Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bangunan Toko "Saudara Frame" yang Terbakar Hanya Punya 1 Akses Keluar Masuk

Kompas.com - 20/04/2024, 19:26 WIB
Muhammad Isa Bustomi,
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI menyatakan, toko bingkai "Saudara Frame & Gallery" di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, hanya memiliki satu akses keluar dan masuk.

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengatakan, kondisi itu diduga membuat pemilik dan karyawan menjadi korban musibah itu.

"Kalau dilihat gedung yang kemarin, itu hanya satu akses di bawah. Itu makanya, enggak ada kesempatan mereka menyelamatkan diri, karena api di bawah sudah besar," kata Satriadi kepada wartawan, Sabtu (20/4/2024).

Baca juga: 4 Korban Kebakaran Saudara Frame yang Disemayamkan di Rumah Duka Jelambar adalah Satu Keluarga

Akibat kejadian itu, lima orang yang selamat mengalami luka bakar. Sedangkan tujuh orang meninggal dunia diduga karena terjebak.

Satriadi mengatakan, korban yang selamat diduga memiliki kesempatan untuk keluar dari gedung untuk menyelamatkan diri.

"Beberapa yang berupaya menyelamatkan diri ya sampai dievakuasi ke beberapa rumah sakit," kata dia.

Satriadi menambahkan, tragedi kebakaran di Mampang Prapatan itu semestinya menjadi bahan evaluasi untuk masyarakat mengenai kondisi bangunan.

Paling tidak, kata Satriadi, bangunan tersebut harus memiliki beberapa akses untuk keluar dan masuk.

"Kalau dilihat dari bangunannya (ruko bingkai) harusnya secara ketentuan dia memiliki dua tangga penyelamatan atau dua akses untuk penyelamatan. Entah belakang atau di depan, yang penting ada alternatif untuk mereka bisa keluar dari lokasi," ucap Satriadi.

Baca juga: 3 dari 7 Korban Kebakaran Toko Bingkai Saudara Frame di Mampang adalah ART

Sebagai informasi, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan menerima informasi kebakaran sekitar pukul 19.40 WIB.

Pemadam kemudian mengerahkan 24 mobil dengan 110 personel. 

Berikut daftar korban meninggal dunia dalam kejadian itu:

-Phang Tjiman, laki-laki, umur 75 tahun

-Henni, perempuan, umur 39 tahun

-Ricchi, umur 2 tahun

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polisi Buru Penyuplai Sabu untuk Caleg PKS di Aceh

Polisi Buru Penyuplai Sabu untuk Caleg PKS di Aceh

Megapolitan
Tiang Keropos di Cilodong Depok Sudah Bertahun-tahun, Warga Belum Melapor

Tiang Keropos di Cilodong Depok Sudah Bertahun-tahun, Warga Belum Melapor

Megapolitan
Polri Berencana Luncurkan SIM C2 Tahun Depan

Polri Berencana Luncurkan SIM C2 Tahun Depan

Megapolitan
Caleg PKS Terjerat Kasus Narkoba di Aceh, Kabur dan Tinggalkan Istri yang Hamil

Caleg PKS Terjerat Kasus Narkoba di Aceh, Kabur dan Tinggalkan Istri yang Hamil

Megapolitan
'Call Center' Posko PPDB Tak Bisa Dihubungi, Disdik DKI: Mohon Maaf, Jelek Menurut Saya

"Call Center" Posko PPDB Tak Bisa Dihubungi, Disdik DKI: Mohon Maaf, Jelek Menurut Saya

Megapolitan
Polisi: Ada Oknum Pengacara yang Pakai Pelat Palsu DPR

Polisi: Ada Oknum Pengacara yang Pakai Pelat Palsu DPR

Megapolitan
Pemprov DKI Razia 2.070 Pengemis dan Gelandangan Sejak Awal 2024

Pemprov DKI Razia 2.070 Pengemis dan Gelandangan Sejak Awal 2024

Megapolitan
Caleg PKS Asal Aceh Dapat Sabu dari Malaysia, Dikemas Bungkus Teh China

Caleg PKS Asal Aceh Dapat Sabu dari Malaysia, Dikemas Bungkus Teh China

Megapolitan
KAI Commuter Line: Tak Ada Korban Dalam Kecelakaan KRL dan Sepeda Motor di Ratu Jaya Depok

KAI Commuter Line: Tak Ada Korban Dalam Kecelakaan KRL dan Sepeda Motor di Ratu Jaya Depok

Megapolitan
Banyak Remaja Nongkrong di Bundaran HI hingga Dini Hari, Polisi Minta Orangtua Awasi

Banyak Remaja Nongkrong di Bundaran HI hingga Dini Hari, Polisi Minta Orangtua Awasi

Megapolitan
Pria Paruh Baya di Kemayoran Setubuhi Anak Tiri Berkali-kali, Pelaku Dijerat Pasal Berlapis

Pria Paruh Baya di Kemayoran Setubuhi Anak Tiri Berkali-kali, Pelaku Dijerat Pasal Berlapis

Megapolitan
DPRD DKI Minta Disdik Perbaiki Masalah Teknis dalam PPDB 2024

DPRD DKI Minta Disdik Perbaiki Masalah Teknis dalam PPDB 2024

Megapolitan
PDI-P Tawari Ahok Jadi Calon Gubernur Sumatera Utara, Pengamat: Dia Punya Nama Besar untuk Melawan Bobby

PDI-P Tawari Ahok Jadi Calon Gubernur Sumatera Utara, Pengamat: Dia Punya Nama Besar untuk Melawan Bobby

Megapolitan
Syarat Pembuatan SIM C1, Harus Punya SIM C Minimal 1 Tahun

Syarat Pembuatan SIM C1, Harus Punya SIM C Minimal 1 Tahun

Megapolitan
Polisi Resmi Terbitkan SIM C1 Hari Ini, Berlaku di Seluruh Indonesia

Polisi Resmi Terbitkan SIM C1 Hari Ini, Berlaku di Seluruh Indonesia

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com