Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/05/2023, 20:45 WIB
Dzaky Nurcahyo,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo yang ditangkap lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) baru-baru ini, merupakan salah satu yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Direktur Riset SMRC Deni Irvani mengungkapkan berdasarkan catatan kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi tiga tahun lalu atau tepatnya pada Mei 2020 mencapai 66,3 persen.

Kemudian Mei 2023 atau tiga tahun setelahnya, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi merangsek naik di angka 79,7 persen.

"Jadi, kalau kita lihat 'kepala' dan 'ekor', maka terlihat kepuasan publik atas kinerja Presiden secara umum mengalami kenaikan dari 66,3 persen pada survei Mei 2020 menjadi 79,7 persen di survei terakhir 23-24 Mei 2023," papar Deni dalam konferensi pers, Minggu (28/5/2023).

Baca juga: Survei SMRC: Tingkat Kepercayaan Publik terhadap Kinerja Jokowi 79,6 Persen

Selama tiga tahun itu, tentu ada fluktuasi. Salah satu titik terendah terjadi pada Oktober 2020.

Deni menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi adalah serangkaian peristiwa unjuk rasa menolak UU Omnibus Law di kota-kota besar Indonesia. Terjadi insiden yang melukai warga dalam peristiwa itu.

"Di Oktober 2020 ini (tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja Jokowi) cukup rendah, yakni 63,2 persen yang puas," ujar Deni.

"Pada saat itu memang banyak demonstrasi di mana-mana yang menentang UU Cipta Kerja dan tingkat keamanan jadi perhatian karena cukup banyak demonstran yang mengalami luka pada saat itu sehingga respons publik terhadap kinerja pemerintah mengalami penurunan," lanjut dia.

Baca juga: Mengaku Sering Temui Jokowi, Ganjar: Beliau Mentor Saya

Salah satu titik terendah antara lain terjadi di pertengahan Juni 2021 hingga pertengahan 2022.

Menurut Deni, salah satu faktornya adalah kuatnya narasi perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Isu ini kurang populer di mata publik sehingga menurunkan kadar kepercayaan publik terhadap pemerintahan Jokowi.

Angka yang kurang memuaskan juga terjadi pada September 2022, di mana ssat itu terjadi kenaikan harga BBM. Angka kepercayaan publik atas pemerintahan Jokowi bahkan menyentuh yang terendah, yakni 62 persen.

Namun, setelah itu, publik mulai menaruh kepercayaannya kembali kepada pemerintahan Jokowi hingga seperti yang tercatat pada Mei 2023.

Baca juga: Safari Politik di Banten, Ganjar Sebut Pembangunan Era Jokowi Harus Dilanjutkan

Salah satu penyebab tingginya angka kepercayaan publik atas kinerja pemerintahan Jokowi adalah penilaian soal keberhasilan menangani perekonomian pascapandemi.

Diberitakan sebelumnya, survei yang digelar SMRC menunjukkan, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi berada di angka 79,6 persen. Sementara itu, responden yang menjawab tak puas atas kinerja Presiden Jokowi berada di angka 18,1 persen.

Survei ini sendiri diketahui digelar dengan metode wawancara melalui sambungan telepon dari tanggal 23 hingga 25 Mei 2023.

Jumlah responden, yakni 915 orang yang tersebar di seluruh provinsi Indonesia. Adapun, seluruh responden adalah WNI, di atas 17 tahun atau sudah menikah, dan memiliki telepon selular pribadi.

Margin of error survei ini yakni kurang lebih 3,3 persen dan tingkat kepercayaannya mencapai 95 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bela Bima Arya, PAN Sebut Pemecatan Kepala SD Cibeureum 1 Bogor Sesuai Aturan

Bela Bima Arya, PAN Sebut Pemecatan Kepala SD Cibeureum 1 Bogor Sesuai Aturan

Megapolitan
Hilangkan Prostitusi di Gang Royal Tak Bisa Sekadar Runtuhkan Bangunannya

Hilangkan Prostitusi di Gang Royal Tak Bisa Sekadar Runtuhkan Bangunannya

Megapolitan
Si Jago Merah Lahap 8 Lapak Semi Permanen di Pasar Lama Tangerang

Si Jago Merah Lahap 8 Lapak Semi Permanen di Pasar Lama Tangerang

Megapolitan
Polisi Turut Amankan 2 Korban Muncikari FEA

Polisi Turut Amankan 2 Korban Muncikari FEA

Megapolitan
Polisi Tangkap Muncikari yang Iklankan Anak Melalui Medsos

Polisi Tangkap Muncikari yang Iklankan Anak Melalui Medsos

Megapolitan
Kepsek yang Dipecat Bima Arya Tempuh Jalur Hukum

Kepsek yang Dipecat Bima Arya Tempuh Jalur Hukum

Megapolitan
Rute Mikrotrans JAK10 Tanah Abang-Kota

Rute Mikrotrans JAK10 Tanah Abang-Kota

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Lampu Sejumlah Kawasan di Jakarta Dipadamkan Sabtu Malam | Runtuhnya Kejayaan Pusat Belanja di Jakarta

[POPULER JABODETABEK] Lampu Sejumlah Kawasan di Jakarta Dipadamkan Sabtu Malam | Runtuhnya Kejayaan Pusat Belanja di Jakarta

Megapolitan
Rute dan Jadwal Bus Citra Raya Tangerang 2023

Rute dan Jadwal Bus Citra Raya Tangerang 2023

Megapolitan
Hari Ozon Sedunia, Pemadaman Lampu di Jakarta Juga untuk Mengedukasi Warga soal Emisi Karbon

Hari Ozon Sedunia, Pemadaman Lampu di Jakarta Juga untuk Mengedukasi Warga soal Emisi Karbon

Megapolitan
Cerita Warga Kemang Banyak yang Foto 'Prawedding' Saat Bunga Tabebuya Bermekaran

Cerita Warga Kemang Banyak yang Foto "Prawedding" Saat Bunga Tabebuya Bermekaran

Megapolitan
Klarifikasi Maxim Soal 'Suspend' Akun Ojol yang Turunkan Penumpang Tanpa Helm

Klarifikasi Maxim Soal "Suspend" Akun Ojol yang Turunkan Penumpang Tanpa Helm

Megapolitan
Lampu Sejumlah Kawasan di Jakarta Dipadamkan Sabtu Malam Demi Peringati Hari Ozon Sedunia

Lampu Sejumlah Kawasan di Jakarta Dipadamkan Sabtu Malam Demi Peringati Hari Ozon Sedunia

Megapolitan
Viral Video AC di LRT Jabodebek Bocor, Air Rembes ke Gerbong Penumpang

Viral Video AC di LRT Jabodebek Bocor, Air Rembes ke Gerbong Penumpang

Megapolitan
'Vibes' Jepang di Kemang Luntur Karena Bunga Tabebuya Berguguran, Warga Masih Banyak yang Datang

"Vibes" Jepang di Kemang Luntur Karena Bunga Tabebuya Berguguran, Warga Masih Banyak yang Datang

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com