Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/11/2022, 15:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyertaan modal daerah (PMD) proyek pembangunan Lintas Raya Terpadu (LRT) yang menyambungkan Stasiun Velodrome hingga kawasan Manggarai naik lebih dari dua kali lipat dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2023.

"Ada beberapa kegiatan antara lain PMD LRT fase 1B Velodrome ke Manggarai. Dari Rp 422 miliar ke Rp 916 miliar," ucap Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Muhammad, Taufik Zoelkifli, dilansir dari TribunJakarta.com, Senin (28/11/2022).

Menurut Zoelkifli, kenaikan dana PMD ini menjadi salah satu alasan yang membuat RAPBD DKI 2023 naik dari yang diusulkan Pemprov DKI Jakarta. Adapun RAPBD DKI 2023 telah disepakati sebesar Rp83,7 triliun.

Baca juga: Saat “Tangan Kanan” Anies Dicopot dari Jabatan Komisaris LRT, Alasannya untuk Penyegaran…

"Sebelumnya itu hitungan untuk LRT Fase 2: Kelapa Gading ke JIS yang besarnya Rp 422 miliar. Tapi kemudian diubah menjadi fase 1B: Velodrome ke Manggarai," tutur Zoelkifli.

Seperti diketahui, Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta menyepakati rancangan APBD DKI tahun anggaran 2023 sebesar Rp 83,7 triliun.

Kesepakatan ini dicapai bersama pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) DKI pada Jumat (25/11/2022) pagi.

Adapun rapat Banggar berkait RAPBD DKI berlangsung sejak Kamis (24/11/2022) hingga Jumat pukul 03.44 WIB.

Sebagai informasi, nominal RAPBD DKI 2023 lebih tinggi dibandingkan rancangan kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS).

KUA-PPAS APBD 2033 disetujui senilai Rp Rp 82.543.539.889.450 (Rp 82,5 triliun). Untuk diketahui, pembahasan berkait APBD DKI tahun anggaran 2023 telah melewati beberapa tahap.

Baca juga: Kadishub DKI Sebut Perpanjangan Rute LRT untuk Urai Kepadatan Stasiun Manggarai

Pada 31 Oktober-3 November 2022, Banggar DPRD DKI membahas rancangan KUA-PPAS untuk APBD 2023 di Grand Cempaka, Bogor, Jawa Barat. Hasilnya, KUA-PPAS APBD 2033 disetujui senilai Rp 82,5 triliun.

Kemudian, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) KUA-PPAS APBD DKI 2023 pada 8 November 2022.

Lima komisi DPRD DKI lalu menggelar rapat bersama seluruh SKPD DKI tentang RAPBD DKI 2023 pada 10-21 November 2022. Hasil rapat komisi lalu dibahas melalui rapat Banggar yang digelar Kamis kemarin hingga Jumat ini.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Dana PMD untuk LRT Fase 1B Velodrome-Manggarai Naik Rp 474 Miliar di RAPBD DKI 2023. (Penulis: Nur Indah Farrah Audina (Tribun Jakarta), Muhammad Naufal | Editor: Jaisy Rahman Tohir (Tribun Jakarta), Nursita Sari)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Metro Jaya: Rekonstruksi Ulang Kecelakaan Mahasiswa UI demi Transparansi

Polda Metro Jaya: Rekonstruksi Ulang Kecelakaan Mahasiswa UI demi Transparansi

Megapolitan
Wowon Tak Pernah Bunuh Sendiri Korbannya: Aku Nyuruh Doang, Semua di Tangan Solihin

Wowon Tak Pernah Bunuh Sendiri Korbannya: Aku Nyuruh Doang, Semua di Tangan Solihin

Megapolitan
BPBD DKI Sebut Potensi Tanah Longsor di Jakarta Meluas Menjadi 21 Lokasi

BPBD DKI Sebut Potensi Tanah Longsor di Jakarta Meluas Menjadi 21 Lokasi

Megapolitan
Propam Dilibatkan dalam Konfrontasi Bripka Madih dengan Oknum Polisi yang Memerasnya

Propam Dilibatkan dalam Konfrontasi Bripka Madih dengan Oknum Polisi yang Memerasnya

Megapolitan
Pertanyakan Warna Mobil Mobil Pajero Pensiunan Polisi Berubah, Ahli: Jangan-jangan Ada Kode Senyap

Pertanyakan Warna Mobil Mobil Pajero Pensiunan Polisi Berubah, Ahli: Jangan-jangan Ada Kode Senyap

Megapolitan
Deretan Pengakuan Duloh Sang Eksekutor Pembunuhan Berantai: Diiming-imingi Uang untuk Membunuh hingga Mengajak Beberapa Korban Bersetubuh

Deretan Pengakuan Duloh Sang Eksekutor Pembunuhan Berantai: Diiming-imingi Uang untuk Membunuh hingga Mengajak Beberapa Korban Bersetubuh

Megapolitan
Polisi Terjunkan 2.174 Personel untuk Amankan Konser Dewa 19 di JIS

Polisi Terjunkan 2.174 Personel untuk Amankan Konser Dewa 19 di JIS

Megapolitan
Polisi Gunakan Teknologi TAA Selidiki Penyebab Kematian Pengendara Motor di Cimanggis Depok

Polisi Gunakan Teknologi TAA Selidiki Penyebab Kematian Pengendara Motor di Cimanggis Depok

Megapolitan
Polda Metro: Keterangan Bripka Madih Dimintai Lahan 1.000 Meter Tak Masuk Akal

Polda Metro: Keterangan Bripka Madih Dimintai Lahan 1.000 Meter Tak Masuk Akal

Megapolitan
Polisi Selidiki Penyebab Kematian Pengendara Motor yang Ditemukan Tewas di Cimanggis Depok

Polisi Selidiki Penyebab Kematian Pengendara Motor yang Ditemukan Tewas di Cimanggis Depok

Megapolitan
[VIDEO] Kisah Toko Roti Tertua di Jakarta, Maison Weiner Cake Shop

[VIDEO] Kisah Toko Roti Tertua di Jakarta, Maison Weiner Cake Shop

Megapolitan
Mengaku Diperas Oknum Penyidik, Bripka Madih Diduga Melanggar Kode Etik

Mengaku Diperas Oknum Penyidik, Bripka Madih Diduga Melanggar Kode Etik

Megapolitan
Polda Metro: Lahan yang Dilaporkan Bripka Madih Ternyata Telah Dijual Sebagian oleh Ayahnya

Polda Metro: Lahan yang Dilaporkan Bripka Madih Ternyata Telah Dijual Sebagian oleh Ayahnya

Megapolitan
Polda Metro Bantah Laporan Penyerobotan Lahan Bripka Madih Tak Diselidiki

Polda Metro Bantah Laporan Penyerobotan Lahan Bripka Madih Tak Diselidiki

Megapolitan
Kuasa Hukum Keluarga Hasya Yakin Laporan soal Dugaan Kelalaian Pensiunan Polisi Bakal Ditindaklanjuti

Kuasa Hukum Keluarga Hasya Yakin Laporan soal Dugaan Kelalaian Pensiunan Polisi Bakal Ditindaklanjuti

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.