Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anies Kenang Achmad Hermanto Dardak sebagai Sosok Pekerja Keras

Kompas.com - 20/08/2022, 16:10 WIB
M Chaerul Halim,
Kristian Erdianto

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut berbelasungkawa atas kepergian Achmad Hermanto Dardak, ayah dari Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak.

Rasa dukacita disampaikan Anies kepada keluarga Achmad Hermanto saat melayat ke rumah duka di Kompleks Bina Marga 2, Jalan Swakarsa V nomor 28, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur pada Sabtu (20/8/2022) siang.

Baca juga: Kenang Sosok Achmad Hermanto Dardak, AHY: Tokoh yang Sangat Dikagumi

"Kami semua turut berdukacita dan kami sampaikan juga tadi kepada keluarga. Kami yakin keluarga diberikan kekuatan," ucap Anies, di rumah duka, Sabtu.

"Dan kami juga tadi bertemu dengan ibu dan putranya dan merasakan turut berdukacita. Kami yakin mereka tabah dan bisa melewati masa sulit ini," sambungnya.

Anies mengenang sosok almarhum Hermanto Dardak yang merupakan seorang insinyur pekerja keras.

Sebab, semasa hidup hingga akhir hayatnya Hermanto tetap mengabdi untuk pembangunan di Indonesia.

"Pendidikan yang diperoleh almarhum dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk mengabdi bagi bangsa. Beliau tidak pernah mengenal pensiun walaupun secara administratif sudah pensiun, tapi pengabdian tidak berhenti," ujar dia.

"Bahkan ketika wafat pun pulang dalam perjalanan mengurus kegitan yg berkaitan dengan rencana pembangunan untuk indonesia," sambungnya.

Baca juga: Jenazah Achmad Hermanto Dardak Tiba di Rumah Duka

Selain itu, mantan Wakil Menteri Pekerjaan Umum periode 2010-2014 itu dikenal Anies memiliki ilmu dan pengetahuan yang cukup luas.

"Kami pribadi mengenal ketika beliau menjadi wamen dan sesudahnya berkali-kali kami berdiskusi, ilmunya luas dan dalam. Kami juga menyaksikan (sosok Achmad Hemanto Dardak) bukan saja soal pengabdian di luar. Beliaupun sebagai kepala keluarga yang baik dan berhasil mendidik anak-anaknya," kata Anies.

Achmad Hermanto Dardak meninggal dalam kecelakaan di ruas Tol Pemalang-Batang KM 341+400 arah Jakarta, Sabtu, sekitar pukul 03.25 WIB.

Kecelakaan terjadi saat mobil yang ditumpangi Hermanto Dardak menempuh perjalanan masuk dari Gerbang Tol Kalikangkung. Diduga sopir mobil Innova mengantuk sehingga menabrak bagian belakang truk di depannya.

Menurut Emil, ayahnya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, pada Minggu (21/8/2022) pagi.

"Kami sendiri masih memastikan kapan persisnya dan untuk saat ini fokus saya pribadi segera menemui Ibunda untuk bisa mendukung agar beliau bisa tabah menghadapi," kata Emil, di rumah duka, Sabtu.

Baca juga: Achmad Hermanto Dardak Akan Dimakamkan di TMP Kalibata pada Minggu Pagi

Achmad Hermanto Dardak pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pekerjaan Umum periode 2010-2014.

Kemudian, ia juga menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 13 Oktober 2014.

Emil mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno karena ayahnya diizinkan untuk dimakamkan di TMP Kalibata.

"Kami berterima kasih kepada Bapak Mensesneg dan juga Pak Presiden atas diizinkannya almarhum selaku penerima Bintang Mahaputera Utama 2014 untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, besok pagi," ucap dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pengamat Nilai Anies Cenderung Menolak Duet dengan Kaesang pada Pilkada Jakarta 2024

Pengamat Nilai Anies Cenderung Menolak Duet dengan Kaesang pada Pilkada Jakarta 2024

Megapolitan
Pelukis di Gunung Sahari: Masyarakat di Kota Sulit untuk Mengapresiasi Seni...

Pelukis di Gunung Sahari: Masyarakat di Kota Sulit untuk Mengapresiasi Seni...

Megapolitan
Virgoun di Balik Jerat Narkoba, Ditangkap Saat Bersama Wanita dan Nasibnya Ditentukan dalam 3x24 Jam

Virgoun di Balik Jerat Narkoba, Ditangkap Saat Bersama Wanita dan Nasibnya Ditentukan dalam 3x24 Jam

Megapolitan
Komentari Tapera, Pemilik Rumah Subsidi Program Jokowi Berharap Kualitas Bangunan Diperbaiki

Komentari Tapera, Pemilik Rumah Subsidi Program Jokowi Berharap Kualitas Bangunan Diperbaiki

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Virgoun Terkait Kasus Narkoba, Digerebek Tanpa Perlawanan Usai Konsumsi Sabu

Kronologi Penangkapan Virgoun Terkait Kasus Narkoba, Digerebek Tanpa Perlawanan Usai Konsumsi Sabu

Megapolitan
Pelukis di Gunung Sahari Mengaku Sempat Diminta Bantu Dongkrak Pemulihan Parawisata di Jakarta Pasca 1998

Pelukis di Gunung Sahari Mengaku Sempat Diminta Bantu Dongkrak Pemulihan Parawisata di Jakarta Pasca 1998

Megapolitan
Satpol PP DKI Klaim Sempat Kejar Jambret di CFD yang Terekam Kamera Fotografer

Satpol PP DKI Klaim Sempat Kejar Jambret di CFD yang Terekam Kamera Fotografer

Megapolitan
Pria yang Tersambar Api akibat Gas Bocor di Bogor Meninggal Dunia

Pria yang Tersambar Api akibat Gas Bocor di Bogor Meninggal Dunia

Megapolitan
Wacana Duet Anies-Kaesang pada Pilkada Jakarta Dinilai Tak Akan Terwujud

Wacana Duet Anies-Kaesang pada Pilkada Jakarta Dinilai Tak Akan Terwujud

Megapolitan
Sambut HUT Jakarta 22 Juni, Monas Gratiskan Tiket Masuk Sampai Cawan

Sambut HUT Jakarta 22 Juni, Monas Gratiskan Tiket Masuk Sampai Cawan

Megapolitan
Viral Video Bocah Digigit Anjing Tetangga di Kebayoran Lama, Korban Alami Luka di Mata

Viral Video Bocah Digigit Anjing Tetangga di Kebayoran Lama, Korban Alami Luka di Mata

Megapolitan
Satpol PP Bakal Menyisir Ranjau Paku di Jalur Jakarta International Marathon

Satpol PP Bakal Menyisir Ranjau Paku di Jalur Jakarta International Marathon

Megapolitan
PKB Usung Dokter Rayendra di Pilkada Bogor 2024, Buka Koalisi dengan Parpol Lain

PKB Usung Dokter Rayendra di Pilkada Bogor 2024, Buka Koalisi dengan Parpol Lain

Megapolitan
Warga Lapor ke MKDKI karena Otak Istri Rusak Usai Melahirkan, RS di Bogor Dianggap Melanggar

Warga Lapor ke MKDKI karena Otak Istri Rusak Usai Melahirkan, RS di Bogor Dianggap Melanggar

Megapolitan
Jakarta Berusia 497 Tahun, Fahira Idris: Perlu Pemimpin yang Efektif Hadapi Tantangan Kota Global

Jakarta Berusia 497 Tahun, Fahira Idris: Perlu Pemimpin yang Efektif Hadapi Tantangan Kota Global

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com