Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jejak Perjuangan di Gedung Joang 45: Hotel Mewah yang Jadi Markas Pemuda Revolusioner

Kompas.com - 17/08/2022, 14:17 WIB
Annisa Ramadani Siregar,
Jessi Carina

Tim Redaksi

Jika ada perubahan, hanya tata pamernya saja yang dirombak. Pemugaran tidak dilakukan, selain hanya renovasi bagian kecil yang rusak saja.

Sejak awal dibangun, gedung dengan luas 693 m² itu belum pernah diubah baik dari segi fisik, tiang, maupun lantainya.

Koleksi Museum

Koleksi yang dominan terdapat pada Gedung Joang 45 yaitu dokumenter sejarah kemerdekaan.

Memasuki gerbang, tampak pintu masuk museum diapit oleh patung separuh badan Bung Karno dan Bung Hatta.

Ada gambar serta cap tangan para perempuan pendekar, seperti Fatmawati, RA Kartini, Martha Christina Tiahahu, Tjut Nyak Dien, dan lain-lain.

Gedung terbagi ke dalam 6 area utama. Terdapat sejumlah diorama yang melukiskan suasana Gedung Menteng 31 jelang Kemerdekaan.

Terdapat kurang lebih 1.300 koleksi, baik lukisan, dokumen, dan patung di Gedung Joang 45. Gedung ini juga dilengkapi perpustakaan, ruang pameran, dan ruangan khusus untuk anak-anak.

Destinasi favorit yang paling dicari pengunjung adalah koleksi tiga mobil kepresidenan.

Mobil REP (Republik) 1, sedan limosin merek Buick pabrikan Amerika Serikat (1939). Mobil ini menjadi mobil kepresidenan pertama yang dimiliki Pemerintah Indonesia dan digunakan oleh Soekarno saat berdinas.

Kemudian, mobil REP 2 milik Moh Hatta pabrikan AS bermerk Desoto. Mobil ini mulanya milik Djohan Djohor, paman Hatta.

Terdapat pula mobil Peristiwa Cikini – insiden percobaan pembunuhan Soekarno pada 30 November 1957 di antara deretan koleksi Gedung Joang 45.

Ada pula koleksi senjata. Salah satunya, senjata laras panjang merk Kirov, kaliber 762 buatan Rusia, dan senjata laras panjang merk Styer kaliber 762 buatan Austria. Kabarnya, keduanya direbut dari prajurit Jepang pundi Malang, Jawa Timur.

Selain senjata berpeluru, ada senjata anggar bambu yang diklaim merupakan sarana latihan Laskar Putri dalam pendidikan keprajuritan untuk menggunakan senjata tajam dalam pertempuran.

Pakaian Laskar Rakyat yang dipakai sewaktu berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia juga dipamerkan di sini.

Di sudut tembok museum Joang 45 ini juga terdapat mural yang bertuliskan:

“Kita meninggalkan museum ini tetapi sebenarnya tidak, karena sejarah itu berlangsung terus sejalan dengan penghidupan dan kehidupan manusia, khususnya bagi kita generasi pejuang 45, bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa di dunia pada umumnya”.

Jadwal Berkunjung

Bagi pengunjung yang hendak datang, museum ini dibuka dari hari Selasa hingga Minggu. Pada hari Senin, museum ditutup untuk jadwal pemeliharaan.

Gedung tersebut dapat menampung hingga 100 pengunjung. Namun seiring kondisi pandemi Covid-19 saat ini, kapasitas pengunjung yang boleh masuk hanya 50 persen saja.

Sisanya, dapat mengantre masuk secara bergantian. Museum dibuka untuk umum sejak pukul 09.00-15.00 WIB selama pandemi.

Sebelumnya, jam operasional museum dibuka pada pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Saksi: Sekuriti GBK yang Cekcok dengan Fotografer Sudah Dipindah Tugas

Saksi: Sekuriti GBK yang Cekcok dengan Fotografer Sudah Dipindah Tugas

Megapolitan
Pelaku 'Live' Instagram Saat Keroyok Siswi SMP di Bekasi

Pelaku "Live" Instagram Saat Keroyok Siswi SMP di Bekasi

Megapolitan
Anies Baswedan Terima Dukungan PKB untuk Maju Pilkada Jakarta 2024

Anies Baswedan Terima Dukungan PKB untuk Maju Pilkada Jakarta 2024

Megapolitan
Pelaku Pengeroyokan Siswi SMP di Bekasi Berjumlah 4 Orang, Beda Sekolah dengan Korban

Pelaku Pengeroyokan Siswi SMP di Bekasi Berjumlah 4 Orang, Beda Sekolah dengan Korban

Megapolitan
'Jangan-jangan Polisi Atau Jaksa Tebang Pilih Tidak Menahan Firli Bahuri'

"Jangan-jangan Polisi Atau Jaksa Tebang Pilih Tidak Menahan Firli Bahuri"

Megapolitan
Ajak Intan Fauzi Maju Bareng di Pilkada Depok, Supian Suri Klaim Tinggal Tunggu Restu Zulhas

Ajak Intan Fauzi Maju Bareng di Pilkada Depok, Supian Suri Klaim Tinggal Tunggu Restu Zulhas

Megapolitan
Lelang Rubicon Mario Dandy Dimenangi PT Adiguna Bumi Petrol, Laku Rp 725 Juta

Lelang Rubicon Mario Dandy Dimenangi PT Adiguna Bumi Petrol, Laku Rp 725 Juta

Megapolitan
Sekuriti GBK Cekcok dengan Fotografer, Saksi: Sudah Sering Ribut

Sekuriti GBK Cekcok dengan Fotografer, Saksi: Sudah Sering Ribut

Megapolitan
Kejagung Limpahkan 10 Tersangka Korupsi Timah ke Kejari Jaksel

Kejagung Limpahkan 10 Tersangka Korupsi Timah ke Kejari Jaksel

Megapolitan
Siswi SMP di Bekasi Jadi Korban Pengeroyokan, Orangtua Lapor Polisi

Siswi SMP di Bekasi Jadi Korban Pengeroyokan, Orangtua Lapor Polisi

Megapolitan
HUT Ke-497 Jakarta, Perayaan Besar Menuju Kota Global 

HUT Ke-497 Jakarta, Perayaan Besar Menuju Kota Global 

Megapolitan
Seorang Pria Diduga Pamerkan Alat Kelaminnya ke Pedagang Es Teh di Bogor

Seorang Pria Diduga Pamerkan Alat Kelaminnya ke Pedagang Es Teh di Bogor

Megapolitan
Tangis dan Sesal Siswi SMP Jakarta yang Olok-olok Palestina di Resto Cepat Saji...

Tangis dan Sesal Siswi SMP Jakarta yang Olok-olok Palestina di Resto Cepat Saji...

Megapolitan
Tak Kuat Saat Menanjak, Truk Trailer Menimpa Mobil hingga Ringsek di Penjaringan

Tak Kuat Saat Menanjak, Truk Trailer Menimpa Mobil hingga Ringsek di Penjaringan

Megapolitan
Petugas Sekuriti GBK Diduga Cekcok dengan Fotografer

Petugas Sekuriti GBK Diduga Cekcok dengan Fotografer

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com