Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Jitu Iman Jaga Kesehatan sebagai Masinis, Berpikir Positif dan Nikmati Pekerjaan

Kompas.com - 07/04/2024, 19:11 WIB
Xena Olivia,
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai masinis PT KAI Daop 1 Jakarta, Iman (32) dituntut untuk memiliki kondisi tubuh yang bugar dalam menjalani pekerjaannya.

Baginya, salah satu kunci untuk menjaga tubuh tetap sehat adalah dengan berpikir positif.

“Cara menjaga tubuh tetap fit dengan berpikiran positif kali, ya. Kemudian, menikmati pekerjaan,” ujar Iman saat diwawancarai di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu (7/4/2024).

Baca juga: LRT Jabodebek, Kereta yang Melaju Tanpa Masinis

“Ketiga, makan sehat, istirahat cukup, dan konsumsi vitamin,” lanjut dia.

Selama masa angkutan Lebaran ini, Iman bisa bolak-balik Jakarta-Cirebon-Jakarta dalam sehari.

Waktu istirahatnya yang biasanya 12 jam dipangkas menjadi 8 jam.

Selain itu, ia juga bertugas saat hari-H Lebaran. Hal itu membuatnya tidak bisa berkumpul dengan keluarga.

Mulanya, keluarganya tidak setuju dan protes karena hal itu. Akan tetapi, keluarganya lambat laun mengerti setelah diberi penjelasan.

Baca juga: Tinjau Arus Mudik di Stasiun Pasar Senen, Menhub Minta KAI Cek Fasilitas dan Antisipasi Cuaca

“Alhamdulillah sekarang keluarga mengerti kalau pekerjaan saya ini memang jarang bisa kumpul sama keluarga. Mereka bilang, ‘Ya sudah, hati-hati kerjanya’. Karena keluarga support seperti itu, sekarang saya semangat,” tutur pria beranak dua itu.

Bagi Iman, selama 10 tahun berkarier sebagai masinis, hal yang paling mengharukan adalah saat penumpang datang langsung kepadanya untuk mengucapkan terima kasih.

“Setelah mengantar, pernah ada orang yang datang ke depan, bilang ‘Pak Masinis, terima kasih, ya’. Yang tadinya capek, jadi semangat. Seru!” ucap dia.

Ia berharap, para pemudik bisa puas dengan pelayanan PT KAI selama masa angkutan Lebaran tahun ini.

“Mudah-mudahan masa angkutan Lebaran ini berjalan sukses. Mudah-mudahan PT KAI bisa menjadi lebih baik lagi dan bisa mempertahankan hal yang baik di masa yang akan datang,” imbuh Iman.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Supian Suri Dilaporkan ke Bawaslu Depok Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN

Supian Suri Dilaporkan ke Bawaslu Depok Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN

Megapolitan
Pengamat : Ahok Punya Kelebihan Buat Maju Pilkada DKI 2024

Pengamat : Ahok Punya Kelebihan Buat Maju Pilkada DKI 2024

Megapolitan
Pohon Tumbang Timpa Seorang Pengunjung Tebet Eco Park, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Pohon Tumbang Timpa Seorang Pengunjung Tebet Eco Park, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Megapolitan
Kecelakaan Tewaskan Pengendara Motor di Basura Jaktim, Polisi Masih Selidiki

Kecelakaan Tewaskan Pengendara Motor di Basura Jaktim, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
3 ASN Pemkot Ternate Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Narkoba di Jakarta

3 ASN Pemkot Ternate Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Narkoba di Jakarta

Megapolitan
Kronologi Mobil Tabrakan dengan Pikap dan Motor di Depok, Pengemudi Hilang Kendali

Kronologi Mobil Tabrakan dengan Pikap dan Motor di Depok, Pengemudi Hilang Kendali

Megapolitan
Tembak Kaki Pembunuh Imam Mushala, Polisi: Ada Indikasi Melarikan Diri

Tembak Kaki Pembunuh Imam Mushala, Polisi: Ada Indikasi Melarikan Diri

Megapolitan
Toyota Yaris Tabrak Mobil Pikap dan Motor di Depok, 5 Orang Luka-luka

Toyota Yaris Tabrak Mobil Pikap dan Motor di Depok, 5 Orang Luka-luka

Megapolitan
Demi Kelabui Polisi, Galang Cukur Kumis dan Potong Rambut Usai Bunuh Imam Mushala di Kebon Jeruk

Demi Kelabui Polisi, Galang Cukur Kumis dan Potong Rambut Usai Bunuh Imam Mushala di Kebon Jeruk

Megapolitan
Ditusuk Sedalam 19 Cm, Imam Mushala di Kebon Jeruk Meninggal Saat Dirawat di RS

Ditusuk Sedalam 19 Cm, Imam Mushala di Kebon Jeruk Meninggal Saat Dirawat di RS

Megapolitan
Dharma Pongrekun Ikut Pilkada DKI Jalur Independen, Pengamat : Harus Dapat Simpati Warga Buat Menang

Dharma Pongrekun Ikut Pilkada DKI Jalur Independen, Pengamat : Harus Dapat Simpati Warga Buat Menang

Megapolitan
Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Tewasnya Rojali, Korban Penganiayaan di Bogor

Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Tewasnya Rojali, Korban Penganiayaan di Bogor

Megapolitan
Supaya Nyaman, Pekerja Harap Debu Tebal di Terminal Kontainer Pelabuhan Tanjung Priok Segera Dibersihkan

Supaya Nyaman, Pekerja Harap Debu Tebal di Terminal Kontainer Pelabuhan Tanjung Priok Segera Dibersihkan

Megapolitan
Peremas Payudara Beraksi di Bojonggede, Korbannya Ibu yang Sedang Gandeng Anak

Peremas Payudara Beraksi di Bojonggede, Korbannya Ibu yang Sedang Gandeng Anak

Megapolitan
Pria Tewas Tertabrak Kereta di Bogor Sempat Tulis Surat Wasiat untuk Keluarga

Pria Tewas Tertabrak Kereta di Bogor Sempat Tulis Surat Wasiat untuk Keluarga

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com