Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Banyak Pengendara Motor Abai dengan Aba-aba, Penjaga Tanjakan Lengkong Ambil Risiko Tertabrak

Kompas.com - 23/01/2024, 19:33 WIB
Baharudin Al Farisi,
Jessi Carina

Tim Redaksi


JAKARTA, KOMPAS.com - Arifin (57), salah satu penjaga Tanjakan Lengkong mengatakan, ia dan teman-temannya harus berani tertabrak ketika ada pengendara sepeda motor yang mengabaikan aba-aba.

Hal tersebut disampaikan Arifin saat ada salah satu pengendara sepeda motor dari arah atas hendak ke bawah saat melintasi Tanjakan Lengkong yang berlokasi di Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Padahal, Arifin sudah memberikan aba-aba agar berhenti sementara waktu karena ada pengendara lain yang hendak melintas.

Baca juga: Keseharian Arifin, Penjaga Tanjakan Lengkong Pejaten: Sering Lihat Kecelakaan dan Adu Mulut dengan Pengendara

“Kalau enggak begini, ya dia (pengendara sepeda motor) jalan terus. Ya kami juga harus berani tertabrak,” ujar Arifin saat berbincang dengan Kompas.com, Selasa (23/1/2024).

Ayah tiga anak itu menyampaikan, para penjaga Tanjakan Lengkong ini menerapkan sistem buka tutup.

Salah satu penjaga Tanjakan Lengkong bernama Arifin (57) saat ditemui Kompas.com di kawasan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (23/1/2024).KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI Salah satu penjaga Tanjakan Lengkong bernama Arifin (57) saat ditemui Kompas.com di kawasan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (23/1/2024).

Hal tersebut demi menghindari “adu banteng” antar pengguna jalan mengingat Tanjakan Lengkong hanya muat satu motor saja.

Meski sudah ada penjagaan, terkadang ada saja pengendara motor yang mengacuhkan para penjaga. Alhasil, keributan antar pengendara sepeda motor tidak bisa terhindarkan.

Baca juga: Cerita Penjaga Tanjakan Lengkong di Pejaten Timur, Beribadah demi Keselamatan Pengendara

Arifin menjelaskan, ada beberapa alasan para pengendara sepeda motor melintasi jalur alternatif ini. Tetapi, salah satu penyebabnya adalah menghindari kemacetan di Jalan Raya Pasar Minggu menuju Tanjung Barat.

“Karena pengin memotong jalan. Lewat sana (Jalan Raya Pasar Minggu belok kiri ke arah Jalan Poltangan Raya) jauh dan macet. Karena (saat itu) ada pembangunan flyover tapal kuda (Tanjung Barat),” kata Arifin.

Walau pembangunan flyover Tapal Kuda Tanjung Barat telah rampung, sejumlah pengendara sepeda motor justru terbiasa melewati Tanjakan Lengkong yang menembus kawasan Poltangan—meski jumlahnya tak sebanyak sebelumnya.

“Kalau pagi, dari atas ke bawah, itu orang yang berangkat sekolah dan berangkat sekolah. Kalau sore ke malam dari bawah ke atas, itu orang pulang kerja. Nah kalau malam juga, dari atas ke bawah, itu orang yang mau dagang di Pasar Minggu,” ungkap Arifin.

Baca juga: Mengenal Tanjakan Lengkong di Permukiman Jakarta yang Disebut Mirip Rio de Janeiro

Menurut Arifin, menjadi penjaga Tanjakan Lengkong ini bukan hal yang mudah. Sebab, para penjaga Tanjakan Lengkong harus menahan kesabaran ketika ada pengendara yang susah diatur.

Kendati demikian, Arifin menganggap menjadi penjaga Tanjakan Lengkong merupakan ibadah kepada Sang Pencipta.

Dengan menjadi penjaga Tanjakan Lengkong, dia senang karena bisa menolong orang banyak.

“(Yang mendorong mau jadi penjaga) terutama adalah ibadah. Ibadah itu kan bukan cuma solat, ibadah itu luas. Kayak kamu menginformasikan agar orang banyak tahu, itu ibadah,” tutur Arifin.

“Yang terutama, tanamkan niat ibadah. Menolong orang yang jatuh di Tanjakan Lengkong atau menunjukkan jalan saat orang lewat sini, ibadah. Kalau hidup digunakan untuk ibadah, itu enjoy,” tutur Arifin sambil tersenyum.

Dalam tiga tahun terakhir ini, Arifin mengatakan bahwa para penjaga di Tanjakan Lengkong tidak mengharapkan imbalan dari pengguna jalan.

“Kami ini di sini membantu, bukan semata-mata untuk cari uang. Jadi, yang paling pertama adalah tanamkan dulu ibadah. Soal rezeki, itu urusan yang kuasa, urusan Allah. Ada yang kasih, Alhamdulillah. Kalau enggak, ya enggak apa-apa. Yang penting, pengguna jalan selamat sampai tujuan,” tegas Arifin.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Sejumlah Calon Wali Kota Bogor Mulai Pasang Baliho, Rusli Prihatevy Mengaku Masih Santai

Sejumlah Calon Wali Kota Bogor Mulai Pasang Baliho, Rusli Prihatevy Mengaku Masih Santai

Megapolitan
Mengaku Polisi, Seorang Begal Babak Belur Diamuk Massa di Bekasi

Mengaku Polisi, Seorang Begal Babak Belur Diamuk Massa di Bekasi

Megapolitan
Beredar Foto Dahi Selebgram Meli Joker Benjol Sebelum Bunuh Diri, Polisi: Itu Disebabkan oleh Korban Sendiri

Beredar Foto Dahi Selebgram Meli Joker Benjol Sebelum Bunuh Diri, Polisi: Itu Disebabkan oleh Korban Sendiri

Megapolitan
Polisi Sebut Kekasih Selebgram yang Bunuh Diri Sambil 'Live' Tak Lakukan Kekerasan Sebelum Korban Akhiri Hidup

Polisi Sebut Kekasih Selebgram yang Bunuh Diri Sambil "Live" Tak Lakukan Kekerasan Sebelum Korban Akhiri Hidup

Megapolitan
Merantau ke Jakarta Jadi Pemilik Warung Sembako, Subaidi Sering Dianggap Punya Banyak Uang oleh Orang di Kampung

Merantau ke Jakarta Jadi Pemilik Warung Sembako, Subaidi Sering Dianggap Punya Banyak Uang oleh Orang di Kampung

Megapolitan
PDI-P Depok Sebut Supian Suri Punya Modal Popularitas dan Elektabilitas untuk Ikut Pilkada

PDI-P Depok Sebut Supian Suri Punya Modal Popularitas dan Elektabilitas untuk Ikut Pilkada

Megapolitan
Jadi Pengedar 10 Kg Sabu, Pengangguran di Bekasi Terancam 20 Tahun Penjara

Jadi Pengedar 10 Kg Sabu, Pengangguran di Bekasi Terancam 20 Tahun Penjara

Megapolitan
Atap Rumah Warga di Bogor Terbang akibat Angin Kencang, Korban Terpaksa Mengungsi

Atap Rumah Warga di Bogor Terbang akibat Angin Kencang, Korban Terpaksa Mengungsi

Megapolitan
Pengemudi Fortuner yang Mengaku Adik Jenderal Buang Pelat Palsu TNI di Lembang

Pengemudi Fortuner yang Mengaku Adik Jenderal Buang Pelat Palsu TNI di Lembang

Megapolitan
Pohon Tumbang di Persimpangan Kelapa Dua Arah Margonda Selesai Dievakuasi, Lalin Kembali Normal

Pohon Tumbang di Persimpangan Kelapa Dua Arah Margonda Selesai Dievakuasi, Lalin Kembali Normal

Megapolitan
Imbas Hujan Deras, Pohon Tumbang di 5 Titik Jalan Depok

Imbas Hujan Deras, Pohon Tumbang di 5 Titik Jalan Depok

Megapolitan
10 Tahun Jabat Wali Kota Bogor, Bima Arya Akui Masih Banyak Pekerjaan yang Belum Rampung

10 Tahun Jabat Wali Kota Bogor, Bima Arya Akui Masih Banyak Pekerjaan yang Belum Rampung

Megapolitan
“Lama di Tanah Perantauan, Masa Pulang Kampung Enggak Bawa Oleh-oleh?”

“Lama di Tanah Perantauan, Masa Pulang Kampung Enggak Bawa Oleh-oleh?”

Megapolitan
Nilai Kontrak Kerja Sama Indonesia-Jepang untuk Pembangunan MRT Fase 2A Capai Rp 4,2 Triliun

Nilai Kontrak Kerja Sama Indonesia-Jepang untuk Pembangunan MRT Fase 2A Capai Rp 4,2 Triliun

Megapolitan
Pengedar Narkoba di Bekasi Ternyata Residivis Kasus yang Sama, Pernah Dipenjara pada 2022

Pengedar Narkoba di Bekasi Ternyata Residivis Kasus yang Sama, Pernah Dipenjara pada 2022

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com