Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/11/2022, 23:16 WIB

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Keberadaan pabrik masker di kawasan perumahan RT 05 RW 03, Pondok Karya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, menjadi tanda tanya warga sekitar.

Salah seorang warga yang tinggal di dekat pabrik berinisial R merasa heran mengapa sebuah pabrik bisa berdiri di kawasan perumahan.

"Kita harus mengingat ada sistem zonasi, ini adalah kawasan perumahan," ujar R saat berbincang dengan Kompas.com di sekitar lokasi pabrik, Rabu (9/11/2022).

R tidak berkenan diungkap identitasnya karena khawatir akan menimbulkan konflik dengan pemilik pabrik.

Apalagi, R melihat pekerja pabrik tersebut hampir menyentuh 150 orang. Ia tak yakin sebuah pabrik dengan jumlah pekerja sebanyak itu masuk kategori industri rumahan.

Baca juga: Keberatan Warga soal Pabrik Masker di Tangsel yang Disegel: Ini Permukiman, Bukan Area Komersial

"Pegawainya lebih dari 150 orang, apakah itu skala dari home industry?" ujar R.

Oleh sebab itu, R mengatakan, banyak warga selain dirinya di RT 05 dan 04 yang menolak pembangunan pabrik masker tersebut.

"Lokasinya berada dekat mayoritas warga RT 04. Jadi yang banyak terdampak adalah warga RT 04. Kalau warga RT 05 yang dekat pabrik seperti saya hanya empat atau lima KK," ujar R.

Selain karena letaknya di tengah-tengah permukiman, pembangunan pabrik itu sering menyebabkan polusi suara bagi warga sekitar.

"Kami terganggu karena malam perlu istirahat karena berisik. Apalagi pas kami WFH (work from home) merasa terganggu banget. Itu bisa menimbulkan konflik horizontal sesama kami," jelas R.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Tewas di Selokan Pesanggrahan, Polisi: Masih Didalami Ada Barang Hilang atau Tidak

Pria Tewas di Selokan Pesanggrahan, Polisi: Masih Didalami Ada Barang Hilang atau Tidak

Megapolitan
Terdampak Proyek Outlet Sodetan Ciliwung, Warga yang Tak Punya KTP DKI Dipulangkan ke Daerah Asal

Terdampak Proyek Outlet Sodetan Ciliwung, Warga yang Tak Punya KTP DKI Dipulangkan ke Daerah Asal

Megapolitan
Gelar Pesta Miras dengan Pengunjung Berpakaian Minim, Pengelola Kolam Renang Sempat Menolak Dibubarkan

Gelar Pesta Miras dengan Pengunjung Berpakaian Minim, Pengelola Kolam Renang Sempat Menolak Dibubarkan

Megapolitan
Polisi Selidiki Penyebab Kematian Pria yang Tewas di Selokan Kawasan Pesanggrahan

Polisi Selidiki Penyebab Kematian Pria yang Tewas di Selokan Kawasan Pesanggrahan

Megapolitan
24 KK Terdampak Pembangunan Outlet Sodetan Ciliwung Direlokasi ke Rusunawa Cipinang

24 KK Terdampak Pembangunan Outlet Sodetan Ciliwung Direlokasi ke Rusunawa Cipinang

Megapolitan
Jam Ganjil Genap Jakarta 2023

Jam Ganjil Genap Jakarta 2023

Megapolitan
Polisi: Tersangka Pelempar Batu ke Bus Persis Solo Kemungkinan Bertambah

Polisi: Tersangka Pelempar Batu ke Bus Persis Solo Kemungkinan Bertambah

Megapolitan
'Jalan dari Halte Velbak ke Stasiun Lebih Cepat sejak Ada Skywalk Kebayoran, Sekitar 10 Menit...'

"Jalan dari Halte Velbak ke Stasiun Lebih Cepat sejak Ada Skywalk Kebayoran, Sekitar 10 Menit..."

Megapolitan
Aksi Oknum Suporter Persita Lempar Batu ke Bus Persis Solo Terencana, Dalangnya 2 Orang

Aksi Oknum Suporter Persita Lempar Batu ke Bus Persis Solo Terencana, Dalangnya 2 Orang

Megapolitan
Pemprov DKI Tak Lagi Bangun Rumah DP Rp 0, tetapi...

Pemprov DKI Tak Lagi Bangun Rumah DP Rp 0, tetapi...

Megapolitan
Pria Diduga Tewas Tersetrum di Jatinegara Sempat Hilang Kontak 3 Hari

Pria Diduga Tewas Tersetrum di Jatinegara Sempat Hilang Kontak 3 Hari

Megapolitan
Cerita Pedagang Kopi Starling di Tengah Menjamurnya Pesaing, Hanya Bisa Jualan di Rute Tertentu

Cerita Pedagang Kopi Starling di Tengah Menjamurnya Pesaing, Hanya Bisa Jualan di Rute Tertentu

Megapolitan
Gelar Pesta Miras dengan Busana Minim, Petugas Gabungan Gerebek Muda-mudi di Bekasi

Gelar Pesta Miras dengan Busana Minim, Petugas Gabungan Gerebek Muda-mudi di Bekasi

Megapolitan
Berkaca Kasus Kecelakaan Hasya, Kapolda Metro Imbau Warga Latih Kemampuan Berkendara demi Keselamatan

Berkaca Kasus Kecelakaan Hasya, Kapolda Metro Imbau Warga Latih Kemampuan Berkendara demi Keselamatan

Megapolitan
Diduga Tersetrum, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Tempat Kerjanya Kawasan Jatinegara

Diduga Tersetrum, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Tempat Kerjanya Kawasan Jatinegara

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.