Kompas.com - 30/06/2022, 12:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo kembali mendatangi Polda Metro Jaya, Kamis (30/6/2022).

Dia datang untuk diperiksa sebagai pihak pelapor kasus unggahan meme Patung Sang Buddha, yang diedit mirip wajah Presiden RI Joko Widodo.

Pantauan Kompas.com, Roy Suryo yang mengenakan batik tiba di Mapolda Metro Jaya pada Kamis siang, sambil didampingi kuasa hukumnya, Pitra Romadoni, dan seorang saksi dari umat Buddha.

Baca juga: Beda Kelanjutan Kasus Unggahan Meme Patung Buddha yang Libatkan Roy Suryo Jadi Pelapor Sekaligus Terlapor

Tak banyak pernyataan yang disampaikan oleh Roy Suryo ketika tiba di pintu masuk gedung Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Roy Suryo hanya mengatakan bahwa pada agenda kali ini dia berstatus sebagai saksi. Sementara pelapor kasus tersebut adalah Pitra Romadoni.

"Saya selaku saksi dari pelapor yang namanya pak Pitra Romadoni, mewakili kongres pemuda Indonesia," ujar Roy Suryo kepada wartawan, Kamis (30/6/2022).

Pada kesempatan yang sama, Pitra Romadoni mengatakan bahwa kedatangannya kali ini untuk memenuhi panggilan klarifikasi laporan yang dilayangkannya pada Kamis (16/6/2022).

Laporan tersebut ditujukan kepada tiga akun yang pertama kali mengunggah meme Patung Sang Buddha ke media sosial serta me-mention ke akun Twitter milik Roy Suryo.

Baca juga: Kasus Roy Suryo di Tahap Penyidikan, Polisi Minta Keterangan Tambahan Ahli Agama hingga Media Sosial

"Hari akan diminta keterangan sebagai pelapor terhadap tiga akun Twitter yang melakukan mention salah satunya kepada pak Roy Suryo. Kami ingin membuktikan di sini bahwasanya pak Roy Suryo di sini sebagai korban," ungkap Pitra.

Setelah itu, Roy Suryo dan rombongannya bergegas masuk ke ruang penyidik Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Dihubungi secara terpisah, salah seorang penyidik dari Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengatakan, Pitra Romadoni, Roy Suryo, dan seorang saksi pelapor sudah berada di ruang penyidik dan tengah dimintai keterangan.

"Benar mas, sudah hadir dan lagi diperiksa," kata penyidik kepada Kompas.com.

Sebelumnya, Roy Suryo melaporkan pengunggah pertama foto stupa Candi Borobudur yang telah disunting menjadi mirip wajah Joko Widodo ke Polda Metro Jaya.

Baca juga: Polda Metro: Ada Unsur Pidana dalam Unggahan Meme Patung Buddha oleh Roy Suryo

"Hari ini, kami selaku kami selalu penasihat hukum Roy Suryo membuat laporan polisi terkait dengan meme stupa Candi Borobudur yang telah beredar di media sosial," ujar, Pitra Romadoni, Kamis (16/6/2022).

Menurut Pitra, terdapat tiga akun media sosial yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Ketiga akun tersebut merupakan pengunggah pertama gambar tersebut.

Pelaporan dilakukan karena kliennya, yakni Roy Suryo, merasa dirugikan dengan adanya penggiringan opini, yang menyebutkan bahwa Roy adalah pengunggah atau penyebar gambar meme stupa Candi Borobudur itu.

"Iya yang dilaporkan itu adalah pengunggah pertama. Yang diketahui oleh kami ada tiga akun. Dan itu sudah dijelaskan juga di posting-an Roy bahwasanya beliau dapat dari sini," ungkap Pitra.

"Karena beliau merasa juga korban atas akun tersebut, dan digiring opininya ke arah sana maka kami laporkan," sambung dia.

Baca juga: Roy Suryo Mengaku Akan Diperiksa Besok soal Meme Patung Sang Buddha Mirip Jokowi

Laporan Roy teregistrasi di Polda Metro Jaya dengan nomor LP/B/2970/VI/2022/SPKT/Polda Metro Jaya, tertanggal 16 Juni 2022.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Permukiman Warga di Menteng Terbakar, Api Diduga Muncul dari Kompor Gas Pedagang Bubur

Permukiman Warga di Menteng Terbakar, Api Diduga Muncul dari Kompor Gas Pedagang Bubur

Megapolitan
Bakal Dijadikan Permukiman, Baru Ada Satu Bangunan Semipermanen di Pulau G

Bakal Dijadikan Permukiman, Baru Ada Satu Bangunan Semipermanen di Pulau G

Megapolitan
Peringati Hari Tani Nasional ke-62, KNPA Bakal Unjuk Rasa di Gedung DPR Hari Ini

Peringati Hari Tani Nasional ke-62, KNPA Bakal Unjuk Rasa di Gedung DPR Hari Ini

Megapolitan
Anies Janji BUMD Pengelola TIM Akan Tetap Ada meski Dirinya Lengser

Anies Janji BUMD Pengelola TIM Akan Tetap Ada meski Dirinya Lengser

Megapolitan
Hari Ini, BEM SI Demo Suarakan Isu Petani hingga Tolak Kenaikan Harga BBM di DPR

Hari Ini, BEM SI Demo Suarakan Isu Petani hingga Tolak Kenaikan Harga BBM di DPR

Megapolitan
Komisi D DPRD DKI Sarankan Kontribusi Tambahan di Pulau G Disesuaikan dengan Bentuk Permukiman

Komisi D DPRD DKI Sarankan Kontribusi Tambahan di Pulau G Disesuaikan dengan Bentuk Permukiman

Megapolitan
Akhir Pertikaian Wakil Ketua DPRD Depok Soal Truk yang Tabrak Portal Pembatas, Dilaporkan Sopir hingga Rangkulan Damai Tajudin

Akhir Pertikaian Wakil Ketua DPRD Depok Soal Truk yang Tabrak Portal Pembatas, Dilaporkan Sopir hingga Rangkulan Damai Tajudin

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jaktim dan Bogor Potensi Hujan Petir Disertai Angin Kencang di Malam Hari

Prakiraan Cuaca BMKG: Jaktim dan Bogor Potensi Hujan Petir Disertai Angin Kencang di Malam Hari

Megapolitan
Punya Mandat Kelola TIM, Jakpro Janji Fasilitas Terus Terawat hingga 100 Tahun ke Depan

Punya Mandat Kelola TIM, Jakpro Janji Fasilitas Terus Terawat hingga 100 Tahun ke Depan

Megapolitan
Satpol PP Bakal Razia Rutin untuk Pastikan Lokalisasi Rawa Malang Tak Beroperasi

Satpol PP Bakal Razia Rutin untuk Pastikan Lokalisasi Rawa Malang Tak Beroperasi

Megapolitan
Sulit Diawasi, Lokalisasi di Rawa Malang Bakal Disatukan dengan Taman Pemakaman

Sulit Diawasi, Lokalisasi di Rawa Malang Bakal Disatukan dengan Taman Pemakaman

Megapolitan
Wakil Ketua DPRD Depok Minta Maaf ke Orangtua Sopir Truk, Bilang Korban Baik-baik Saja

Wakil Ketua DPRD Depok Minta Maaf ke Orangtua Sopir Truk, Bilang Korban Baik-baik Saja

Megapolitan
Saat Anies Baswedan Kendarai Mikrotrans Jaklingko dari Terminal Rawamangun ke Pasar Kebembem...

Saat Anies Baswedan Kendarai Mikrotrans Jaklingko dari Terminal Rawamangun ke Pasar Kebembem...

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Ketika WNA Lansia Napak Tilas ke Kota Tua, Transjakarta Kembali Operasikan Rute Summarecon Bekasi-Pancoran, Keluh Kesah Setelah Harga BBM Naik

[POPULER JABODETABEK] Ketika WNA Lansia Napak Tilas ke Kota Tua, Transjakarta Kembali Operasikan Rute Summarecon Bekasi-Pancoran, Keluh Kesah Setelah Harga BBM Naik

Megapolitan
Anies: Warga Jakarta, Yuk, Datang ke TIM!

Anies: Warga Jakarta, Yuk, Datang ke TIM!

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.