Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/07/2023, 07:00 WIB
Penulis Larissa Huda
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah tiga tahun, akses menuju rumah sepasang lansia, Ngadenin (63) dan istrinya, Nur (56), ditutup tembok sebuah hotel di Pondok Gede, Bekasi.

Rumah Ngadenin dan Nur yang kini sudah tak dihuni lagi berada di Jalan Raya Jatiwaringin, RT 03 RW 04, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi.

Tertutupnya akses jalan rumah dengan tembok itu membuat Ngadenin tak ada pilihan lain, kecuali melewati selokan berlumpur.

Setelah melewati selokan, Ngadenin masih harus melewati jendela rumah tetangganya, Peni, lalu keluar pintu kemudian menuju rumahnya.

Baca juga: Meresahkan, Ini Sederet Penutupan Akses Keluar-Masuk Rumah Warga: Ada yang Sampai Harus Lewat Got

Menanti ketegasan Pemkot

Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Yoga menilai, kehadiran Pemerintah Kota Bekasi sangat diperlukan dalam menghadapi situasi tersebut.

Terlebih, Ngadenin dan istriya adalah sepasang lansia yang tidak bisa diabaikan keberlangsungan hidupnya.

"Pemkot dapat bertindak tegas, menjembatani pihak hotel atau pengembang dengan warga sekitar," ucap Nirwono kepada Kompas.com, Senin (10/7/2023).

"Apalagi dengan warga lansia seharusnya pihak hotel atau pengembang dapat bersikap toleran atau menghargai," ucap Nirwono menambahkan.

Baca juga: Ngadenin Harus lewat Selokan untuk Masuk Rumah Sendiri Selama 3 Tahun, Pakar: Pengurus RT/RW Perlu Turun Tangan

Menurut Nirwono, pemkot diwakili lurah atau camat juga dapat memfasilitasi pertemuan antarpihak untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"Membantu memberi dukungan fasilitas jika dibutuhkan, misalnya pembangunan akses jalan, menyelesaikan sengketa lahan antarwarga," ucap Nirwono.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

FKHN Demo, Tuntut Pemerintah Terbitkan PP agar Honorer Nakes dan Non-Nakes Jadi ASN

FKHN Demo, Tuntut Pemerintah Terbitkan PP agar Honorer Nakes dan Non-Nakes Jadi ASN

Megapolitan
Ini Cara Pedagang Kaset Jaga Mesin Pemutar Musik agar Tidak Berjamur

Ini Cara Pedagang Kaset Jaga Mesin Pemutar Musik agar Tidak Berjamur

Megapolitan
Wowon dkk Bakal Diperiksa sebagai Terdakwa Kasus Pembunuhan Berencana di Sidang Hari Ini

Wowon dkk Bakal Diperiksa sebagai Terdakwa Kasus Pembunuhan Berencana di Sidang Hari Ini

Megapolitan
Seorang Ibu Gendong Anak Dijambret di Bekasi, Satu Pelaku Babak Belur

Seorang Ibu Gendong Anak Dijambret di Bekasi, Satu Pelaku Babak Belur

Megapolitan
Hasil Verifikasi Bacaleg, KPU DKI: 139 Orang Tak Memenuhi Syarat

Hasil Verifikasi Bacaleg, KPU DKI: 139 Orang Tak Memenuhi Syarat

Megapolitan
Pakar Sebut Polisi Harus Tetap Batasi Masa Berlaku SIM

Pakar Sebut Polisi Harus Tetap Batasi Masa Berlaku SIM

Megapolitan
2 Direktur Perusahaan Swasta Jadi Tersangka Dugaan Korupsi di Anak Usaha Telkom

2 Direktur Perusahaan Swasta Jadi Tersangka Dugaan Korupsi di Anak Usaha Telkom

Megapolitan
Terungkapnya Sederet Gerak-gerik Mencurigakan Mahasiswa UI yang Bunuh Adik Tingkatnya

Terungkapnya Sederet Gerak-gerik Mencurigakan Mahasiswa UI yang Bunuh Adik Tingkatnya

Megapolitan
Kondisi Terkini Perbaikan Gizi Sultan yang Berat Badannya Turun Drastis Usai Lehernya Terjerat Kabel Fiber Optik

Kondisi Terkini Perbaikan Gizi Sultan yang Berat Badannya Turun Drastis Usai Lehernya Terjerat Kabel Fiber Optik

Megapolitan
Penerangan JPO Sahabat Daan Mogot Redup, Warga: Kalau Malam Takut, Sepi dan Gelap

Penerangan JPO Sahabat Daan Mogot Redup, Warga: Kalau Malam Takut, Sepi dan Gelap

Megapolitan
Masa Berlaku SIM Diminta Jadi Seumur Hidup, Pengamat: Itu Bukti Kompetensi Seseorang, Beda dengan KTP

Masa Berlaku SIM Diminta Jadi Seumur Hidup, Pengamat: Itu Bukti Kompetensi Seseorang, Beda dengan KTP

Megapolitan
Status Cinta Mega Menggantung, Pemecatan dari DPRD DKI Terganjal Keputusan DPP PDI-P

Status Cinta Mega Menggantung, Pemecatan dari DPRD DKI Terganjal Keputusan DPP PDI-P

Megapolitan
Pelat Besi JPO Daan Mogot Sering Dicuri, RT Setempat Koordinasi dengan 'Showroom' Dekat Jembatan

Pelat Besi JPO Daan Mogot Sering Dicuri, RT Setempat Koordinasi dengan "Showroom" Dekat Jembatan

Megapolitan
Fakta Kepemilikan Perumahan Elite Terbengkalai di Cakung, Ternyata Punya BUMN

Fakta Kepemilikan Perumahan Elite Terbengkalai di Cakung, Ternyata Punya BUMN

Megapolitan
Emak-emak 'Ngemper' di Monas, Kecewa Tak Bisa Ikutan 'Istana Berkebaya' di Istana Merdeka

Emak-emak "Ngemper" di Monas, Kecewa Tak Bisa Ikutan "Istana Berkebaya" di Istana Merdeka

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com