Kompas.com - 25/09/2022, 12:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan saat ini jumlah laporan terkait kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak meningkat.

Menurut dia, ada dua faktor sehingga masyarakat berani melaporkan peristiwa kekerasan seksual, yakni adanya peran media sosial dan kekerasan seksual sudah tak dianggap lagi sebagai aib.

Baca juga: Kementerian PPPA Ajak Masyarakat Berani Speak Up Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak

"Beberapa belakangan ini kasus (kekerasan seksual) yang terungkap meningkat karena dampak dari media sosial, kemudian kedua, masyarakat susab menganggap kekerasan seksual apalagi kekerasan dalam rumah tangga itu tidak lagi menjadi aib," kata Bintang di Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (25/9/2022).

"Kalau dulu itu sering ditutupi karena dianggap aib. Coba sekarang ini seorang istri laporin suaminya menyetubuhi anaknya, sekarang mereka sudah berani lapor," sambung dia.

Selain itu, Bintang mengajak masyarakat untuk lebih berani angkat bicara apabila menjadi korban atau saksi kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

Ia menambahkan, ajakan kepada masyarakat untuk berani angkat bicara bertujuan untuk memberikan keadilan terhadap korban dan efek jera untuk pelaku pelecehan seksual.

Baca juga: Cegah Tindak Kekerasan Seksual, Pemprov DKI Akan Perbanyak Kamera CCTV

"Kami sampaikan tidak pernah berhenti dari tahun 2020 untuk mengkampanyekan dare to speak up, akan menjadi penting bahwa tidak hanya korban yang melaporkan, tetapi yang mendengar, melihat juga harus melaporkan," ungkap dia.

Bintang mengatakan para korban atau saksi dapat melaporkan insiden kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak melalui saluran siaga (hotline) dengan nomor 129.

Bintang mengungkapkan, jajarannya juga telah bekerja sama dengan pemerintah daerah maupun dengan berbagai perusahaan agar dapat memudahkan korban atau saksi melaporkan kejadian kekerasan seksual.

Baca juga: Saran Psikolog untuk Cegah Anak Jadi Pelaku atau Korban Kekerasan Seksual

"Untuk bisa menurunkan angka kekerasan seksual kemudian memberikan pendampingan yang komprehensif kepada korban demikian juga memberikan efek jera kepada pelaku adalah gerakannya yang terintegrasi kami melakukan di semua lintas stakeholder yang ada," tutur dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Masih Banyak Masyarakat Gunakan Minyak Jelantah yang Sudah Hitam Pekat Sampai Habis...'

"Masih Banyak Masyarakat Gunakan Minyak Jelantah yang Sudah Hitam Pekat Sampai Habis..."

Megapolitan
Pemkot Depok Didorong Bangun Trotoar Terintegrasi Jalur Sepeda seperti Jakarta Zaman Ahok

Pemkot Depok Didorong Bangun Trotoar Terintegrasi Jalur Sepeda seperti Jakarta Zaman Ahok

Megapolitan
Kisah Rezky, Pasukan Oranye Penjaga Jalan Ampera Jaksel dari Sampah...

Kisah Rezky, Pasukan Oranye Penjaga Jalan Ampera Jaksel dari Sampah...

Megapolitan
Besaran UMP DKI 2023 Ditolak Pengusaha dan Buruh, Anggota F-PKS: Tidak Akan Ada Habisnya

Besaran UMP DKI 2023 Ditolak Pengusaha dan Buruh, Anggota F-PKS: Tidak Akan Ada Habisnya

Megapolitan
600 Petugas Gabungan Masih Cari AKP Arif Rahman, Pilot Helikopter yang Jatuh di Perairan Bangka Belitung

600 Petugas Gabungan Masih Cari AKP Arif Rahman, Pilot Helikopter yang Jatuh di Perairan Bangka Belitung

Megapolitan
Pemkot Depok Diingatkan Hati-hati Pilih Material Trotoar, Jangan Bikin Warga Terpeleset

Pemkot Depok Diingatkan Hati-hati Pilih Material Trotoar, Jangan Bikin Warga Terpeleset

Megapolitan
Polri Temukan Kemungkinan Posisi AKP Arif Rahman, Pilot Helikopter yang Jatuh di Bangka Belitung

Polri Temukan Kemungkinan Posisi AKP Arif Rahman, Pilot Helikopter yang Jatuh di Bangka Belitung

Megapolitan
Menengok Krematorium Cilincing, Tempat Kremasi Jenazah yang Berdiri sejak 1975

Menengok Krematorium Cilincing, Tempat Kremasi Jenazah yang Berdiri sejak 1975

Megapolitan
Koalisi Pejalan Kaki Dukung Pemkot Depok Tak Bangun JPO di Jalan Margonda

Koalisi Pejalan Kaki Dukung Pemkot Depok Tak Bangun JPO di Jalan Margonda

Megapolitan
Koalisi Pejalan Kaki Ingatkan Warga Depok: Bangun Trotoar Pasti Menyusahkan Orang...

Koalisi Pejalan Kaki Ingatkan Warga Depok: Bangun Trotoar Pasti Menyusahkan Orang...

Megapolitan
Kapolri: Cuaca Buruk Persulit Pencarian Korban Jatuhnya Helikopter Polri di Bangka Belitung

Kapolri: Cuaca Buruk Persulit Pencarian Korban Jatuhnya Helikopter Polri di Bangka Belitung

Megapolitan
Kapolri: Cuaca Buruk Jadi Penyebab Helikopter Polri Jatuh di Bangka Belitung

Kapolri: Cuaca Buruk Jadi Penyebab Helikopter Polri Jatuh di Bangka Belitung

Megapolitan
Detik-detik Jenazah Korban Helikopter Polri Jatuh di Babel Tiba di Kepolisian Udara Tangsel

Detik-detik Jenazah Korban Helikopter Polri Jatuh di Babel Tiba di Kepolisian Udara Tangsel

Megapolitan
Cerita PPSU di Ragunan Pergoki Pembuang Sampah Sembarangan: Dongkol, Dibilangin Malah Ketawa

Cerita PPSU di Ragunan Pergoki Pembuang Sampah Sembarangan: Dongkol, Dibilangin Malah Ketawa

Megapolitan
Blangko E-KTP Kosong, Dinas Dukcapil DKI Terbitkan Identitas Digital dan Surat Keterangan

Blangko E-KTP Kosong, Dinas Dukcapil DKI Terbitkan Identitas Digital dan Surat Keterangan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.