Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 17/01/2023, 21:14 WIB
Tria Sutrisna,
Nursita Sari

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Prajurit Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU ikut membantu menangkap pembobol mesin anjungan tunai mandiri (ATM) yang mencoba kabur usai beraksi di kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma Indan Gilang Buldansyah menjelaskan, prajurit tersebut ialah Pratu Taufik Ilham yang berdinas di Batalyon Komando 467 Kopasgat.

Taufik menangkap pelaku setelah ikut mengejar kawanan pelaku bersama warga dari kawasan Jembatan Molek, Pondok Gede.

Saat itu, pelaku mencoba kabur menggunakan mobil ke arah Tol Dalam Kota.

"Jadi awalnya pada Minggu (15/1/2023), saat Pratu Taufik melintas di Jembatan Molek, Pondok Gede, melihat mobil minibus jenis Avanza yang dikejar oleh massa," jelas Indan Gilang saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (17/1/2023).

Baca juga: Dua Pengganjal ATM di Lubang Buaya Berhasil Diamankan Polsek Cipayung dan Kopasgat TNI AU

Saat itu, Pratu Taufik mendengar teriakan warga yang menyebut bahwa penumpang mobil tersebut adalah maling.

Taufik yang saat itu sedang mengendarai motornya, langsung tancap gas ikut mengejar mobil terduga pembobol ATM tersebut.

Taufik nekat masuk ke Tol Dalam Kota mengendarai sepeda motornya, demi mengejar para pelaku.

"Saat proses pengejaran, tiba-tiba ban depan sebelah kiri mobil pelaku meletus. Mobil pun berhenti di jalan tol," ungkap Indan Gilang.

Baca juga: Gedung DPRD DKI Tengah Digeledah KPK, Lampu Lobi Tiba-tiba Padam

Melihat hal itu, Taufik langsung berlari ke arah mobil para pelaku.

Sementara itu, tiga penumpang mobil kembali mencoba kabur dengan melompat ke sungai dan berenang ke arah perkampungan.

Taufik kemudian berlari ke jembatan penghubung ke arah perkampungan.

Baca juga: Polisi Tangkap 3 Pelaku yang Bikin Sekeluarga Keracunan di Bantar Gebang

Di perkampungan itu, Taufik dibantu seorang petugas sekuriti langsung melakukan penyisiran dan menangkap seorang pelaku.

"Dibantu sama satpam melakukan pengejaran dan berhasil menangkap salah seorang pelaku. Pelaku langsung digelandang ke pos satpam," kata Indan Gilang.

Setelah Taufik berkoordinasi petugas patroli jalan raya, pelaku beserta barang bukti hasil penangkapan langsung dibawa dan diserahkan ke Mapolsek Cipayung untuk penyelidikan lebih lanjut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rute Mikrotrans JAK14 Tanah Abang-Meruya

Rute Mikrotrans JAK14 Tanah Abang-Meruya

Megapolitan
Aksi Nekat Pengendara Motor di Depok, Mengemudi Sambil Rebahan Berujung Denda Rp 750 Ribu

Aksi Nekat Pengendara Motor di Depok, Mengemudi Sambil Rebahan Berujung Denda Rp 750 Ribu

Megapolitan
Remaja di Bekasi Dijual Pasutri, Dipaksa Layani 7 Pria Hidung Belang Sehari

Remaja di Bekasi Dijual Pasutri, Dipaksa Layani 7 Pria Hidung Belang Sehari

Megapolitan
Rumah Belajarnya Dikunjungi Kaesang Pangarep, Nenek Dela: Ratapan Kami Tidak Diakui Pemerintah

Rumah Belajarnya Dikunjungi Kaesang Pangarep, Nenek Dela: Ratapan Kami Tidak Diakui Pemerintah

Megapolitan
Remaja di Bekasi Dijual Pasutri lewat MiChat, Awalnya Dijanjikan Jadi Pemandu Karaoke

Remaja di Bekasi Dijual Pasutri lewat MiChat, Awalnya Dijanjikan Jadi Pemandu Karaoke

Megapolitan
Kronologi Tewasnya Siswi SD di Jaksel Terungkap lewat CCTV: Korban Lompat dari Ketinggian

Kronologi Tewasnya Siswi SD di Jaksel Terungkap lewat CCTV: Korban Lompat dari Ketinggian

Megapolitan
18 CCTV Diangkut untuk Ungkap Kematian Anak Pamen TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma

18 CCTV Diangkut untuk Ungkap Kematian Anak Pamen TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma

Megapolitan
Pelarangan 'Social Commerce' Tuai Pro-Kontra, Konsumen: Seharusnya Pemerintah Beri Edukasi Pemasaran untuk Pedagang

Pelarangan "Social Commerce" Tuai Pro-Kontra, Konsumen: Seharusnya Pemerintah Beri Edukasi Pemasaran untuk Pedagang

Megapolitan
Tim Sar Temukan Remaja yang Tenggelam di Waduk Rusun Flamboyan

Tim Sar Temukan Remaja yang Tenggelam di Waduk Rusun Flamboyan

Megapolitan
Saat Kasat Reskrim dan Kapolsek Pesanggrahan Beda Kronologi Meninggalnya Siswi SD di Jaksel

Saat Kasat Reskrim dan Kapolsek Pesanggrahan Beda Kronologi Meninggalnya Siswi SD di Jaksel

Megapolitan
Pro-Kontra Pelarangan 'Social Commerce', Tidak Akan Kembalikan Pembeli di Tanah Abang

Pro-Kontra Pelarangan "Social Commerce", Tidak Akan Kembalikan Pembeli di Tanah Abang

Megapolitan
Sebut Keuangan dan Rumah Tangganya Berantakan, Korban Penipuan 'Preorder' iPhone Rihana-Rihani Menangis

Sebut Keuangan dan Rumah Tangganya Berantakan, Korban Penipuan "Preorder" iPhone Rihana-Rihani Menangis

Megapolitan
Potret Hari Pertama Warga Eks Kampung Bayam Nyaman Tempati Rusunawa Nagarak

Potret Hari Pertama Warga Eks Kampung Bayam Nyaman Tempati Rusunawa Nagarak

Megapolitan
Sebelum Colong Motor di Kembangan, Dua Pria Ini Lebih Dulu Beraksi di Ciledug

Sebelum Colong Motor di Kembangan, Dua Pria Ini Lebih Dulu Beraksi di Ciledug

Megapolitan
Blusukan ke Pasar Malam Waduk Pluit, Kaesang Pangarep Dapat Keluhan Para Pedagang

Blusukan ke Pasar Malam Waduk Pluit, Kaesang Pangarep Dapat Keluhan Para Pedagang

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com