Kompas.com - 18/08/2022, 10:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi memastikan bahwa pria berinisial ED yang diduga melecehkan perempuan berinisial R akhirnya ditahan di rumah tahanan Polres Metro Jakarta Selatan.

Aksi dugaan pelecehan itu terjadi di toilet kafe wilayah Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (11/8/2022).

"Kemarin belum ditahan, sekarang ini sudah ditahan," ujar Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi saat dikonfirmasi, Kamis (18/8/2022).

Pelaku yang merupakan seorang tukang parkir tersebut ditahan setelah diduga mengintip dan meremas payudara korban.

"Sudah dari kemarin (ditahan). Dia bilang lagi mabok (saat melecehkan korban)," kata Nurma.

Baca juga: [POPULER JABODETABEK] Mengenang Kong Usman yang Sudah Berusia Seabad | Gubernur DKI Selalu Ada | Pemilik Rumah Djiauw Kie Siong di Rengasdengklok

Pelaku telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pelecehan terhadap R.

Pelaku dijerat Pasal 6 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Kekerasan Seksual. Ia terancam hukuman penjara di atas 4 tahun.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, pelaku sebelumnya tidak ditahan atas kasus pelecehan tersebut.

Saat itu, Nurma beralasan pelaku tidak ditahan karena dalam pemeriksaan ia mengaku tidak meremas payudara korban, melainkan hanya memegang.

"Itu (tersangka) belum bisa ditahan karena dia cuma pegang (payudara). Tidak meremas, cuma memegang doang," ujar Nurma.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ogah Demo di Patung Kuda karena Ada Kawat Berduri, Mahasiswa: Itu Simbol Penghalang Pemerintah dengan Rakyat

Ogah Demo di Patung Kuda karena Ada Kawat Berduri, Mahasiswa: Itu Simbol Penghalang Pemerintah dengan Rakyat

Megapolitan
PT MRT Bakal Akuisisi PT KCI untuk Integrasi, Pengamat: Tidak Perlu, Itu Pemborosan

PT MRT Bakal Akuisisi PT KCI untuk Integrasi, Pengamat: Tidak Perlu, Itu Pemborosan

Megapolitan
Muncul Desakan Setop Revitalisasi Halte Bundaran HI, Dirut Transjakarta Menanggapi

Muncul Desakan Setop Revitalisasi Halte Bundaran HI, Dirut Transjakarta Menanggapi

Megapolitan
Disbud DKI Akui Visual Monumen Selamat Datang Terganggu Halte Bundaran HI

Disbud DKI Akui Visual Monumen Selamat Datang Terganggu Halte Bundaran HI

Megapolitan
Sebut Pulau G Terbuka bagi Siapa Saja, Wagub DKI: Semua Wilayah Jakarta Enggak Ada yang Ekslusif

Sebut Pulau G Terbuka bagi Siapa Saja, Wagub DKI: Semua Wilayah Jakarta Enggak Ada yang Ekslusif

Megapolitan
Berusaha Blokade Jalan, Massa Mahasiswa Terlibat Aksi Saling Dorong dengan Polisi di Patung Kuda

Berusaha Blokade Jalan, Massa Mahasiswa Terlibat Aksi Saling Dorong dengan Polisi di Patung Kuda

Megapolitan
Kronologi Perampokan Toko Emas di Mal Kawasan Serpong: Datang, Tembak, Sikat lalu Kabur

Kronologi Perampokan Toko Emas di Mal Kawasan Serpong: Datang, Tembak, Sikat lalu Kabur

Megapolitan
Minum Obat Kuat untuk Berhubungan Badan dengan PSK, Seorang Pria Tewas di Balkon Apartemen

Minum Obat Kuat untuk Berhubungan Badan dengan PSK, Seorang Pria Tewas di Balkon Apartemen

Megapolitan
Ingin Ungkap Aksi Pencurian Pakaian Dalam Wanita di Cipete, Korban Diam-diam Lakukan Hal Ini

Ingin Ungkap Aksi Pencurian Pakaian Dalam Wanita di Cipete, Korban Diam-diam Lakukan Hal Ini

Megapolitan
Revitalisasi Halte Berpotensi Usik Cagar Budaya, Transjakarta Diminta Segera Merespons

Revitalisasi Halte Berpotensi Usik Cagar Budaya, Transjakarta Diminta Segera Merespons

Megapolitan
'Setiap Demo, Kami Dihalangi Kawat Berduri-Tembok Beton, Bukti Penghuni Istana dan Rakyat Berjarak...'

"Setiap Demo, Kami Dihalangi Kawat Berduri-Tembok Beton, Bukti Penghuni Istana dan Rakyat Berjarak..."

Megapolitan
Diiming-imingi Gaji Besar oleh Penyalur PMI Ilegal, Korban: Syaratnya Cuma Kartu Identitas dan Izin dari Suami

Diiming-imingi Gaji Besar oleh Penyalur PMI Ilegal, Korban: Syaratnya Cuma Kartu Identitas dan Izin dari Suami

Megapolitan
Gerebek Pejabat ASN Dinas Pendidikan Jakbar Selingkuh, Sang Istri Bakal Mengadu ke Wali Kota Jakbar

Gerebek Pejabat ASN Dinas Pendidikan Jakbar Selingkuh, Sang Istri Bakal Mengadu ke Wali Kota Jakbar

Megapolitan
Anies Diminta Hentikan Revitalisasi Halte yang Berpotensi Usik Visual Cagar Budaya

Anies Diminta Hentikan Revitalisasi Halte yang Berpotensi Usik Visual Cagar Budaya

Megapolitan
Wali Kota Idris: Perda Penyelenggaraan Kota Religius Depok Ditolak Kemendagri

Wali Kota Idris: Perda Penyelenggaraan Kota Religius Depok Ditolak Kemendagri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.