Kompas.com - 25/07/2022, 07:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Rekomendasi Majelis Kehormatan Partai (MKP) Gerindra terkait pemecatan Mohamad Taufik belum mendapat kejelasan dari dewan pimpinan pusat (DPP).

Ketidakpastian ini melatarbelakangi gugatan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Jakarta Timur terhadap DPP dan Dewan Pembina Partai Gerindra yang diketuai Prabowo Subianto.

Gugatan dilayangkan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada 7 Juli dengan nomor registrasi 607/Pdt.Sus-Parpol/2022/PN JKT.SEL. DPC Gerindra Jakarta Timur sebagai penggugat diwakili oleh Zulham Effendi.

Baca juga: Rekomendasi Pemecatan M Taufik yang Berujung Gugatan kepada Prabowo...

Dalam gugatan tersebut, Prabowo diminta menjalankan keputusan MKP yang telah memberikan rekomendasi pemecatan Taufik dari Gerindra.

Rekomendasi pemecatan Taufik dihasilkan dalam sidang MKP pada Selasa (7/6/2022). Mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra DKI Jakarta itu dinilai tidak loyal dengan partai.

Taufik pernah dipanggil oleh MKP saat memberikan pernyataan mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies baswedan sebagai calon presiden. Padahal Gerindra sudah memiliki calonnya sendiri, yaitu Prabowo.

Ketika itu, kata Wakil Ketua MKP Gerindra Wihadi Wiyanto, Taufik sudah berjanji di bawah sumpah akan loyal terhadap Partai Gerindra. Namun, menurut Wihadi, setelah itu Taufik justru menunjukkan sikap tidak loyal, terutama setelah dicopot sebagai wakil ketua DPRD DKI Jakarta.

Sikap tidak loyal itu, kata Wihadi, tercermin dari pernyataan Taufik yang mengaku akan hengkang dari Gerindra dan berpindah partai.

"Melihat ketidakloyalan daripada Saudara Taufik dan juga menyalahi apa yang sudah disampaikan pada 21 Februari, dia mengatakan akan tetap dengan Gerindra, tapi pada kenyataannya dengan manuver-manuver dia mengatakan akan mundur," ujar Wihadi, di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Selasa.

Baca juga: M Taufik Dipecat, Gerindra Proses PAW di DPRD DKI

 

Selain tidak loyal, Wihadi menyebutkan sejumlah catatan yang mendasari keputusan MKP. Ia mengatakan, kekalahan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di DKI Jakarta pada Pemilihan Presiden 2019 lalu menjadi salah satu alasan.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Batalnya Rencana Anies 'Break' Sejenak Usai Lengser karena Dideklarasikan Jadi Capres...

Batalnya Rencana Anies "Break" Sejenak Usai Lengser karena Dideklarasikan Jadi Capres...

Megapolitan
Dalam Sebulan, Warga RT 007/001 Kembangan Utara Sudah 4 Kali Kebanjiran

Dalam Sebulan, Warga RT 007/001 Kembangan Utara Sudah 4 Kali Kebanjiran

Megapolitan
Rizky Billar Bantah Aniaya Lesti Kejora, Polda Metro: Hasil Visum Buktikan Ada Kekerasan

Rizky Billar Bantah Aniaya Lesti Kejora, Polda Metro: Hasil Visum Buktikan Ada Kekerasan

Megapolitan
Perumahan Griya Setu Permai Kabupaten Bekasi Tergenang Banjir Kiriman Kali Cisadang

Perumahan Griya Setu Permai Kabupaten Bekasi Tergenang Banjir Kiriman Kali Cisadang

Megapolitan
Anies Resmikan Tarif Integrasi JakLingko Rp 10.000, 1 Kartu untuk Satu Pengguna

Anies Resmikan Tarif Integrasi JakLingko Rp 10.000, 1 Kartu untuk Satu Pengguna

Megapolitan
Polisi Klaim Kantongi Alat Bukti yang Cukup untuk Tetapkan Rizky Billar Tersangka KDRT

Polisi Klaim Kantongi Alat Bukti yang Cukup untuk Tetapkan Rizky Billar Tersangka KDRT

Megapolitan
7 Hari Tragedi Kanjuruhan, Pemain Persija dan The Jakmania Gelar Doa Bersama

7 Hari Tragedi Kanjuruhan, Pemain Persija dan The Jakmania Gelar Doa Bersama

Megapolitan
Polres Jaksel Jemput Bola Periksa Lesti Kejora di Tempat Rahasia

Polres Jaksel Jemput Bola Periksa Lesti Kejora di Tempat Rahasia

Megapolitan
Baim Wong Berdalih Bikin Konten 'Prank' Laporan KDRT untuk Edukasi Masyarakat

Baim Wong Berdalih Bikin Konten "Prank" Laporan KDRT untuk Edukasi Masyarakat

Megapolitan
Terlindas Truk Trailer di Pelabuhan Sunda Kelapa, Pemotor Tewas di TKP

Terlindas Truk Trailer di Pelabuhan Sunda Kelapa, Pemotor Tewas di TKP

Megapolitan
Tempat Karaoke di Mangga Besar Terbakar, Karyawan dan Pengunjung Selamat

Tempat Karaoke di Mangga Besar Terbakar, Karyawan dan Pengunjung Selamat

Megapolitan
Kesaksian Guru MTsN 19 saat Air Bah Menjebol Sekolah: Terjebak di Ruangan dengan Banjir Setinggi Pinggang

Kesaksian Guru MTsN 19 saat Air Bah Menjebol Sekolah: Terjebak di Ruangan dengan Banjir Setinggi Pinggang

Megapolitan
Jelang Lengser, Anies Silaturahmi ke Keuskupan Agung DKI Jakarta

Jelang Lengser, Anies Silaturahmi ke Keuskupan Agung DKI Jakarta

Megapolitan
Anies Percayai Keputusan Jokowi Tunjuk Heru Budi Jadi PJ Gubernur DKI

Anies Percayai Keputusan Jokowi Tunjuk Heru Budi Jadi PJ Gubernur DKI

Megapolitan
BMKG: Cuaca Ekstrem di Jabodetabek Diprediksi Masih Terjadi 5 Hari ke Depan

BMKG: Cuaca Ekstrem di Jabodetabek Diprediksi Masih Terjadi 5 Hari ke Depan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.