Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Identifikasi Mayat di Kali Ciherang, Polisi Sebut Korban Laki-laki Dewasa Berkebutuhan Khusus

Kompas.com - 04/08/2022, 19:07 WIB
Joy Andre,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

BEKASI, KOMPAS.com - Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan mengambang di Kali Ciherang, Desa Sukajati, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (3/8/2022) sore, sekitar pukul 14.30 WIB berhasil diidentifikasi.

Kepala Kepolisian Sektor Sukatani Ajun Komisaris Polisi Wito mengatakan bahwa korban adalah K (30).

"Sudah ketemu pihak keluarga dan sudah diidentifikasi. Inisialnya itu K dan kelahiran tahun 1982," ucap Wito, dalam sambungan teleponnya kepada Kompas.com, Kamis (4/8/2022).

Baca juga: Pemancing yang Menceburkan Diri ke Kali Ciherang Bekasi Ditemukan Tewas

Ia menjelaskan bahwa K adalah seorang pria yang berkebutuhan khusus dan kabur dari rumah saat dimarahi oleh keluarganya.

"Ya, jadi cekcok ringan. Dari keluarga bilang korban itu diomeli, jadi keluar dan pergi," ucap Wito.

Dari hasil pemeriksaan visum et repertum yang sudah dilakukan terhadap korban, Wito memastikan tidak bekas luka atau tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Baca juga: Mayat Laki-laki Berseragam SD Ditemukan Mengambang di Kali Ciherang Kabupaten Bekasi

Adapun jasad K yang sudah diidentifikasi tersebut kini telah diserahkan ke pihak keluarga untuk kemudian dimakamkan.

"Keluarga sudah ke rumah sakit kemarin," ucap Wito singkat.

Diberitakan sebelumnya, mayat K ditemukan mengambang di Kali Ciherang. K saat itu ditemukan dengan keadaan mengenakan pakaian seragam sekolah dasar (SD).

Adapun K juga diduga sudah meninggal dunia sejak dua hari sebelum ditemukan oleh warga.

"Kalau dari kesimpulan Inafis, itu kurang lebih sudah dua hari," ucap Wito, Rabu kemarin.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Staf Khusus Bupati Kediri Ikut Daftar Bakal Calon Wali Kota Bogor Lewat PDI-P

Staf Khusus Bupati Kediri Ikut Daftar Bakal Calon Wali Kota Bogor Lewat PDI-P

Megapolitan
4 dari 7 Korban Kebakaran Toko Bingkai di Mampang adalah Satu Keluarga

4 dari 7 Korban Kebakaran Toko Bingkai di Mampang adalah Satu Keluarga

Megapolitan
Tangkap Komplotan Pencuri yang Beraksi di Pesanggrahan, Polisi Sita 9 Motor

Tangkap Komplotan Pencuri yang Beraksi di Pesanggrahan, Polisi Sita 9 Motor

Megapolitan
Alami Luka Bakar Hampir 100 Persen, 7 Jenazah Korban Kebakaran 'Saudara Frame' Bisa Diidentifikasi Lewat Gigi

Alami Luka Bakar Hampir 100 Persen, 7 Jenazah Korban Kebakaran "Saudara Frame" Bisa Diidentifikasi Lewat Gigi

Megapolitan
Melawan Saat Ditangkap, Salah Satu Komplotan Pencuri Motor di Pesanggrahan Ditembak Polisi

Melawan Saat Ditangkap, Salah Satu Komplotan Pencuri Motor di Pesanggrahan Ditembak Polisi

Megapolitan
Uang Korban Dipakai 'Trading', Pelaku Dugaan Penipuan Beasiswa S3 ke Filipina Mengaku Siap Dipenjara

Uang Korban Dipakai "Trading", Pelaku Dugaan Penipuan Beasiswa S3 ke Filipina Mengaku Siap Dipenjara

Megapolitan
Siswa SMP yang Gantung Diri di Palmerah Dikenal Aktif Bersosialisasi di Lingkungan Rumah

Siswa SMP yang Gantung Diri di Palmerah Dikenal Aktif Bersosialisasi di Lingkungan Rumah

Megapolitan
Identitas 7 Jenazah Korban Kebakaran Toko Bingkai 'Saudara Frame' Berhasil Diidentifikasi

Identitas 7 Jenazah Korban Kebakaran Toko Bingkai "Saudara Frame" Berhasil Diidentifikasi

Megapolitan
Restorasi Rumah Dinas Gubernur DKI Sebesar Rp 22 Miliar Tak Hanya untuk Perbaikan, tapi Juga Penambahan Fasilitas

Restorasi Rumah Dinas Gubernur DKI Sebesar Rp 22 Miliar Tak Hanya untuk Perbaikan, tapi Juga Penambahan Fasilitas

Megapolitan
Komplotan Pencuri Motor di Pesanggrahan Ditangkap Polisi

Komplotan Pencuri Motor di Pesanggrahan Ditangkap Polisi

Megapolitan
Komisi A DPRD DKI Desak Pemprov DKI Kejar Kewajiban Pengembang di Jakarta soal Fasos Fasum

Komisi A DPRD DKI Desak Pemprov DKI Kejar Kewajiban Pengembang di Jakarta soal Fasos Fasum

Megapolitan
Sekretaris Pribadi Iriana Jokowi Ambil Formulir Calon Wali Kota Bogor Lewat PDIP, tapi Belum Mengembalikan

Sekretaris Pribadi Iriana Jokowi Ambil Formulir Calon Wali Kota Bogor Lewat PDIP, tapi Belum Mengembalikan

Megapolitan
Tak Bisa Lagi Kerja Berat Jadi Alasan Lupi Tetap Setia Menarik Sampan meski Sepi Penumpang

Tak Bisa Lagi Kerja Berat Jadi Alasan Lupi Tetap Setia Menarik Sampan meski Sepi Penumpang

Megapolitan
Teman Siswa yang Gantung Diri di Palmerah Sebut Korban Tak Suka Cerita Masalah Apa Pun

Teman Siswa yang Gantung Diri di Palmerah Sebut Korban Tak Suka Cerita Masalah Apa Pun

Megapolitan
Demo di Depan Kedubes AS, Koalisi Musisi untuk Palestina Serukan Tiga Tuntutan Sebelum Membubarkan Diri

Demo di Depan Kedubes AS, Koalisi Musisi untuk Palestina Serukan Tiga Tuntutan Sebelum Membubarkan Diri

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com