Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pelaku Remas Bokong Mahasiswi UI Bertingkah Lepas Satu Tangan di Motor Usai Lakukan Pelecehan

Kompas.com - 15/03/2023, 09:10 WIB
M Chaerul Halim,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

DEPOK, KOMPAS.com - A (20), mahasiswi UI yang bokongnya diremas pengendara motor di Depok, mengaku kesal dengan pelecehan yang dialaminya.

Kekesalannya memuncak setelah melihat pelaku seolah meledek.

Kala itu, pelaku yang mengenakan jas hujan hijau tampak melepas satu tangan dari setang motor setelah diteriaki oleh A.

"Dia (pelaku) lepas tangan satu dari setang," ujar A saat dijumpai di Jalan HM Kuru, RT 004 RW 005, Kukusan, Beji, Depok, Jawa Barat, Selasa (14/3/2023).

Baca juga: Kronologi Mahasiswi UI Diremas Bokongnya di Depok

Setelah melakukan pelecehan itu, pelaku tampak santai atau tidak berupaya kabur. Padahal, korban sudah meneriaki pelaku.

"Dia langsung jalan santai, enggak ngebut, cukup santai banget. Tapi, saya enggak kepikiran untuk ngejar pelaku," kata A.

Adapun kronologi peristiwa pelecehan seksual itu berawal ketika A tengah berjalan kaki di Jalan H.M Kuru, RT 004 RW 005, Kukusan, Beji, Depok, Jawa Barat, Senin (13/3/2023) petang.

A yang saat kejadian sedang mengenakan baju terusan selutut diketahui baru selesai berbelanja di minimarket. Ia hendak pulang ke kosnya.

Di salah satu tikungan gang, tiba-tiba dari arah belakang ada motor yang dikendarai seorang laki-laki melaju sangat dekat dengan dirinya.

Baca juga: Jengkel Bokongnya Diremas Pengendara Motor, Mahasiswi UI: Pelakunya Santai Banget

"Tiba-tiba (pelaku) dari belakang pakai tangan kirinya meremas pantat saya," ujar A.

A terkejut mendapat perlakuan tersebut. Ia sontak berteriak.

Namun, A tidak sampai mengejarnya karena pelaku menggunakan sepeda motor.

Ia juga tidak berteriak minta tolong agar warga mengejar pelaku karena situasi gang tersebut sepi.

"Spontan saya langsung teriak, tapi saya enggak sampai mengejar dia. Karena di pikiran saya saat itu, langsung mau pulang dulu deh, soalnya kondisinya sepi," kata A.

A mengatakan, ia tidak menyangka bakal menjadi korban pelecehan seksual di daerah tempat tinggalnya sendiri.

Ia baru menyadari bahwa di mana pun, termasuk di permukiman padat penduduk seperti tempat kejadian perkara, potensi pelecehan seksual bisa saja terjadi.

Dalam waktu dekat, A berniat melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Metro Depok agar pelaku bisa segera ditangkap.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Antrean Pencari Kerja Mengular di Gedung Smesco Jakarta

Antrean Pencari Kerja Mengular di Gedung Smesco Jakarta

Megapolitan
8 Tahanan Polsek Tanah Abang Berhasil Ditangkap, Paling Jauh Kabur ke Pekalongan

8 Tahanan Polsek Tanah Abang Berhasil Ditangkap, Paling Jauh Kabur ke Pekalongan

Megapolitan
Harga Beras Mahal, Pj Wali Kota Bekasi: Pengaruh Cuaca

Harga Beras Mahal, Pj Wali Kota Bekasi: Pengaruh Cuaca

Megapolitan
Heboh, Eskalator di Stasiun Manggarai Tiba-tiba Berbalik Arah

Heboh, Eskalator di Stasiun Manggarai Tiba-tiba Berbalik Arah

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi Beras Murah di Tangerang dan Bekasi Februari 2024

Jadwal dan Lokasi Beras Murah di Tangerang dan Bekasi Februari 2024

Megapolitan
Bacakan Duplik, Polda Metro Kembali Minta Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Aiman

Bacakan Duplik, Polda Metro Kembali Minta Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Aiman

Megapolitan
Masih Buronnya Enam dari 16 Tahanan Polsek Tanah Abang yang Kabur, Kinerja Kapolsek Dipertanyakan

Masih Buronnya Enam dari 16 Tahanan Polsek Tanah Abang yang Kabur, Kinerja Kapolsek Dipertanyakan

Megapolitan
Zita Anjani Minta Pemerintah Wadahi Minat Siswa Terhadap Teknologi

Zita Anjani Minta Pemerintah Wadahi Minat Siswa Terhadap Teknologi

Megapolitan
Perempuan Terjun dari 'Flyover' Ancol, Polisi: Percobaan Bunuh Diri

Perempuan Terjun dari "Flyover" Ancol, Polisi: Percobaan Bunuh Diri

Megapolitan
Sempat Tak Sadarkan Diri, Perempuan yang Lompat dari 'Flyover' Ancol Sudah Siuman

Sempat Tak Sadarkan Diri, Perempuan yang Lompat dari "Flyover" Ancol Sudah Siuman

Megapolitan
Heru Budi Kenang Sosok Eks Sekda DKI Fadjar Panjaitan: Selama Berkarier Pribadinya Baik

Heru Budi Kenang Sosok Eks Sekda DKI Fadjar Panjaitan: Selama Berkarier Pribadinya Baik

Megapolitan
Polisi Tangkap 8 Tahanan Kabur dari Polsek Tanah Abang, 6 Masih Buron

Polisi Tangkap 8 Tahanan Kabur dari Polsek Tanah Abang, 6 Masih Buron

Megapolitan
Belum Dapat Bantuan Pemerintah, Warga Gang Barjo Andalkan Uang Donasi Perbaiki Fasum yang Rusak akibat Longsor

Belum Dapat Bantuan Pemerintah, Warga Gang Barjo Andalkan Uang Donasi Perbaiki Fasum yang Rusak akibat Longsor

Megapolitan
Pembebasan Lahan Terdampak Longsor di Bogor Tak Jelas, Nasib Warga 'Digantung'

Pembebasan Lahan Terdampak Longsor di Bogor Tak Jelas, Nasib Warga "Digantung"

Megapolitan
Heru Budi: Selama Menjadi Sekda DKI, Fadjar Panjaitan Dikenang sebagai Pribadi yang Baik

Heru Budi: Selama Menjadi Sekda DKI, Fadjar Panjaitan Dikenang sebagai Pribadi yang Baik

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com