Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/08/2022, 21:07 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga DKI Jakarta saat ini sudah bisa menikmati tarif integrasi maksimal Rp 10.000 sesuai yang ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Adapun tarif integrasi ini hanya berlaku untuk moda transportasi Transjakarta, MRT dan LRT.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, penumpang yang menggunakan tarif integrasi diberikan waktu 45 menit untuk transit antarmoda.

Baca juga: Tarif Integrasi Rp 10.000 Hanya Berlaku di Halte dan Stasiun yang Sudah Terintegrasi

"Di titik integrasi yang belum menerapkan seamless area itu, waktu maksimum penumpang untuk transit itu 45 menit," kata Syafrin pada wartawan, Rabu (11/8/2022).

Syafrin menjelaskan, untuk area seamless, penumpang memang tidak perlu melakukan tap-out ketika pindah moda transportasi karena sudah terintegrasi.

Sementara bagi yang belum seamless, penumpang diminta melakukan tap-out untuk pindah moda transportasi yang termasuk dalam tarif integrasi dan diberi waktu 45 menit.

Baca juga: Tarif Integrasi Transportasi Rp 10.000 Baru Berlaku dengan Uang Elektronik Bank DKI dan Mandiri

Apabila lebih dari jangka waktu 45 menit tapi penumpang tidak melakukan tap-in di moda integrasi lainnya, maka akan dikenakan tarif awal sesuai moda yang digunakan.

"Tapi misalnya, naik Transjakata ingin melanjutkan ke (MRT) Lebak Bulus tapi mampir dulu di Blok M, jadi terus belanja, nah saat mampir itu lebih dari 45 menit maka dia dihitung dua perjalanan," ujarnya.

"Yaitu perjalanan Transjakarta sendiri, perjalanan MRT sendiri," ucap dia.

Adapun tata cara penerapan tarif integrasi ini akan dimulai ketika penumpang yang ingin menaiki Transjakarta, MRT dan LRT akan dikenakan tarif awal sebesar Rp 2.500.

Tarif selanjutnya penumpang akan dikenakan tarif sebesar Rp 250 per kilometer dengan tarif maksimum Rp 10.000.

Waktu perjalanan maksimum selama 180 menit, apabila penumpang melakukan perjalanan antar moda lebih dari 180 menit makan akan dikenakan tarif Rp 10.000 ditambah biaya perjalanan setelah menit yang ditentukan.

Biaya tambahan itu adalah biaya awal tarif integrasi yakni Rp 2.500 dengan tarif maksimal Rp 10.000.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Penonton Konser Dewa 19: Diturunkan Taksi Online, Jalan Kaki 45 Menit, hingga Kursi Diserobot

Cerita Penonton Konser Dewa 19: Diturunkan Taksi Online, Jalan Kaki 45 Menit, hingga Kursi Diserobot

Megapolitan
Kala Pengakuan Bripka Madih Membuatnya Disudutkan, Disebut Sering Bikin Onar hingga Meneror Warga

Kala Pengakuan Bripka Madih Membuatnya Disudutkan, Disebut Sering Bikin Onar hingga Meneror Warga

Megapolitan
Simak, Syarat Lengkap dan Lokasi Pelayanan Perpanjang SIM Keliling di Kota Bekasi Pekan Ini

Simak, Syarat Lengkap dan Lokasi Pelayanan Perpanjang SIM Keliling di Kota Bekasi Pekan Ini

Megapolitan
Psikolog Forensik: Bripka Madih seperti 'Whistleblower' jika Dugaan Pungli Benar

Psikolog Forensik: Bripka Madih seperti "Whistleblower" jika Dugaan Pungli Benar

Megapolitan
Ayah Siswi Calon Korban Penculikan Sudah Wanti-wanti Anaknya untuk Gigit dan Teriak

Ayah Siswi Calon Korban Penculikan Sudah Wanti-wanti Anaknya untuk Gigit dan Teriak

Megapolitan
Hampir Jadi Korban Penculikan di Pondok Kelapa, Siswi Ini Tak Mau Masuk Sekolah

Hampir Jadi Korban Penculikan di Pondok Kelapa, Siswi Ini Tak Mau Masuk Sekolah

Megapolitan
Rute Ganjil Genap di Jakarta Senin 6 Februari, Giliran Pelat Mobil Genap

Rute Ganjil Genap di Jakarta Senin 6 Februari, Giliran Pelat Mobil Genap

Megapolitan
Terjadi Dua Upaya Penculikan Siswa SD di Pondok Kelapa dalam Sehari

Terjadi Dua Upaya Penculikan Siswa SD di Pondok Kelapa dalam Sehari

Megapolitan
Potret Warga Miskin Ekstrem di DKI, Pendapatan Kurang dari Rp 300.000 Per Bulan untuk Biayai 2 Anak dan Istri

Potret Warga Miskin Ekstrem di DKI, Pendapatan Kurang dari Rp 300.000 Per Bulan untuk Biayai 2 Anak dan Istri

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Bripka Madih Ajukan Pengunduran Diri dari Polri | Bripka Madih Disebut Suka Bikin Onar oleh Ketua RW

[POPULER JABODETABEK] Bripka Madih Ajukan Pengunduran Diri dari Polri | Bripka Madih Disebut Suka Bikin Onar oleh Ketua RW

Megapolitan
Saat Jumlah Masyarakat Miskin Ekstrem di Jakarta Meningkat...

Saat Jumlah Masyarakat Miskin Ekstrem di Jakarta Meningkat...

Megapolitan
Tangan Digenggam Paksa, Anak SD di Pondok Kelapa Hampir Jadi Korban Penculikan

Tangan Digenggam Paksa, Anak SD di Pondok Kelapa Hampir Jadi Korban Penculikan

Megapolitan
Dua Pembacok Remaja hingga Tewas di Cibitung Ditangkap Polisi

Dua Pembacok Remaja hingga Tewas di Cibitung Ditangkap Polisi

Megapolitan
AKBP (Purn) Eko Setia Budi Ganti Warna Mobil Menjadi Putih, Psikolog Forensik: Jangan Disepelekan!

AKBP (Purn) Eko Setia Budi Ganti Warna Mobil Menjadi Putih, Psikolog Forensik: Jangan Disepelekan!

Megapolitan
Kapolres Jaksel: Ketahanan Keluarga Pengaruhi Aktivitas Tawuran di Manggarai

Kapolres Jaksel: Ketahanan Keluarga Pengaruhi Aktivitas Tawuran di Manggarai

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.