Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pegawai Dishub DKI Wajib Bersepeda ke Kantor Tiap Jumat, Wagub: Agar Jalur Sepeda Digunakan

Kompas.com - 26/08/2022, 12:21 WIB
Nirmala Maulana Achmad,
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta diwajibkan menggunakan sepeda ke kantor setiap hari Jumat.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebutkan hal itu merupakan upaya Pemerintah Provinsi DKI untuk memastikan jalur sepeda di Ibu Kota bisa digunakan.

"Itu kan upaya kami untuk memastikan agar jalur sepeda dapat kita gunakan, itu upaya bagian kami mensosialisasikan jalur sepeda yang kami buat ya," kata Riza di Gelanggang Olahraga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (26/8/2022).

Baca juga: Di Sidang Indra Kenz, Korban Trading Binomo Mengaku Rugi hingga Rp 28 Miliar

Riza menambahkan Pemprov DKI, setiap tahunnya, selalu menganggarkan Anggaran Pendapat Belanja Daerah (APBD) untuk pengembangan jalur sepeda di Ibu Kota.

"Setiap anggaran tahunan kami selalu menganggarkan untuk pengembangan, memperpanjang dan memperluas jalur sepeda," ujar Riza.

Sebelumnya, melalui akun Instagram resmi Dishub DKI Jakarta, Kepala Dishub DKI Syafrin Liputo menginstruksikan agar seluruh pegawai dishub menggunakan sepeda ke kantor setiap hari Jumat.

Itu sesuai instruksi Kepala Dishub Provinsi DKI Jakarta Nomor e-0031 Tahun 2022.

"Seluruh pegawai Dinas Perhubungan DKI Jakarta baik ASN maupun PJLP diwajibkan menggunakan sepeda sebagai moda utama atau moda lanjutan ke tempat kerja," tulis caption @dishubdkijakarta.

Baca juga: Lahan Bekas Pabrik Kertas di Marga Mulya Bekasi Terbakar, Api Diduga Menyala akibat Cuaca Panas

Selain itu, para pegawai Dishub DKI juga diinstruksikan mengunggah aktivitas bersepeda itu ke media sosial masing-masing untuk mengajak masyarakat turut serta menggunakan sepeda dalam beraktivitas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bocah 9 Tahun di Bekasi Nyaris Jadi Korban Dugaan Penculikan

Bocah 9 Tahun di Bekasi Nyaris Jadi Korban Dugaan Penculikan

Megapolitan
Keresahan 'Pejuang Rupiah', Tak Kunjung Dapat Kerja karena Tak Kuasai Bahasa Mandarin

Keresahan "Pejuang Rupiah", Tak Kunjung Dapat Kerja karena Tak Kuasai Bahasa Mandarin

Megapolitan
Artis VR Pastikan Anaknya Masih Berstatus Saksi Kasus Perundungan Siswa Binus School Serpong

Artis VR Pastikan Anaknya Masih Berstatus Saksi Kasus Perundungan Siswa Binus School Serpong

Megapolitan
Kagetnya Pengendara Mobil yang Tiba-tiba 'Kejatuhan' Sosok Wanita Tak Dikenal dari Flyover Ancol

Kagetnya Pengendara Mobil yang Tiba-tiba "Kejatuhan" Sosok Wanita Tak Dikenal dari Flyover Ancol

Megapolitan
Anaknya Diduga Terseret Kasus Perundungan, Selebritas VR Tak Buka Medsos 2 Pekan

Anaknya Diduga Terseret Kasus Perundungan, Selebritas VR Tak Buka Medsos 2 Pekan

Megapolitan
Kuasa Hukum: Siskaeee Enggak Bisa Tidur di Sel Gegara Dengar Banyak Suara

Kuasa Hukum: Siskaeee Enggak Bisa Tidur di Sel Gegara Dengar Banyak Suara

Megapolitan
Selebritas VR Nyatakan Berempati pada Kasus Perundungan Siswa Binus School Serpong

Selebritas VR Nyatakan Berempati pada Kasus Perundungan Siswa Binus School Serpong

Megapolitan
Penyidik Ubah 'Password' E-mail dan Instagram Aiman, Peneliti: Harus Hargai Privasi!

Penyidik Ubah "Password" E-mail dan Instagram Aiman, Peneliti: Harus Hargai Privasi!

Megapolitan
Saat Nyanyian Para Tahanan Mampu Kecoh Polisi agar Bisa Kabur dari Polsek Tanah Abang, Sang Istri Diduga Terlibat

Saat Nyanyian Para Tahanan Mampu Kecoh Polisi agar Bisa Kabur dari Polsek Tanah Abang, Sang Istri Diduga Terlibat

Megapolitan
Sebut Ahli yang Dihadirkan Aiman Witjaksono Tidak Relevan, Polda Metro Enggan Bertanya

Sebut Ahli yang Dihadirkan Aiman Witjaksono Tidak Relevan, Polda Metro Enggan Bertanya

Megapolitan
Beli Beras 50 Kilogram Rp 700.000, Pengusaha Warteg: Dulu Rp 500.000 Masih Dapat

Beli Beras 50 Kilogram Rp 700.000, Pengusaha Warteg: Dulu Rp 500.000 Masih Dapat

Megapolitan
Transjakarta Rute Pulogadung-Kantor Wali Kota Jakut Mulai Beroperasi Hari Ini

Transjakarta Rute Pulogadung-Kantor Wali Kota Jakut Mulai Beroperasi Hari Ini

Megapolitan
Kisah Andi Teguhkan Hati Cari Kerja Berdasar Restu Orangtua

Kisah Andi Teguhkan Hati Cari Kerja Berdasar Restu Orangtua

Megapolitan
BNN Musnahkan 42 Kg Narkotika, Ada Sabu dan 'Cannabinoid' Sintetis

BNN Musnahkan 42 Kg Narkotika, Ada Sabu dan "Cannabinoid" Sintetis

Megapolitan
Di Sidang Aiman, Ahli Hukum Pers: Wartawan Punya Hak Tolak demi Lindungi Narasumber

Di Sidang Aiman, Ahli Hukum Pers: Wartawan Punya Hak Tolak demi Lindungi Narasumber

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com