Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Satu Terdakwa Sudah Minta Maaf ke Ade Armando, Pengacara Berharap Kliennya Divonis Hukuman Lebih Ringan

Kompas.com - 24/08/2022, 19:13 WIB
Reza Agustian,
Nursita Sari

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Gading Nainggolan, kuasa hukum seorang terdakwa pengeroyok Ade Armando yang bernama Al Fikri Hidayatullah, menyayangkan jaksa penuntut umum (JPU) menuntut kliennya dihukum dua tahun penjara.

Menurut Gading, tuntutan JPU terhadap Fikri seharusnya lebih ringan dibandingkan lima terdakwa lainnya.

"Saya heran, di dalam tuntutan, tadi para terdakwa (disebut) menyatakan permohonan maaf terhadap Ade Armando, padahal diketahui hanya Al Fikri yang minta maaf, tapi di situ (tuntutan JPU) dicantumkan sama jaksa semuanya minta maaf," ujar Gading di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (24/8/2022).

Baca juga: Enam Terdakwa Pengeroyok Ade Armando Dituntut 2 Tahun Penjara

Dalam tuntutan jaksa, terdakwa Fikri dan keluarganya disebut sudah minta maaf secara langsung kepada Ade Armando dan permohonan maaf itu diterima Ade.

Hal tersebut menjadi salah satu hal yang meringankan tuntutan hukuman bagi terdakwa.

Namun, menurut Gading, ada hal lain yang seharusnya membuat terdakwa Fikri dituntut lebih ringan.

Dalam persidangan sebelumnya, kata dia, Fikri berterus terang ikut memukul Ade Armando dan mengakui kesalahannya. Fikri yang awalnya ikut mengeroyok juga berubah pikiran menjadi melindungi Ade Armando.

"Saya bingung, seharusnya ada perbedaan dalam kami melakukan strategi pembelaan, harusnya memberikan pembeda juga dalam memberikan tuntutan," kata Gading.

Baca juga: Senin Pekan Depan, Kuasa Hukum Terdakwa Pengeroyok Ade Armando Sampaikan Pembelaan

Oleh karena itu, atas tuntutan dua tahun penjara terhadap kliennya, Gading mengungkapkan akan mengajukan nota pembelaan atau pleidoi dalam sidang lanjutan yang digelar pada Senin (29/8/2022).

Pada sidang pleidoi nanti, kata Gading, dia akan berusaha meyakinkan majelis hakim untuk mempertimbangkan tuntutan JPU dan meminta vonis yang diberikan untuk Fikri lebih ringan dari lima terdakwa lainnya.

"Di situ (sidang pleidoi) akan kami utarakan semua dan kami memohon kepada majelis hakim untuk betul-betul mempertimbangkan perbedaan strategi yang kami lakukan dengan lima terdakwa lain," ucap Gading.

"Sehingga kami sangat berharap hakim menilainya sebagai hak yang bisa membuat vonis terhadap Fikri jauh lebih rendah daripada vonis lima terdakwa lainnya," sambung dia.

Baca juga: 9 Perwira Polda Metro Dimutasi ke Yanma Polri Buntut Kasus Brigadir J, Pengamat: Itu Tempat Buangan

Dalam kasus ini, enam terdakwa pengeroyok Ade Armando dituntut pidana penjara selama dua tahun.

Keenam terdakwa dalam kasus ini adalah Marcos Iswan, Komar, Abdul Latif, Al Fikri Hidayatullah, Dhia Ul Haq, dan Muhammad Bagja.

Jaksa menilai, keenam terdakwa telah melanggar Pasal 170 Ayat (2) ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan primer dan Pasal 170 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan subsider.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

BPBD DKI: Jakarta Rugi Rp 2,1 Triliun akibat Banjir

BPBD DKI: Jakarta Rugi Rp 2,1 Triliun akibat Banjir

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Lima Terpidana Sebut Bukan Pegi Pembunuh Vina | Soal Mayat Dalam Toren, Masih Hidup saat Terendam Air

[POPULER JABODETABEK] Lima Terpidana Sebut Bukan Pegi Pembunuh Vina | Soal Mayat Dalam Toren, Masih Hidup saat Terendam Air

Megapolitan
Selama 2019-2023, Jakarta Dilanda 5.170 Bencana Alam akibat Perubahan Iklim

Selama 2019-2023, Jakarta Dilanda 5.170 Bencana Alam akibat Perubahan Iklim

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Kamis 30 Mei 2024, dan Besok : Pagi Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Kamis 30 Mei 2024, dan Besok : Pagi Ini Cerah Berawan

Megapolitan
Daftar Acara HUT Kota Jakarta ke-497, Ada Gratis Masuk Ancol

Daftar Acara HUT Kota Jakarta ke-497, Ada Gratis Masuk Ancol

Megapolitan
Ada Pembangunan Saluran Air hingga 30 November, Pengendara Diimbau Hindari Jalan Ciledug Raya

Ada Pembangunan Saluran Air hingga 30 November, Pengendara Diimbau Hindari Jalan Ciledug Raya

Megapolitan
Panca Darmansyah Berupaya Bunuh Diri Usai Bunuh 4 Anak Kandungnya

Panca Darmansyah Berupaya Bunuh Diri Usai Bunuh 4 Anak Kandungnya

Megapolitan
Trauma, Siswi SLB yang Jadi Korban Pemerkosaan di Kalideres Tak Mau Sekolah Lagi

Trauma, Siswi SLB yang Jadi Korban Pemerkosaan di Kalideres Tak Mau Sekolah Lagi

Megapolitan
Dinas SDA DKI Jakarta Bangun Saluran Air di Jalan Ciledug Raya untuk Antisipasi Genangan

Dinas SDA DKI Jakarta Bangun Saluran Air di Jalan Ciledug Raya untuk Antisipasi Genangan

Megapolitan
Jaksel dan Jaktim Masuk 10 Besar Kota dengan SDM Paling Maju di Indonesia

Jaksel dan Jaktim Masuk 10 Besar Kota dengan SDM Paling Maju di Indonesia

Megapolitan
Heru Budi: Ibu Kota Negara Bakal Pindah ke Kalimantan Saat HUT ke-79 RI

Heru Budi: Ibu Kota Negara Bakal Pindah ke Kalimantan Saat HUT ke-79 RI

Megapolitan
Bandar Narkoba di Pondok Aren Bersembunyi Dalam Toren Air karena Takut Ditangkap Polisi

Bandar Narkoba di Pondok Aren Bersembunyi Dalam Toren Air karena Takut Ditangkap Polisi

Megapolitan
Siswi SLB di Kalideres yang Diduga Jadi Korban Pemerkosaan Trauma Lihat Baju Sekolah

Siswi SLB di Kalideres yang Diduga Jadi Korban Pemerkosaan Trauma Lihat Baju Sekolah

Megapolitan
Masih Dorong Eks Warga Kampung Bayam Tempati Rusun Nagrak, Pemprov DKI: Tarif Terjangkau dan Nyaman

Masih Dorong Eks Warga Kampung Bayam Tempati Rusun Nagrak, Pemprov DKI: Tarif Terjangkau dan Nyaman

Megapolitan
Suaminya Dibawa Petugas Sudinhub Jakpus, Winda: Suami Saya Bukan Jukir Liar, Dia Tukang Servis Handphone

Suaminya Dibawa Petugas Sudinhub Jakpus, Winda: Suami Saya Bukan Jukir Liar, Dia Tukang Servis Handphone

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com