Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polisi Sebut Pembunuh Wanita Dalam Koper Tak Berniat Ambil Uang Kantor yang Dibawa Korban

Kompas.com - 04/05/2024, 16:54 WIB
Abdul Haris Maulana

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolsek Cikarang Barat Kompol Gurnald Patiran mengatakan, tersangka pembunuhan RM (50), Ahmad Arif Ridwan Nuwloh (29) atau AARN tak ada niat mengambil uang sebesar Rp 43 juta yang dibawa korban setelah ia membunuhnya di kamar hotel daerah Bandung, Jawa Barat.

"Hasil pemeriksaan kami, pelaku tidak ada niatan untuk sengaja mengambil uang (yang dibawa RM)," ungkap Gurnald dalam program Kompas Malam, dikutip dari YouTube Kompas TV, Jumat (3/5/2024).

"Namun, karena korban sudah meninggal dunia (karena dibunuh) dan ada uang di situ, di TKP itu, maka (uang) itu diambil oleh pelaku (Arif)," sambungnya.

Baca juga: Kebengisan Pembunuh Wanita Dalam Koper: Setubuhi dan Habisi Korban, lalu Curi Uang Kantor

Gurnald menyampaikan, uang yang diambil Arif pada akhirnya ia pakai untuk membiayai segala macam hal setelah membunuh korban.

Uang Rp 43 juta itu, kata Gurnald, dipakai untuk membeli koper sebanyak dua kali, menyewa mobil dari Bandung menuju ke Bitung, Tangerang, serta menyewa mobil untuk kembali ke arah Cikarang, Kalimalang, dan menuju ke Bandung.

"Jadi memang duit yang ada (pada korban) itu tidak direncanakan untuk dirampok ataupun dicuri," jelas Gurnald.

Kendati demikian, motif ekonomi turut masuk ke dalam kasus pembunuhan ini.

"Untuk motif ekonomi di sini ada karena pelaku mengambil uang yang ada pada korban. Uang di mana uang itu adalah uang dari perusahaan (korban)," imbuh Gurnald.

Diberitakan sebelumnya, RM, korban pembunuhan yang jasadnya dimasukkan ke dalam koper, membawa uang sebanyak Rp 43 juta saat dibunuh Ahmad Arif Ridwan Nuwloh (29).

Baca juga: Perempuan Dalam Koper Bawa Rp 43 Juta, Hendak Disetor ke Rekening Perusahaan

Uang itu merupakan milik perusahan yang hendak disetorkan korban ke rekening kantor.

Namun, uang itu dibawa kabur oleh Arif usai ia membunuh korban di kamar hotel daerah Bandung.

Sebagai informasi, jasad RM ditemukan di dalam koper di pinggir Jalan Kalimalang, Desa Sukadanu, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Kamis (25/4/2024).

Mayat RM ditemukan dengan luka remuk di bagian kepala sebelah kiri, bibir pecah, dan hidung mengeluarkan darah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Penggelapan Mobil Bos Rental yang Tewas di Pati

Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Penggelapan Mobil Bos Rental yang Tewas di Pati

Megapolitan
Nasib Nahas Warga di Depok, Ditusuk Tetangga Usai Menimpuk Anjing Peliharaan Pelaku dengan Batu

Nasib Nahas Warga di Depok, Ditusuk Tetangga Usai Menimpuk Anjing Peliharaan Pelaku dengan Batu

Megapolitan
Polisi Tangkap Peracik Sekaligus Pengedar Tembakau Sintetis di Depok

Polisi Tangkap Peracik Sekaligus Pengedar Tembakau Sintetis di Depok

Megapolitan
Cara Pelukis Jalanan di Blok M Melepas Penat, Berpuisi Saat Hilang Inspirasi

Cara Pelukis Jalanan di Blok M Melepas Penat, Berpuisi Saat Hilang Inspirasi

Megapolitan
Rumah Subsidi Jokowi Jauh dan Minim Angkutan Umum, Penghuni Tak Pulang Setiap Hari

Rumah Subsidi Jokowi Jauh dan Minim Angkutan Umum, Penghuni Tak Pulang Setiap Hari

Megapolitan
Musisi Virgoun Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba

Musisi Virgoun Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Beli Rubicon Saksi Bisu Penganiayaan oleh Mario Dandy, Pemenang Lelang: Semoga Lebih Berguna

Beli Rubicon Saksi Bisu Penganiayaan oleh Mario Dandy, Pemenang Lelang: Semoga Lebih Berguna

Megapolitan
Motornya Dijual di Facebook, Korban Begal di Citayam Datangi Rumah Pelaku

Motornya Dijual di Facebook, Korban Begal di Citayam Datangi Rumah Pelaku

Megapolitan
Remaja yang Dipukul Pakai Balok Hingga Tewas di Kalideres Sempat Dirawat di RS

Remaja yang Dipukul Pakai Balok Hingga Tewas di Kalideres Sempat Dirawat di RS

Megapolitan
Eks Pengelola Akui Kesalahan karena Tak Pernah Laporkan Penjarahan di Rusun Marunda

Eks Pengelola Akui Kesalahan karena Tak Pernah Laporkan Penjarahan di Rusun Marunda

Megapolitan
Gangguan Server PDN, Imigrasi Belum Bisa Layani Pembuatan Paspor Sehari Jadi

Gangguan Server PDN, Imigrasi Belum Bisa Layani Pembuatan Paspor Sehari Jadi

Megapolitan
Kejari Telah Serahkan Rubicon Mario Dandy kepada Pemenang Lelang

Kejari Telah Serahkan Rubicon Mario Dandy kepada Pemenang Lelang

Megapolitan
Kajari Jaksel: Hasil Lelang Rubicon Mario Dandy Akan Diserahkan Seluruhnya untuk Korban

Kajari Jaksel: Hasil Lelang Rubicon Mario Dandy Akan Diserahkan Seluruhnya untuk Korban

Megapolitan
Gara-gara Buang Air Kecil Sembarangan, Pemuda di Pondok Aren Dikeroyok Sampai Babak Belur

Gara-gara Buang Air Kecil Sembarangan, Pemuda di Pondok Aren Dikeroyok Sampai Babak Belur

Megapolitan
Pariwisata Jakarta Terus Digenjot Guna Wujudkan Kota Global

Pariwisata Jakarta Terus Digenjot Guna Wujudkan Kota Global

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com