Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ratusan Orang Tertipu Beasiswa S3 di Filipina, Percaya karena Pelaku Pernah Berangkatkan Mahasiswa

Kompas.com - 19/04/2024, 15:56 WIB
Firda Janati,
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Tim Redaksi

BEKASI, KOMPAS.com - Aloysius Bernanda Gunawan (47) mengungkapkan alasannya percaya dengan program beasiswa doktoral (S3) ke Filipina yang ditawarkan seorang pria inisial BTC.

Aloysius menuturkan, BTC merupakan salah satu pengelola bisnis agensi pendidikan yang membuka program beasiswa S3 ke Filipina melalui akun media sosial.

"Dia ini (punya) perusahaan, jadi kayak semacam agensi pendidikan. Kalau pendidikan luar negeri itu ada agensinya, enggak bisa langsung datang ke Malaysia atau Filipina untuk bisa 'saya mau kuliah'," ujar Aloysius kepada awak media di Mapolres Metro Bekasi Kota, Jumat (19/4/2024).

Baca juga: Nasib Apes Pria di Bekasi, Niat Ikut Program Beasiswa S3 Malah Ditipu Rp 30 Juta

Aloysius menuturkan, dia dan ratusan korban lainnya yakin BTC tidak menipu karena pernah memberangkatkan mahasiswa untuk kuliah di Filipina.

"Betul (sudah memberangkatkan mahasiwa untuk kuliah) memang saya percaya karena sudah meluluskan tiga angkatan," tutur dia.

Selain itu, Aloysius juga mengecek keaslian ijazah kelulusan para mahasiswa yang mengikuti program beasiswa BTC pada angkatan sebelumnya.

"Kalau kita lihat itu ijazahnya juga sudah diakui karena memang kampusnya enggak ada yang salah, bagus," papar dia.

Sebagai seorang yang juga bekerja di bidang pendidikan, Aloysius tidak serta merta percaya dengan program beasiswa yang dibuka BTC.

"Saya juga enggak langsung mentah-mentah tertarik, saya juga dari dunia pendidikan, saya cari informasi dulu nih terutama saya cek di website penyetaraan ijazah luar negeri dikti," ucap dia.

Baca juga: Polisi Bakal Periksa Pelapor dan Saksi Kasus Dugaan Penipuan Beasiswa Doktoral ke Filipina

Aloysius melanjutkan, program beasiswa S3 angkatan sebelumnya berjalan dengan mulus. Tidak ada keanehan ataupun keraguan.

Pada angkatan 5 yang merupakan kloter Aloysius dan ratusan orang lainnya itu, mulai ada kecurigaan karena BTC mengundur waktu perkuliahan.

"Jadi mungkin angkatan 1, 2 dan 3 berjalan mulus, angkatan 4 itu ada 137 (mahasiswa) juga tapi saya enggak tahu bagaimana status mereka, tapi di angkatan ke-5 ini lah yang bermasalah," imbuh dia.

Diketahui, Aloysius telah membayar Rp 30 juta kepada agensi BTC pada Desember 2023. Namun hingga sekarang, perkuliahan tak kunjung terlaksana.

Aloysius menuturkan, saat dia meminta uangnya kembali, BTC berdalih bahwa uangnya sudah digunakan untuk trading.

Selain BTC, para korban lainnya yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia menuntut pertanggungjawaban pengembalian uang.

Aloysius telah melaporkan BTC ke Polres Metro Bekasi Kota dengan nomor registrasi LP/B/IV/2024/SPKT/Polres Metro Bekasi Kota, Senin (8/4/2024).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

3.772 Kendaraan Ditilang karena Lawan Arah di 17 Lokasi di Jakarta

3.772 Kendaraan Ditilang karena Lawan Arah di 17 Lokasi di Jakarta

Megapolitan
Polisi Sebut Pengunjung di Tebet Eco Park Tertimpa Dahan Pohon Flamboyan

Polisi Sebut Pengunjung di Tebet Eco Park Tertimpa Dahan Pohon Flamboyan

Megapolitan
Supian Suri Dilaporkan Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN, Bawaslu Teruskan ke KASN

Supian Suri Dilaporkan Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN, Bawaslu Teruskan ke KASN

Megapolitan
Supian Suri Dilaporkan ke Bawaslu Depok Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN

Supian Suri Dilaporkan ke Bawaslu Depok Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN

Megapolitan
Pengamat : Ahok Punya Kelebihan Buat Maju Pilkada DKI 2024

Pengamat : Ahok Punya Kelebihan Buat Maju Pilkada DKI 2024

Megapolitan
Pohon Tumbang Timpa Seorang Pengunjung Tebet Eco Park, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Pohon Tumbang Timpa Seorang Pengunjung Tebet Eco Park, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Megapolitan
Kecelakaan Tewaskan Pengendara Motor di Basura Jaktim, Polisi Masih Selidiki

Kecelakaan Tewaskan Pengendara Motor di Basura Jaktim, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
3 ASN Pemkot Ternate Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Narkoba di Jakarta

3 ASN Pemkot Ternate Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Narkoba di Jakarta

Megapolitan
Kronologi Mobil Tabrakan dengan Pikap dan Motor di Depok, Pengemudi Hilang Kendali

Kronologi Mobil Tabrakan dengan Pikap dan Motor di Depok, Pengemudi Hilang Kendali

Megapolitan
Tembak Kaki Pembunuh Imam Mushala, Polisi: Ada Indikasi Melarikan Diri

Tembak Kaki Pembunuh Imam Mushala, Polisi: Ada Indikasi Melarikan Diri

Megapolitan
Toyota Yaris Tabrak Mobil Pikap dan Motor di Depok, 5 Orang Luka-luka

Toyota Yaris Tabrak Mobil Pikap dan Motor di Depok, 5 Orang Luka-luka

Megapolitan
Demi Kelabui Polisi, Galang Cukur Kumis dan Potong Rambut Usai Bunuh Imam Mushala di Kebon Jeruk

Demi Kelabui Polisi, Galang Cukur Kumis dan Potong Rambut Usai Bunuh Imam Mushala di Kebon Jeruk

Megapolitan
Ditusuk Sedalam 19 Cm, Imam Mushala di Kebon Jeruk Meninggal Saat Dirawat di RS

Ditusuk Sedalam 19 Cm, Imam Mushala di Kebon Jeruk Meninggal Saat Dirawat di RS

Megapolitan
Dharma Pongrekun Ikut Pilkada DKI Jalur Independen, Pengamat : Harus Dapat Simpati Warga Buat Menang

Dharma Pongrekun Ikut Pilkada DKI Jalur Independen, Pengamat : Harus Dapat Simpati Warga Buat Menang

Megapolitan
Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Tewasnya Rojali, Korban Penganiayaan di Bogor

Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Tewasnya Rojali, Korban Penganiayaan di Bogor

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com