Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kebengisan Pembunuh Wanita Dalam Koper: Setubuhi dan Habisi Korban, lalu Curi Uang Kantor

Kompas.com - 04/05/2024, 07:59 WIB
Abdul Haris Maulana

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus pembunuhan wanita dalam koper di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mulai terang benderang.

Korban yang berinisial RM (50) dibunuh oleh rekan satu perusahaannya, yakni Ahmad Arif Ridwan Nuwloh (29) atau AARN di kamar hotel daerah Bandung, Jawa Barat.

Kronologi pembunuhan

Kapolres Metro Bekasi Kombes Twedi Bennyahdi Aditya mengatakan, peristiwa dimulai pada Rabu (24 April 2024) pagi.

Baca juga: Bunuh dan Buang Mayat Dalam Koper, Ahmad Arif Tersinggung Ucapan Korban yang Minta Dinikahi

Saat itu, Arif menuju kantor cabang perusahaannya di Bandung dari sebuah hotel untuk keperluan pekerjaan.

"Tersangka (Arif) dari Hotel Zodiak menuju ke kantor PT KOBE di Bandung dengan tujuan dinas sebagai auditor dari kantor pusat. Di PT KOBE, tersangka bertemu dengan korban kemudian berbincang-bincang," kata Twedi di Mapolda Metro Jaya, Jumat (3/5/2024).

Setelah itu, Arif mengajak RM untuk melakukan pertemuan di luar kantor.

Keduanya keluar dari kantor secara bersamaan menggunakan sepeda motor dan menuju ke hotel yang sebelumnya telah dipesan Arif.

"Di hotel, tersangka dan korban sempat melakukan hubungan badan. Setelah melakukan hubungan suami istri, korban meminta pertanggungjawaban dari tersangka, (korban) minta dinikahi," jelas Twedi.

Namun, tersangka tersangka tak mau menuruti permintaan korban. Arif menolak untuk bertanggungjawab atau menikahi RM.

Hal tersebut membuat RM mengeluarkan kata-kata yang membuat Arif sakit hati sehingga tersangka nekat menghabisi nyawa korban.

Baca juga: Polisi Ungkap Percakapan soal Hubungan Terlarang Pelaku dan Perempuan Dalam Koper Sebelum Pembunuhan

"Tersangka melakukan perbuatan membenturkan kepala korban ke tembok hingga berdarah. Kemudian, pada saat korban tidak berdaya, tersangka membekap mulut, hidung, sekaligus mencekik leher korban selama 10 menit sampai memastikan korban tidak bergerak dan bernafas," ungkap Twedi.

Setelah membunuh korban, Arif keluar dari hotel untuk membeli koper yang hendak digunakan untuk menyembunyikan jasad RM.

Selanjutnya, Arif kembali ke kamar hotel lalu mencoba memasukkan jasad RM ke dalam koper yang dibelinya.

Akan tetapi, koper yang dibeli tidak cukup untuk memasukkan tubuh korban sehingga Arif kembali keluar hotel untuk membeli koper yang lebih besar. Kemudian, Arif memasukkan jasad korban ke dalam koper kedua yang dibelinya.

"Setelah meletakkan korban di dalam koper, tersangka keluar untuk menitipkan motor korban. Kemudian, kembali ke hotel memesan kendaraan untuk membawa tersangka dan korban, serta uang di dalam tas korban, ke arah Bitung, Tangerang untuk menemui tersangka kedua, AT (Aditya Tofik), di mana tersangka kedua adalah adik Arif," ujar Twedi.

Halaman:


Terkini Lainnya

Cerita Amsori Tetap Jadi Sopir Angkot meski Diserang Stroke Dua Kali

Cerita Amsori Tetap Jadi Sopir Angkot meski Diserang Stroke Dua Kali

Megapolitan
Permintaan Maaf Zoe Levana dan 3 Pengakuannya Terkait Terobos Jalur Transjakarta

Permintaan Maaf Zoe Levana dan 3 Pengakuannya Terkait Terobos Jalur Transjakarta

Megapolitan
Beratnya Hidup di Jakarta, Amsori Sopir Lansia Tidur di Angkot karena Tak Mampu Mengontrak Rumah

Beratnya Hidup di Jakarta, Amsori Sopir Lansia Tidur di Angkot karena Tak Mampu Mengontrak Rumah

Megapolitan
Jemput Bola ke Subang, Polisi Bakal Datangi Petani yang Ditipu Oknum Polisi Rp 598 Juta

Jemput Bola ke Subang, Polisi Bakal Datangi Petani yang Ditipu Oknum Polisi Rp 598 Juta

Megapolitan
Polda Metro: Kasus Petani Ditipu Oknum Polisi Sempat Mandek karena Pelapor Minta Pemeriksaan Dihentikan

Polda Metro: Kasus Petani Ditipu Oknum Polisi Sempat Mandek karena Pelapor Minta Pemeriksaan Dihentikan

Megapolitan
Pemprov Pindahkan Administrasi Kependudukan 213.831 Warga ke Luar Jakarta

Pemprov Pindahkan Administrasi Kependudukan 213.831 Warga ke Luar Jakarta

Megapolitan
Polda Metro Tangkap Tiga ASN Pemkot Ternate Terkait Kasus Narkoba

Polda Metro Tangkap Tiga ASN Pemkot Ternate Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Polisi Tangkap Penusuk Imam Mushala di Kebon Jeruk

Polisi Tangkap Penusuk Imam Mushala di Kebon Jeruk

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 24 Mei 2024 dan Besok: Siang Ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 24 Mei 2024 dan Besok: Siang Ini Hujan Ringan

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Pengakuan Zoe Levana soal Video 'Tersangkut' di Jalur Transjakarta | Kecelakaan Beruntun di 'Flyover' Summarecon Bekasi

[POPULER JABODETABEK] Pengakuan Zoe Levana soal Video "Tersangkut" di Jalur Transjakarta | Kecelakaan Beruntun di "Flyover" Summarecon Bekasi

Megapolitan
Rute Bus Tingkat Wisata Transjakarta BW4

Rute Bus Tingkat Wisata Transjakarta BW4

Megapolitan
12.851 ASN di DKI Jakarta Masuk Usulan Penonaktifan NIK

12.851 ASN di DKI Jakarta Masuk Usulan Penonaktifan NIK

Megapolitan
Jaga Keakuratan, Dukcapil DKI Bakal Data 11,3 Juta Warga yang Tinggal di Jakarta

Jaga Keakuratan, Dukcapil DKI Bakal Data 11,3 Juta Warga yang Tinggal di Jakarta

Megapolitan
Pengamat: Kaesang Lebih Berpotensi Menang di Pilkada Bekasi Ketimbang di Depok

Pengamat: Kaesang Lebih Berpotensi Menang di Pilkada Bekasi Ketimbang di Depok

Megapolitan
Polda Metro Pastikan Video Soal Tepung Dicampur Narkoba Hoaks

Polda Metro Pastikan Video Soal Tepung Dicampur Narkoba Hoaks

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com