Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/10/2022, 13:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus gagal ginjal akut pada anak masih menghantui para orang tua. Saat ini kasus terbanyak berada di Jakarta, yakni tercatat sejumlah 135 kasus berdasarkan data yang dihimpun pada Kamis (27/10/2022).

"Total 135 (kasus), tapi ini total dari Januari (2022)," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (28/10/2022).

Baca juga: Menkes: Penyebab Kasus Gagal Ginjal Akut Kemungkinan Besar Obat Sirup

 

Widyastuti mengatakan, penambahan kasus itu berdasarkan hasil penyisiran rumah sakit (RS) di DKI Jakarta.

"Dari 135 (kasus) tadi, yang meninggal 63, sembuh 46," kata Widyastuti.

Penambahan kasus itu, lanjut Widyastuti, tidak seluruhnya kasus baru. Ada juga kasus lama, namun baru tercatat di data dinkes.

"Harus kami pilah-pilah lagi, mana yang kasus baru mana yang tidak," ujar dia.

Salah satu anak yang menjadi korban dari kasus gagal ginjal akut ialah Fatimah Az-Zahratullah (7), warga Cilincing, Jakarta Utara.

Fatimah Az-Zahratullah yang akrab disapa Caca mengalami demam dan gangguan pencernaan seperti nyeri perut serta muntah. Menurut sang ayah Caca sempat meminum obat antibiotik, puyer dan paracetamol sirup dari dokter. Hanya saja, kondisi kesehatan anak kedua dari empat bersaudara itu tidak segera membaik.

"Paginya ngeluh perutnya sakit lagi saya bawa ke klinik. Diagnosis dokter tetap sama, harus dirujuk katanya butuh obat adanya di rumah sakit," tutur Muhamad Rifai, ayah Caca.

Akhirnya, dia kembali membawa anaknya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilincing.

Baca juga: Soal Wacana KLB Gagal Ginjal Akut, Menkes: Agak Lucu kalau Diterapkan, Kasusnya Menurun

“Saya pulang kerja hampir jam 01.00 WIB, saya bawa ke IGD RSUD Cilincing. Diperiksa perutnya juga enggak kenapa-kenapa, cuma dikasih obat, vitamin sirup dan nyeri. Semuanya serba sirup,” jelasnya.

Caca pun dibawa pulang, namun kembali merasakan nyeri pada bagian perutnya. Tak lama kemudian dia dirujuk ke RS Pekerja dan dirawat inap sejak 5-10 September 2022. Di rumah sakit, intensitas buang air kecil ataupun jumlah urinenya jauh lebih sedikit. Caca juga dipasangi kateter untuk memudahkannya buang air kecil.

“Kamis (8/9/2022) pagi infusannya diganti sementara dengan obat. Malam Jumatnya saya dipanggil ke meja perawat dikasih tahu kalau fungsi ginjal anak saya menurun,” ujar Rifai.

Lantaran tubuh Caca mulai tampak membengkak, rumah sakit pun menyarankan agar ia dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Selama di RSCM, kata Rifai, anaknya sudah mulai kehilangan kesadaran dan ditangani di ruang pediatric intensive care unit (PICU).

Baca juga: 4 Anak Meninggal, Pemkot Depok Belum Berencana Bikin Satgas Penanganan Gagal Ginjal Akut

Caca juga melakukan cuci darah sebanyak tiga kali, sebelum mengembuskan napas terakhirnya pada 17 September 2022. Romlah (33), ibunda Caca, hingga kini masih diliputi rasa sedih lantaran harus berpisah dengan putrinya. Ia berharap tak ada lagi kasus gagal ginjal akut seperti yang dialami anaknya.

“Harapannya sudah cukup sampai di sini jangan sampai ada korban lagi anak kecil. Sudah cukup sampai di anak kami saja,” ungkap Romlah.

Secercah harapan

Di tengah kekhawatiran para orang tua akibat kemunculan kasus gagal ginjal akut pada anak, kini mulai muncul secercah harapan dengan datangnya obat penawar atau antidotum.

Sebanyak 200 vial obat gagal ginjal akut tersebut telah didatangkan dari Jepang dan merupakan donasi dari PT Takeda Indonesia. Adapun pendistribusian obat akan disesuaikan dengan kebutuhan rumah sakit rujukan di tingkat provinsi di seluruh Indonesia.

Untuk kemanjuran obat sudah diteliti sebelumnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat.

Sebanyak 10 dari 11 pasien gagal ginjal akut akibat keracunan obat sirup berhasil membaik setelah diberi obat Fomepizole tersebut. Tiga di antaranya bahkan sudah tak membutuhkan ventilator dan satu anak juga sudah diperbolehan pulang.

Baca juga: 10 Kasus Gagal Ginjal Akut Misterius Teridentifikasi di Jakarta Utara, Tiga Orang Meninggal

Melalui koordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta pun akan memberikan secara gratis obat penawar atau antidotum bagi anak penderita gangguan ginjal akut di Ibu Kota. Widyastuti mengatakan bakal berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI.

"Masih di dalam koordinasi Kemenkes, langsung diberikan ke rumah sakit yang melakukan perawatan (pasien gagal ginjal akut)," kata Widyastuti di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (28/10/2022). 

"Jadi setiap RS yang melakukan perawatan kasus gagal ginjal akut bisa mengajukannya ke Kemenkes langsung," ujar dia.

Adapun Hingga saat ini penyebab gagal ginjal akut yang menyerang bayi dan anak-anak masih menjadi misteri.

Kendati demikian, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengambil langkah konservatif dengan melarang peredaran obat sirop yang mengandung zat pelarut tambahan seperti propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan/atau gliserin/gliserol. Zat ini disinyalir menjadi pemicu gangguan ginjal pada anak.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun mengatakan, penurunan kasus ginjal akut misterius terjadi sejak mulai ditariknya sejumlah obat sirup yang mengandung cemaran etilen glikol (EG) di luar batas aman.

"Jadi sejak kita menahan penjualan obat-obatan dengan sirup menurun drastis di seluruh Indonesia yang masuk," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Klaim Peminat Rumah DP Rp 0 Masih Tinggi, tetapi Banyak yang Terhambat

Pemprov DKI Klaim Peminat Rumah DP Rp 0 Masih Tinggi, tetapi Banyak yang Terhambat

Megapolitan
BERITA FOTO: Teddy Minahasa Didakwa Jual Beli Narkoba dengan Anak Buah

BERITA FOTO: Teddy Minahasa Didakwa Jual Beli Narkoba dengan Anak Buah

Megapolitan
Kantor Percetakan di Ciracas Ludes Terbakar, Diduga akibat Korsleting pada Mesin

Kantor Percetakan di Ciracas Ludes Terbakar, Diduga akibat Korsleting pada Mesin

Megapolitan
Pengendara Motor Tewas di Cimanggis Depok, Awalnya Dikejar Empat Orang Usai Cekcok di Kafe

Pengendara Motor Tewas di Cimanggis Depok, Awalnya Dikejar Empat Orang Usai Cekcok di Kafe

Megapolitan
Pemprov DKI Bakal Pindahkan 120 Km Kabel yang Membentang di Langit Jakarta ke Dalam Tanah

Pemprov DKI Bakal Pindahkan 120 Km Kabel yang Membentang di Langit Jakarta ke Dalam Tanah

Megapolitan
Harta Kekayaan Kompol D Mencapai Rp 1,5 Miliar, Ada Tanah dan Bangunan hingga Mobil Mercy

Harta Kekayaan Kompol D Mencapai Rp 1,5 Miliar, Ada Tanah dan Bangunan hingga Mobil Mercy

Megapolitan
BMKG Minta Warga Pesisir Utara Jakarta Waspadai Rob 2-6 Februari 2023

BMKG Minta Warga Pesisir Utara Jakarta Waspadai Rob 2-6 Februari 2023

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Bekasi Bulan Februari 2023

Lokasi Vaksin Booster di Bekasi Bulan Februari 2023

Megapolitan
Mas Kawin dan Uang Rp 1 Juta Milik Bos Cilor Dicuri, Pelakunya Karyawan Sendiri

Mas Kawin dan Uang Rp 1 Juta Milik Bos Cilor Dicuri, Pelakunya Karyawan Sendiri

Megapolitan
Korban KSP Indosurya Unjuk Rasa, Minta Henry Surya Ditahan Lagi dan Kembalikan Aset

Korban KSP Indosurya Unjuk Rasa, Minta Henry Surya Ditahan Lagi dan Kembalikan Aset

Megapolitan
Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Pemerasan Anggota Provost oleh Oknum Penyidik

Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Pemerasan Anggota Provost oleh Oknum Penyidik

Megapolitan
Singgung Audit Formula E 2022, Fraksi PSI: Masih Ada Utang, Kok Berani Ngomong Untung

Singgung Audit Formula E 2022, Fraksi PSI: Masih Ada Utang, Kok Berani Ngomong Untung

Megapolitan
Pakar Sebut Keluarga Bisa Tuntut Balik Pensiunan Polri yang Tabrak Mahasiswa UI Hasya

Pakar Sebut Keluarga Bisa Tuntut Balik Pensiunan Polri yang Tabrak Mahasiswa UI Hasya

Megapolitan
Panik dan Ketakutan Jadi Alasan Solihin Tidak Mengubur Sekeluarga yang Diracun di Bantargebang

Panik dan Ketakutan Jadi Alasan Solihin Tidak Mengubur Sekeluarga yang Diracun di Bantargebang

Megapolitan
Cegah Penculikan Anak, Disdik Kabupaten Bekasi Imbau Orangtua Antar-Jemput Anaknya Langsung di Sekolah

Cegah Penculikan Anak, Disdik Kabupaten Bekasi Imbau Orangtua Antar-Jemput Anaknya Langsung di Sekolah

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.