Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Keberatan Ditertibkan, Juru Parkir Minimarket: Cari Kerjaan Kan Susah...

Kompas.com - 04/05/2024, 13:38 WIB
Firda Rahmawan,
Diamanty Meiliana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang juru parkir bernama Nana (56) mengaku keberatan dengan rencana Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta yang bakal menertibkan juru parkir liar di setiap minimarket.

Menurutnya, akan timbul banyak pengangguran jika wacana tersebut direalisasikan.

"Ya kalau Dishub mau menertibkan (juru parkir minimarket), saya merasa keberatan. Kasihan nanti banyak pengangguran, pemerintah juga yang repot," ucap Nana saat ditemui Kompas.com di minimarket daerah Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (4/5/2024).

Lebih lanjut, Nana mengaku tak pernah memaksa pengunjung untuk memberikan uang saat mengeluarkan kendaraannya dari minimarket.

Baca juga: Dishub DKI Jakarta Janji Tindak Juru Parkir Liar di Minimarket

Ia hanya membutuhkan ucapan terima kasih dari pengunjung karena sudah dijaga kendaraannya saat ke minimarket.

"Kalau enggak kasih (uang), boleh, tapi minimal terima kasih gitu. Kan sudah dijagain motornya. Coba kalau hilang, saya yang tanggung jawab soalnya kalau di sini" pungkas Nana.

Senada dengan Nana, juru parkir minimarket di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, Muhammad Sabhani (74) tak setuju dengan rencana Dishub dan Satpol PP tersebut.

Sabhani mengatakan, dirinya sudah tak sanggup untuk bekerja di bidang lain. Sehingga, jika tak menjadi juru parkir, dirinya tak punya penghasilan lain.

"Ya ngerasa dirugikan (juru parkir bakal ditertibkan Dishub), cari pekerjaan kan susah, jadi kuli bangunan sudah enggak mampu, usia sudah 70 tahun lebih," ucap Sabhani saat diwawancarai.

Baca juga: Pemilik Mini Market Harus Tegas ke Tukang Parkir Liar

Selain itu, Sabhani juga bercerita, ia hanya mendapatkan Rp 40.000 dari hasil markir selama 5 jam. Sebab itu, ia merasa kehilangan pendapatan jika Dishub DKI Jakarta berencana untuk menindak tegas juru parkir di minimarket.

"Ya enggak tentu, paling dapat Rp 30.000-40.000, markir dari jam 7 pagi sampai jam 12 siang," tambah Subhani.

Diberitakan sebelumnya, Dishub DKI berencana untuk menindak tegas juru parkir liar yang memungut biaya kepada pelanggan minimarket di Jakarta.

Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menindak tegas juru parkir liar tersebut.

"Kami berkoordinasi dengan Satpol PP DKI untuk penanganan terkait dengan adanya oknum-oknum yang memanfaatkan lokasi di minimarket dengan cara memaksa untuk memungut jumlah tertentu," ucap Syafrin saat dikonfirmasi, Jumat (3/5/2024).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

KASN Telusuri Status Cuti Supian Suri Saat Datang ke Kantor PAN

KASN Telusuri Status Cuti Supian Suri Saat Datang ke Kantor PAN

Megapolitan
Soal Duet Keponakan Prabowo dan Kaesang di Pilkada DKI, PSI: Untuk Meramaikan Suasana Saja

Soal Duet Keponakan Prabowo dan Kaesang di Pilkada DKI, PSI: Untuk Meramaikan Suasana Saja

Megapolitan
Besi Ribar yang Jatuh di Lintasan MRT Masih Dievakuasi

Besi Ribar yang Jatuh di Lintasan MRT Masih Dievakuasi

Megapolitan
BNNP DKI Jakarta Musnahkan 3.449,7 Gram Barang Bukti Narkotika

BNNP DKI Jakarta Musnahkan 3.449,7 Gram Barang Bukti Narkotika

Megapolitan
Polisi: Besi Ribar yang Jatuh Mengenai Gerbong Kereta MRT

Polisi: Besi Ribar yang Jatuh Mengenai Gerbong Kereta MRT

Megapolitan
Menantu di Jakbar Diduga Aniaya Mertuanya karena Permasalahan Pembayaran Gaji ART

Menantu di Jakbar Diduga Aniaya Mertuanya karena Permasalahan Pembayaran Gaji ART

Megapolitan
Bandar Narkoba di Pondok Aren Diduga Masih Dalam Pengaruh Sabu Sebelum Tewas Dalam Toren Air

Bandar Narkoba di Pondok Aren Diduga Masih Dalam Pengaruh Sabu Sebelum Tewas Dalam Toren Air

Megapolitan
Operasional MRT Jakarta Dihentikan Sementara, Penumpang yang Sudah “Tap In” Bisa Minta Pengembalian Dana

Operasional MRT Jakarta Dihentikan Sementara, Penumpang yang Sudah “Tap In” Bisa Minta Pengembalian Dana

Megapolitan
Fasilitas Publik di Jaktim Sudah Baik, tapi Masih Perlu Pembenahan

Fasilitas Publik di Jaktim Sudah Baik, tapi Masih Perlu Pembenahan

Megapolitan
MRT Jakarta Pastikan Tidak Ada Korban Insiden Jatuhnya Besi Ribar ke Jalur Kereta

MRT Jakarta Pastikan Tidak Ada Korban Insiden Jatuhnya Besi Ribar ke Jalur Kereta

Megapolitan
KPU Tidak Persoalkan Pemasangan Spanduk hingga Baliho Bacawalkot Bogor Sebelum Masuk Masa Kampanye

KPU Tidak Persoalkan Pemasangan Spanduk hingga Baliho Bacawalkot Bogor Sebelum Masuk Masa Kampanye

Megapolitan
Kaesang Digadang Jadi Cawagub Jakarta, Pengamat: Sekelas Ketua Umum dan Anak Presiden Minimal Cagub

Kaesang Digadang Jadi Cawagub Jakarta, Pengamat: Sekelas Ketua Umum dan Anak Presiden Minimal Cagub

Megapolitan
Penahanan Ditangguhkan, Eks Warga Kampung Bayam Kena Wajib Lapor

Penahanan Ditangguhkan, Eks Warga Kampung Bayam Kena Wajib Lapor

Megapolitan
Warga Dengar Suara Dentuman dan Percikan Api Saat Besi Crane Timpa Jalur MRT

Warga Dengar Suara Dentuman dan Percikan Api Saat Besi Crane Timpa Jalur MRT

Megapolitan
Pemprov DKI Bangun Saluran 'Jacking' untuk Atasi Genangan di Jalan Ciledug Raya

Pemprov DKI Bangun Saluran "Jacking" untuk Atasi Genangan di Jalan Ciledug Raya

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com