Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengacara Keluarga Brigadir J Akan Laporkan Ferdy Sambo dan Istri atas Dugaan Pembunuhan Berencana hingga Pencurian

Kompas.com - 19/08/2022, 10:32 WIB
Reza Agustian,
Ivany Atina Arbi

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, mengaku akan melaporkan Ferdy Sambo dan istri, Putri Chandrawathi, ke polisi.

Kamaruddin mengungkapkan bahwa dirinya telah mengumpulkan sejumlah barang bukti dan surat kuasa yang ditandatangani oleh lima orang pengacara keluarga Brigadir J.

"Segera setelah surat kuasa ditandatangani oleh rekan-rekan saya dan bukti-buktinya (dikumpulkan). Segera ada lima laporan lagi ditambah satu gugatan. Jadi gugatan harus disusun dengan baik," ujar Kamaruddin di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis (18/8/2022).

Kamaruddin mengungkapkan, laporan pertama yakni mengenai adanya dugaan pembunuhan berencana hingga menewaskan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo selaku mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) pada Jumat (8/7/2022).

"Laporan balik atas pembuatan laporan palsu sebanyak dua laporan atas nama Putri Chandrawathi dan Ferdy Sambo," ungkapnya.

Baca juga: Pengamat: Kapolda Metro Seharusnya Diperiksa soal Keterlibatan 4 Anggotanya dalam Kasus Brigadir J

Kedua, kata Kamaruddin yakni laporan terkait ada upaya menghalang-halangi penegakan hukum atau obstruction of justice sebagaimana yang telah diatur dalam Pasal 221, 223, dan 228 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

"Ketiga adalah pencurian tiga unit handphone, laptop, ATM, buku rekening, dan uang," kata Kamaruddin.

Berikutnya, pelaporan mengenai penyebaran berita bohong atau berita palsu yang menurut dia melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang diatur dalam Pasal 27, 28 Juncto 45 UU ITE Juncto Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP.

"Berikutnya kelima adalah penghinaan terhadap orang mati yaitu melanggar Pasal 321 KUHP," tutur dia.

Yang terakhir, ujar Kamaruddin, menggugat secara perdata yakni upaya perbuatan melawan hukum yang melanggar Pasal 1365 Kitab Undang-undang Hukum Perdata.

Baca juga: Saat Lapangan Becek Tak Gentarkan Semangat Paskibra di Tangerang, Suatu Kebanggaan Bisa Selesaikan Tugas dengan Baik

Kamaruddin belum ingin membeberkan bukti-bukti yang dimiliki kuasa hukum keluarga Brigadir J mengenai upaya pelaporan tersebut.

Menurut Kamaruddin, sebelumnya keluarga Brigadir J berberat hati melaporkan Putri Chandrawathi karena menurut ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat, sosok istri Ferdy Sambo cukup baik terhadap anaknya.

"Memang awalnya Bapak Samuel merasa kasihan kepada Ibu Putri karena selama ini Ibu Putri dan Bapak Ferdy itu selalu dikabarkan sebagai ibu dan bapak yang baik untuk Brigadir J," tuturnya.

Sebelumnya, aksi solidaritas 4.000 lilin untuk mengenang kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dilaksanakan di Taman Ismail Marzuki, Kamis (18/8/2022) sore.

Aksi solidaritas itu dihadiri oleh kumpulan Hutabarat se-Jabodetabek, Pemuda Batak Bersatu, Gerakan Perjuangan Keadilan, dan Forum Keadilan dalam aksi bertajuk "Justice for Joshua".

Baca juga: Saat Aksi Joget Anggota Paskibra Cabangbungin Berujung pada Pembinaan...

Halaman:


Terkini Lainnya

Saking Panjang Antrean, Seharian Cuma Bisa Main 4 Wahana di Dufan

Saking Panjang Antrean, Seharian Cuma Bisa Main 4 Wahana di Dufan

Megapolitan
Dufan Jadi Spot Primadona, Pengunjungnya Capai 10.000 Orang

Dufan Jadi Spot Primadona, Pengunjungnya Capai 10.000 Orang

Megapolitan
Ramai-ramai Piknik ke Ancol, Carter Angkot dari Jatinegara

Ramai-ramai Piknik ke Ancol, Carter Angkot dari Jatinegara

Megapolitan
Pilih Balik Saat H+3 Lebaran, Warga: Senin Masuk Kerja supaya Ada Waktu Istirahat

Pilih Balik Saat H+3 Lebaran, Warga: Senin Masuk Kerja supaya Ada Waktu Istirahat

Megapolitan
Libur Lebaran H+3, 60.700 Pengunjung Padati Ancol Siang Ini

Libur Lebaran H+3, 60.700 Pengunjung Padati Ancol Siang Ini

Megapolitan
KRL Commuter Line Anjlok di Depan WTC Mangga Dua, Penyebab Belum Diketahui

KRL Commuter Line Anjlok di Depan WTC Mangga Dua, Penyebab Belum Diketahui

Megapolitan
Antisipasi Arus Balik, Terminal Kampung Rambutan Siapkan Angkutan Malam

Antisipasi Arus Balik, Terminal Kampung Rambutan Siapkan Angkutan Malam

Megapolitan
Arus Balik Lebaran, 3.966 Penumpang Tiba di Terminal Kampung Rambutan pada Jumat

Arus Balik Lebaran, 3.966 Penumpang Tiba di Terminal Kampung Rambutan pada Jumat

Megapolitan
Puncak Arus Balik Mudik di Terminal Kampung Rambutan Diprediksi 14 April 2024

Puncak Arus Balik Mudik di Terminal Kampung Rambutan Diprediksi 14 April 2024

Megapolitan
RS Polri Berikan Pendampingan Psikologi terhadap Keluarga Korban Kecelakaan Gran Max di Tol Cikampek

RS Polri Berikan Pendampingan Psikologi terhadap Keluarga Korban Kecelakaan Gran Max di Tol Cikampek

Megapolitan
Rute Mikrotrans JAK89 Tanjung Priok-Taman Kota Intan

Rute Mikrotrans JAK89 Tanjung Priok-Taman Kota Intan

Megapolitan
Kronologi Pria yang Diduga Tewas Terkunci dalam Freezer Mobil Pengangkut Es Krim di Jakpus

Kronologi Pria yang Diduga Tewas Terkunci dalam Freezer Mobil Pengangkut Es Krim di Jakpus

Megapolitan
Paus Fransiskus Akan Berkunjung ke Tanah Air pada 3-6 September, Indonesia Jadi Negara Pertama

Paus Fransiskus Akan Berkunjung ke Tanah Air pada 3-6 September, Indonesia Jadi Negara Pertama

Megapolitan
Pria Ditemukan Tewas dalam Freezer Mobil Pengangkut Es Krim di Jakpus, Diduga Terkunci

Pria Ditemukan Tewas dalam Freezer Mobil Pengangkut Es Krim di Jakpus, Diduga Terkunci

Megapolitan
Ganjil Genap dan 'Oneway' di Jalur Puncak Bogor Berakhir, Lalu Lintas Normal 2 Arah

Ganjil Genap dan "Oneway" di Jalur Puncak Bogor Berakhir, Lalu Lintas Normal 2 Arah

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com