Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Satpol PP Tangsel Akan Copot Baliho Ilegal Capres-Cawapres

Kompas.com - 22/07/2022, 14:16 WIB
Annisa Ramadani Siregar,
Nursita Sari

Tim Redaksi

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan akan mencopot baliho-baliho yang tidak berizin (ilegal) di wilayahnya, termasuk baliho calon presiden dan calon wakil presiden.

Seperti diketahui, baliho bergambar Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar muncul di wilayah Tangsel.

Salah satu baliho berada di Jalan Letnan Soetopo, Serpong, Tangsel. Dalam baliho tersebut terdapat logo Partai Gerindra dan PKB, kemudian di bawahnya terdapat slogan "Terwujudnya Kebangkitan Indonesia Raya".

Baca juga: Soal Baliho Prabowo-Muhaimin di Tangsel, DPC Gerindra: Kami Menunggu Deklarasi Resmi

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Perundang-undangan Satpol PP Tangerang Selatan Taufik Wahidin mengatakan, pihaknya belum menerima informasi terkait pemasangan baliho itu.

"Belum (ada pemberitahuan), sampai saat ini belum ada. Cuma saya lihat gambarnya memang sudah ada di situ, ada satu," ujar Taufik saat dihubungi, Jumat (22/7/2022).

Taufik rencananya akan segera berkoordinasi dengan Bawaslu dan KPU Kota Tangsel untuk menanyakan apakah sudah boleh memasang baliho capres-cawapres.

Sebab, setahu Taufik, pemasangan atribut kampanye itu baru boleh dilakukan pada 2023 saat tahapan Pemilu sudah digelar.

"Kalau tahapan Pilpres sih tahun depan, makanya rencananya saya ini mau ke Bawaslu dan KPU. Saya mau koordinasi kaitan dengam baliho calon-calon presiden yang sudah muncul di lapangan, apakah itu sudah bisa tayang atau memang belum," kata Taufik.

Baca juga: Roy Suryo Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Penistaan Agama Terkait Meme Patung Buddha Mirip Jokowi

Jika ternyata atribut kampanye itu belum boleh dipasang, maka Satpol PP Tangsel akan segera menurunkan baliho tersebut.

"Saya juga nanti kalau mau melangkah melakukan penurunan atau penertiban baliho calon, saya lebih nyaman setelah ada info dari Bawaslu. Misalkan belum boleh, saya akan turunkan baliho-baliho calon itu," lanjut dia.

Sebelumnya, Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Kota Tangsel Yudi Budi Wibowo mengaku tak mengetahui pihak yang memasang baliho tersebut.

Kendati demikian, Yudi menilai, baliho tersebut sebagai bentuk sambutan terhadap pertemuan antara Prabowo dan Muhaimin pada pertengahan Juni lalu.

Baca juga: Sering Habiskan Makanan, Penyebab Anak di Bekasi Dirantai dan Dipukuli Orangtuanya

Setelah pertemuan itu, Gerindra dan PKB sepakat membentuk koalisi dalam menghadapi Pemilu Presiden 2024.

"Ada sambutan baik dengan pertemuan Gerindra dan PKB beberapa waktu yang lalu, dengan memasang spanduk tersebut. Tapi saya pun belum tahu siapa yang memasang," ujar Yudi melalui keterangan tertulis, Rabu (20/7/2022).

Meski Gerindra dan PKB sudah sepakat berkoalisi, Yudi mengatakan, pihaknya masih menunggu deklarasi pencalonan presiden dan wakil presiden dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.

"Tapi untuk duet ini kan tentu kami menunggu deklarasi resmi dari pusat. Kalau sudah deklarasi tentu kami dukung penuh duet Prabowo-Muhaimin ini," kata Yudi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Besok, Siswi SLB di Kalideres yang Jadi Korban Pemerkosaan Bakal Lapor Polisi

Besok, Siswi SLB di Kalideres yang Jadi Korban Pemerkosaan Bakal Lapor Polisi

Megapolitan
Pelaku Pencabulan 11 Anak di Bogor Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Pelaku Pencabulan 11 Anak di Bogor Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Megapolitan
Koalisi Masyarakat Sipil Gugat Pemberian Pangkat Bintang Empat Prabowo ke PTUN

Koalisi Masyarakat Sipil Gugat Pemberian Pangkat Bintang Empat Prabowo ke PTUN

Megapolitan
Polsek Setiabudi: Pemalsu KTP dan SIM Cari Pembeli lewat FB

Polsek Setiabudi: Pemalsu KTP dan SIM Cari Pembeli lewat FB

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pemalsu Dokumen KTP, SIM, dan Buku Nikah

Polisi Tangkap 2 Pemalsu Dokumen KTP, SIM, dan Buku Nikah

Megapolitan
Kagetnya Warga di Pondok Aren: Cium Air Rumah Bau Bangkai, Ternyata Ada Mayat Membusuk di Dalam Toren

Kagetnya Warga di Pondok Aren: Cium Air Rumah Bau Bangkai, Ternyata Ada Mayat Membusuk di Dalam Toren

Megapolitan
Hasrat Seksual Tak Tersalurkan, Pria Paruh Baya Cabuli Anak di Bawah Umur di Bogor

Hasrat Seksual Tak Tersalurkan, Pria Paruh Baya Cabuli Anak di Bawah Umur di Bogor

Megapolitan
Bawaslu Jakarta Minta Warga Lapor jika Temukan Tindak Pidana Saat Pilkada 2024

Bawaslu Jakarta Minta Warga Lapor jika Temukan Tindak Pidana Saat Pilkada 2024

Megapolitan
Warga Duga Mayat Dalam Toren di Pondok Aren Terkait Penggerebekan Kasus Narkoba

Warga Duga Mayat Dalam Toren di Pondok Aren Terkait Penggerebekan Kasus Narkoba

Megapolitan
8 Remaja Bersenjata Tajam di Bogor Diamankan Polisi Saat Hendak Tawuran

8 Remaja Bersenjata Tajam di Bogor Diamankan Polisi Saat Hendak Tawuran

Megapolitan
Penemuan Mayat Dalam Toren di Pondok Aren, Pemilik Rumah Buka Penutup 3 Kali Putaran

Penemuan Mayat Dalam Toren di Pondok Aren, Pemilik Rumah Buka Penutup 3 Kali Putaran

Megapolitan
Polisi: 11 Anak di Bogor Dicabuli Saat Sewa Sepeda Listrik

Polisi: 11 Anak di Bogor Dicabuli Saat Sewa Sepeda Listrik

Megapolitan
Polisi Tangkap Pengedar Sabu Berkedok Jual Nasi di Bojonggede

Polisi Tangkap Pengedar Sabu Berkedok Jual Nasi di Bojonggede

Megapolitan
Pria di Bogor Cabuli 11 Anak di Bawah Umur, Korban Diiming-imingi Tambahan Waktu Sewa Sepeda Listrik

Pria di Bogor Cabuli 11 Anak di Bawah Umur, Korban Diiming-imingi Tambahan Waktu Sewa Sepeda Listrik

Megapolitan
Polisi Tangkap Pria Paruh Baya yang Cabuli 11 Anak di Bogor

Polisi Tangkap Pria Paruh Baya yang Cabuli 11 Anak di Bogor

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com