Layanan Publik Terintegrasi, Warga Jakarta Pusat Tak Perlu Khawatir Ubah Data Dokumen Imbas Pergantian Nama Jalan

Kompas.com - 29/06/2022, 16:12 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat Jakarta Pusat diminta tak perlu khawatir mengenai perubahan dokumen warga sebagai imbas perubahan nama jalan di sejumlah titik di Jakarta Pusat.

Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma mengungkapkan, layanan publik di DKI Jakarta saat ini sudah berbasis digital, sehingga secara otomatis layanan publik akan terintegrasi satu dengan yang lainnya.

"Saat ini Nomor Induk Kependudukan (NIK) menjadi single identity number yang akan dimanfaatkan untuk layanan publik lainnya, otomatis layanan publik satu dengan lainnya terintegrasi, misalnya layanan publik NPWP serta wajib pajak, ketika NIK ini diintegrasikan, maka secara sistem akan terkoneksi dengan data kependudukannya," ujar Dhany di Kelurahan Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (29/6/2022).

Baca juga: Ada 654 Orang Terdampak Perubahan 8 Nama Jalan di Jakarta Pusat

"Perubahan ini secara otomatis akan diterbitkan pada waktu yang akan ditetapkan dalam penerbitan dokumen yang dibutuhkan dalam pelayanan publik," sambung dia.

Terkait dengan perubahan nama jalan, kata Dhany, jajarannya membuka empat pola untuk melayani masyarakat yang ingin merubah dokumennya.

Empat pola tersebut meliputi layanan jemput bola, layanan loket di kantor kelurahan, layanan online pada aplikasi Alpukat Betawi dan layanan terintegrasi yang dilakukan oleh Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Sudin Dukcapil) Jakarta Pusat.

Dhany mengatakan, Pemkot Jakpus akan mengundang instansi terkait seperti Sistem administrasi manunggal satu atap (Samsat), Badan Pendapatan Daerah (BPD), untuk memastikan warga yang mengurus perubahan dokumen berlangsung lancar dan tak dikenakan biaya.

Baca juga: Minta Warga yang Terdampak Perubahan Nama Jalan Tak Khawatir, Wamendagri: Kita Kawal

"Di situ lah nanti akan ada keterbukaan, jadi layanan publik terintegrasi itu sudah memproses layanan tersebut berdasarkan data pada NIK," tuturnya.

Sebagai informasi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah meresmikan perubahan 22 nama jalan di DKI Jakarta dengan nama-nama tokoh Betawi.

Anies mengatakan, penggunaan nama tokoh betawi merupakan apresiasi atas peran para tokoh tersebut dalam perjalanan Kota Jakarta.

"Dari Betawi dilahirkan begitu banyak pribadi-pribadi yang hidupnya memberikan kemajuan," ujar Anies dalam rekaman suara, Senin (20/6/2022).

Adapun 22 nama jalan yang diubah Anies yaitu:

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Hanya Jaga Keselamatan, LPSK Juga Jaga Konsistensi Kesaksian Bharada E

Tak Hanya Jaga Keselamatan, LPSK Juga Jaga Konsistensi Kesaksian Bharada E

Megapolitan
LPSK Sebut Istri Ferdy Sambo Butuh Pemulihan Mental

LPSK Sebut Istri Ferdy Sambo Butuh Pemulihan Mental

Megapolitan
UPDATE 10 Agustus 2022: Bertambah 364, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Tembus 97.198

UPDATE 10 Agustus 2022: Bertambah 364, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Tembus 97.198

Megapolitan
Mengapa Anies Tak Kunjung Cabut Pergub Penggusuran Warisan Ahok?

Mengapa Anies Tak Kunjung Cabut Pergub Penggusuran Warisan Ahok?

Megapolitan
Kebakaran di Plaza Mandiri Gatot Subroto, Asap Mengepul Jadi Kendala Petugas Damkar

Kebakaran di Plaza Mandiri Gatot Subroto, Asap Mengepul Jadi Kendala Petugas Damkar

Megapolitan
Plaza Mandiri Terbakar Kamis Dini Hari, Diduga akibat Korsleting

Plaza Mandiri Terbakar Kamis Dini Hari, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
Ada Dugaan Pemberian Obat Kedaluwarsa kepada Bayi di Tangerang, Dinkes Minta Maaf

Ada Dugaan Pemberian Obat Kedaluwarsa kepada Bayi di Tangerang, Dinkes Minta Maaf

Megapolitan
Ajukan Keringanan Hukuman, Terdakwa Mengaku Berbalik Lindungi Ade Armando Usai Mengeroyok

Ajukan Keringanan Hukuman, Terdakwa Mengaku Berbalik Lindungi Ade Armando Usai Mengeroyok

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Larang Siswa Pilih Ketua OSIS Nonmuslim, Guru Dimutasi | Saat Rumah Mertua Ferdy Sambo Turut Digeledah

[POPULER JABODETABEK] Larang Siswa Pilih Ketua OSIS Nonmuslim, Guru Dimutasi | Saat Rumah Mertua Ferdy Sambo Turut Digeledah

Megapolitan
Saat LPSK Ingin Pastikan Keselamatan Nyawa Bharada E yang Ajukan Diri Jadi 'Justice Collaborator'...

Saat LPSK Ingin Pastikan Keselamatan Nyawa Bharada E yang Ajukan Diri Jadi "Justice Collaborator"...

Megapolitan
Ini Alasan M Taufik Belum Juga Mengundurkan Diri dari Keanggotaan DPRD DKI Jakarta...

Ini Alasan M Taufik Belum Juga Mengundurkan Diri dari Keanggotaan DPRD DKI Jakarta...

Megapolitan
2 Kontainer, 1 Mobil, dan 1 Motor Hangus Terbakar di Sebuah Gudang di Cakung

2 Kontainer, 1 Mobil, dan 1 Motor Hangus Terbakar di Sebuah Gudang di Cakung

Megapolitan
Ini Alasan LPSK Tak Bisa Lanjutkan Asesmen terhadap Istri Ferdy Sambo...

Ini Alasan LPSK Tak Bisa Lanjutkan Asesmen terhadap Istri Ferdy Sambo...

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: 3 Wilayah di Jakarta Berpotensi Hujan Petir Disertai Angin Kencang Siang hingga Sore

Prakiraan Cuaca BMKG: 3 Wilayah di Jakarta Berpotensi Hujan Petir Disertai Angin Kencang Siang hingga Sore

Megapolitan
Ketua RT Sebut Istri Ferdy Sambo Menangis di Kamar Saat Penggeledahan

Ketua RT Sebut Istri Ferdy Sambo Menangis di Kamar Saat Penggeledahan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.