Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jadi Tersangka Korupsi, Eks Ketua KPU Depok Tak Ditahan atas Permintaan KPU Pusat

Kompas.com - 28/07/2022, 14:01 WIB
Ihsanuddin

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Depok 2013-2018 Titik Nurhayati ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah kegiatan fasilitas kampanye dan audit dana kampanye 2015.

Kendati berkas perkara dugaan korupsi sudah lengkap dan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Jawa Barat, Titik tidak ditahan.

Saat ini, Titik juga masih aktif sebagai anggota KPU Jawa Barat.

Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Depok Andi Rio Rahmat mengatakan, Titik tak ditahan karena adanya permintaan dari KPU pusat. 

Menurut Andi, pihaknya menerima surat dari Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) yang berisi permintaan agar tersangka tidak ditahan.

Baca juga: Jadi Tersangka Korupsi Dana Sosialisasi Pilkada 2015, Eks Ketua KPUD Depok Tak Ditahan

Dalam surat itu, KPU RI meminta agar tersangka tidak ditahan karena jabatannya sebagai komisioner KPU Jawa Barat.

Saat ini, KPU sedang melakukan tahapan pemilu sehingga kehadiran tersangka dalam kegiatan KPU Jawa Barat dianggap penting.

Tersangka juga menyerahkan surat keterangan yang berjanji untuk kooperatif mengikuti persidangan.

”Ada surat permintaan untuk (tersangka) tidak ditahan dari KPU Pusat dan KPU Jabar. Surat permintaan dari pimpinan KPU Pusat,” ujar Andi, saat dikonfirmasi, Rabu (27/7/2022).

Dalam kasus ini, Titik disangkakan dengan dakwaan primer Pasal 2 Ayat 1 juncto Pasal 18 Ayat 1 Huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman 4-20 tahun berdasarkan Pasal 2 Ayat 1 UU Pemberantasan Tipikor.

Sesuai dengan aturan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), tersangka tindak pidana dengan ancaman hukuman di atas lima tahun seharusnya ditahan.

Namun, Andi menjelaskan, adanya surat permintaan dari KPU itu menjadi pertimbangan bagi penyidik untuk tidak menahan tersangka.

Selain itu, penahanan merupakan kewenangan subyektif dari jaksa penyidik.

Baca juga: Berkas Kasus Dugaan Korupsi Lengkap, Eks Ketua KPUD Depok Segera Diadili

Meski tahapan pemilu masih lama, lanjut Andi, pertimbangan dari kejaksaan tahapan pemilu berjalan panjang.

Tidak hanya terkait hari pemungutan suara, tetapi juga ada pendataan daftar pemilih tetap (DPT) dan persiapan teknis lainnya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Warga Sempat Cium Bau Bensin Sebelum Kebakaran di Jalan Semeru Raya Jakbar

Warga Sempat Cium Bau Bensin Sebelum Kebakaran di Jalan Semeru Raya Jakbar

Megapolitan
Sistem Imigrasi 'Down' di Bandara Soekarno Hatta akibat Gangguan pada Pusat Data Nasional

Sistem Imigrasi "Down" di Bandara Soekarno Hatta akibat Gangguan pada Pusat Data Nasional

Megapolitan
Diduga Ingin Bunuh Diri, Seorang Pria Nekat Panjat Pagar Jembatan di Bogor

Diduga Ingin Bunuh Diri, Seorang Pria Nekat Panjat Pagar Jembatan di Bogor

Megapolitan
 Dua Pekan Buron, Polisi Ultimatum Pria Penganiaya Pacar di Pondok Aren Serahkan Diri

Dua Pekan Buron, Polisi Ultimatum Pria Penganiaya Pacar di Pondok Aren Serahkan Diri

Megapolitan
Tak Berpenghuni, Rumah Subsidi Proyek Jokowi di Cikarang Jadi Tempat Mesum

Tak Berpenghuni, Rumah Subsidi Proyek Jokowi di Cikarang Jadi Tempat Mesum

Megapolitan
Dharma Pongrekun-Kun Wardana Ajukan Gugatan ke Bawaslu Usai Tak Lolos Verifikasi Cagub Independen

Dharma Pongrekun-Kun Wardana Ajukan Gugatan ke Bawaslu Usai Tak Lolos Verifikasi Cagub Independen

Megapolitan
JPO di Jalan Semeru Raya Jakbar Rusak akibat Kebakaran

JPO di Jalan Semeru Raya Jakbar Rusak akibat Kebakaran

Megapolitan
Maling Leluasa Jarah Isi Rumah Subsidi Proyek Jokowi di Cikarang, Ambil Kloset hingga Meteran Listrik

Maling Leluasa Jarah Isi Rumah Subsidi Proyek Jokowi di Cikarang, Ambil Kloset hingga Meteran Listrik

Megapolitan
6 Event Liburan Sekolah di Mal Jakarta

6 Event Liburan Sekolah di Mal Jakarta

Megapolitan
Polres Jaktim Temukan Mobil Bos Rental yang Tewas di Pati

Polres Jaktim Temukan Mobil Bos Rental yang Tewas di Pati

Megapolitan
Geng Motor yang Bawa Airsoft Gun di Kemayoran Sempat Diteriaki Maling

Geng Motor yang Bawa Airsoft Gun di Kemayoran Sempat Diteriaki Maling

Megapolitan
Ketika Penjarah Aset Rusunawa Marunda Tak Dilaporkan ke Polisi karena Kasihan...

Ketika Penjarah Aset Rusunawa Marunda Tak Dilaporkan ke Polisi karena Kasihan...

Megapolitan
Keluhan Warga Perumahan Subsidi Jokowi: Dindingnya Keropos, Atap Bocor dan Pintu Retak

Keluhan Warga Perumahan Subsidi Jokowi: Dindingnya Keropos, Atap Bocor dan Pintu Retak

Megapolitan
9 Rumah Hangus akibat Kebakaran di Jalan Semeru Raya Jakbar

9 Rumah Hangus akibat Kebakaran di Jalan Semeru Raya Jakbar

Megapolitan
Pemprov DKI Kerahkan Ribuan Petugas Cegah Jambret di Jakarta Internasional Marathon 2024

Pemprov DKI Kerahkan Ribuan Petugas Cegah Jambret di Jakarta Internasional Marathon 2024

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com