah

"Barusan kita rapat sama Dinas Kesehatan, kan kita dua tahun ini banyak anak yang enggak divaksin," ungkap Arief, saat dihubungi, Jumat (10/6/2022).

"Ini kita pengin mereka yang ikut PPDB, itu menyertakan keterangan vaksinasi. Enggak cuma vaksin Covid-19, tapi misal vaksin polio, vaksin DPT, vaksin-vaksin yang lain," imbuhnya.

Menurut Arief, pelampiran keterangan vaksinasi untuk kebaikan calon peserta didik sekaligus memperingati Bulan Vaksinasi.

"Ya, ini buat kebaikan mereka, ini seiring dengan rencananya kita mau Bulan Vaksinasi," ujar dia.

Jika belum divaksinasi, kata Arief, calon peserta didik akan diminta untuk divaksinasi terlebih dahulu.

Ia mengatakan, vaksinasi polio dan sebagainya bisa didapatkan secara gratis di puskesmas Kota Tangerang.

"Kan gratis di puskesmas, bisa kapan saja," ucap Arief.

Baca juga: PPDB Jenjang SDN di Kota Tangerang Dimulai 13 Juni, Berikut Ketentuan Memilih Sekolah

Sebagai informasi, berikut merupakan jadwal PPDB jenjang SDN di Kota Tangerang tahap I setiap jalur:

Jalur Afirmasi

• Pendaftaran: 13 Juni 2022, mulai pukul 08.00 WIB-23.59 WIB

• Pengumuman: 14 Juni 2022, pukul 14.00 WIB

• Daftar ulang: 15 Juni 2022, pukul 00.01 WIB-16.00 WIB

Jalur Perpindahan Tugas Orangtua/Wali

• Pendaftaran: 13 Juni 2022, pukul 08.00 WIB-14.00 WIB

• Pengumuman: 14 Juni 2022, pukul 14.00 WIB

• Daftar ulang: 15 Juni 2022, pukul 00.01 WIB-16.00 WIB

Jalur Anak Berkebutuhan Khusus

• Pendaftaran: 13-14 Juni 2022, pukul 08.00WIB-14.00 WIB

• Pengumuman: 14 Juni 2022, pukul 20.00 WIB

• Daftar ulang: 15 Juni 2022, pukul 00.01 WIB-16.00 WIB

Jalur Zona Lingkungan Sekolah (Zonasi)

• Pendaftaran: 16-17 Juni 2022, 08.00 WIB-14.00 WIB

• Pengumuman: 17 Juni 2022, pukul 20.00 WIB

• Daftar ulang: 18 Juni 2022, pukul 00.01 WIB-16.00 WIB

Jalur Zona Wilayah (Zonasi)

• Pendaftaran: 16-17 Juni 2022, pukul 08.00 WIB-14.00 WIB

• Pengumuman: 17 Juni 2022, pukul 20.00 WIB

• Daftar ulang: 18 Juni 2022, pukul 00.01 WIB-16.00 WIB

Jalur Zona Umum/Antar-Zona Wilayah (Zonasi)

• Pendaftaran: 20-21 Juni 2022, pukul 08.00 WIB-14.00 WIB

• Pengumuman: 21 Juni 2022, pukul 20.00 WIB

• Daftar ulang: 22 Juni 2022, 00.01 WIB-16.00 WIB

Jalur Zona Luar Kota Tangerang

• Pendaftaran: 20-21 Juni 2022, pukul 08.00 WIB-14.00 WIB

• Pengumuman: 21 Juni 2022, pukul 20.00 WIB

• Daftar ulang: 22 Juni 2022, pukul 00.01 WIB-16.00 WIB

Kemudian, jadwal PPDB jenjang SDN di Kota Tangerang tahap II:

Zona Wilayah

• Pendaftaran: 23-24 Juni 2022, 08.00 WIB-14.00 WIB

• Pengumuman: 24 Juni 2022, 20.00 WIB

• Daftar ulang: 25 Juni 2022, 00.01 WIB-16.00 WIB

PPDB jenjang SDN tahap II bakal dibuka jika hasil PPDB tahap I terdapat kursi kosong.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perbaikan Taman Margasatwa Ragunan Akan Berlangsung Lebih dari 2 Tahun

Perbaikan Taman Margasatwa Ragunan Akan Berlangsung Lebih dari 2 Tahun

Megapolitan
Berkenalan dengan Dua Anggota Baru Taman Margasatwa Ragunan, Tazoo dan Unggul

Berkenalan dengan Dua Anggota Baru Taman Margasatwa Ragunan, Tazoo dan Unggul

Megapolitan
Duloh Ungkap Kronologi Pembunuhan Terhadap Anak Kandung Wowon: Dicekik dan Dibekap

Duloh Ungkap Kronologi Pembunuhan Terhadap Anak Kandung Wowon: Dicekik dan Dibekap

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Dapat Rp 130 Miliar dari Pemprov DKI, Dipakai untuk Mempercantik Kandang

Taman Margasatwa Ragunan Dapat Rp 130 Miliar dari Pemprov DKI, Dipakai untuk Mempercantik Kandang

Megapolitan
Sopir Ikuti Google Maps, Truk Kontainer Tersasar ke Jalan Kecil di Perkampungan Tangerang

Sopir Ikuti Google Maps, Truk Kontainer Tersasar ke Jalan Kecil di Perkampungan Tangerang

Megapolitan
'Sebelum Ditutup Waduk Marunda, Air Suka Meluap ke Sini'

"Sebelum Ditutup Waduk Marunda, Air Suka Meluap ke Sini"

Megapolitan
Menengok Waduk Retensi Marunda, Andalan Warga Cilincing untuk Cegah Banjir

Menengok Waduk Retensi Marunda, Andalan Warga Cilincing untuk Cegah Banjir

Megapolitan
Stigma Nikah di KUA Masih Jelek, Sering Dicap Tak Punya Modal

Stigma Nikah di KUA Masih Jelek, Sering Dicap Tak Punya Modal

Megapolitan
Kasus Dugaan Kolusi Pengadaan Revitalisasi TIM, Begini Duduk Perkaranya

Kasus Dugaan Kolusi Pengadaan Revitalisasi TIM, Begini Duduk Perkaranya

Megapolitan
Seorang Remaja Lompat dari Lantai 3 Mal BTM Bogor, Selamat karena Mendarat di Tumpukan Baju

Seorang Remaja Lompat dari Lantai 3 Mal BTM Bogor, Selamat karena Mendarat di Tumpukan Baju

Megapolitan
Terjerat Kasus Dugaan Kolusi Revitalisasi TIM, Jakpro Jalani Sidang Majelis Komisi

Terjerat Kasus Dugaan Kolusi Revitalisasi TIM, Jakpro Jalani Sidang Majelis Komisi

Megapolitan
Wowon Sebut Korban Siti Tak Didorong ke Laut, tetapi Menceburkan Diri Bersama Noneng

Wowon Sebut Korban Siti Tak Didorong ke Laut, tetapi Menceburkan Diri Bersama Noneng

Megapolitan
Meski Jadi Tren, Peminat Nikah di KUA Tak Seramai Itu

Meski Jadi Tren, Peminat Nikah di KUA Tak Seramai Itu

Megapolitan
Anak SD di Pulo Gebang yang Hampir Diculik Alami Trauma dan Sempat Sakit

Anak SD di Pulo Gebang yang Hampir Diculik Alami Trauma dan Sempat Sakit

Megapolitan
Polda Metro Selidiki Laporan Keluarga Hasya atas Dugaan Kelalaian Pensiunan Polisi

Polda Metro Selidiki Laporan Keluarga Hasya atas Dugaan Kelalaian Pensiunan Polisi

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.